Harga Beras Turun, Produksi Nasional Naik 13,5 Persen di 2025

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras nasional melonjak signifikan pada 2025. Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) September 2025, total produksi beras diproyeksikan mencapai 34,77 juta ton, naik 4,15 juta ton atau 13,5% secara tahunan (year-on-year).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa kenaikan tersebut sejalan dengan meluasnya area panen padi di seluruh Indonesia. Total luas panen tahun ini mencapai 11,35 juta hektare, meningkat dari 10,05 juta hektare pada 2024.
“Peningkatan produksi terutama disumbang subround I atau Januari–April 2025, yang naik 26,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Pudji di Jakarta, Senin (4/11/2025).
Baca Juga: BPS: Inflasi Oktober Jadi Pola Musiman, Tertinggi Terjadi di 2025
Dampak kenaikan produksi ini langsung terasa di pasar. Harga beras di tingkat grosir dan eceran mengalami deflasi 0,27% secara bulanan (month-to-month) pada Oktober 2025.
Sebab menurut BPS, tren ini menandakan pasokan beras nasional dalam kondisi aman dan relatif stabil.
Secara regional, Jawa Timur menjadi kontributor terbesar dengan produksi mencapai 10,53 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), disusul Jawa Barat sebesar 10,23 juta ton, dan Jawa Tengah 9,38 juta ton.
Baca Juga: Gandeng BPS, Kementerian ESDM Siap Kuatkan Data Sektor Energi
Oleh karena itu, kenaikan produksi beras tahun ini dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menekan potensi inflasi bahan pangan menjelang akhir tahun.
Namun, pemerintah tetap diingatkan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani agar tidak terjadi ketimpangan keuntungan antara petani dan konsumen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta









