Akurat

Harga Beras Turun, Produksi Nasional Naik 13,5 Persen di 2025

Andi Syafriadi | 5 November 2025, 12:43 WIB
Harga Beras Turun, Produksi Nasional Naik 13,5 Persen di 2025

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras nasional melonjak signifikan pada 2025. Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) September 2025, total produksi beras diproyeksikan mencapai 34,77 juta ton, naik 4,15 juta ton atau 13,5% secara tahunan (year-on-year).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa kenaikan tersebut sejalan dengan meluasnya area panen padi di seluruh Indonesia. Total luas panen tahun ini mencapai 11,35 juta hektare, meningkat dari 10,05 juta hektare pada 2024.

“Peningkatan produksi terutama disumbang subround I atau Januari–April 2025, yang naik 26,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Pudji di Jakarta, Senin (4/11/2025).

Baca Juga: BPS: Inflasi Oktober Jadi Pola Musiman, Tertinggi Terjadi di 2025

Dampak kenaikan produksi ini langsung terasa di pasar. Harga beras di tingkat grosir dan eceran mengalami deflasi 0,27% secara bulanan (month-to-month) pada Oktober 2025.

Sebab menurut BPS, tren ini menandakan pasokan beras nasional dalam kondisi aman dan relatif stabil.

Secara regional, Jawa Timur menjadi kontributor terbesar dengan produksi mencapai 10,53 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), disusul Jawa Barat sebesar 10,23 juta ton, dan Jawa Tengah 9,38 juta ton.

Baca Juga: Gandeng BPS, Kementerian ESDM Siap Kuatkan Data Sektor Energi

Oleh karena itu, kenaikan produksi beras tahun ini dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menekan potensi inflasi bahan pangan menjelang akhir tahun.

Namun, pemerintah tetap diingatkan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani agar tidak terjadi ketimpangan keuntungan antara petani dan konsumen.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.