Pemerintah Rangkul HKTI dalam Program 80.000 Kopdes Merah Putih
Hefriday | 26 Juni 2025, 21:07 WIB

AKURAT.CO Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya untuk melibatkan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dalam pelaksanaan berbagai program strategis pertanian nasional, termasuk dalam Koperasi Desa Merah Putih.
Hal tersebut disampaikan Mentan Amran seusai menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) HKTI di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (26/6/2025).
"Oh iya, kita libatkan," ujarnya saat ditanya mengenai peran HKTI dalam program-program pemerintah yang berkaitan dengan sektor pertanian dan pemberdayaan desa.
Menurutnya, HKTI sebagai organisasi petani memiliki posisi penting dalam memperkuat sektor pangan nasional dan pemberdayaan ekonomi desa.
Amran mengatakan bahwa anggota HKTI akan dilibatkan dalam berbagai program Kementerian Pertanian, mulai dari hilirisasi pertanian, pengembangan pangan bergizi, hingga pembentukan Brigade Pangan.
Program-program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan menciptakan nilai tambah bagi produk pertanian. "Terkait pertanian, pangan bergizi, hilirisasi, biofuel, kita libatkan. Ada Brigade Pangan, sangat banyak kita buka," jelasnya.
Keterlibatan HKTI disebutnya akan bersifat menyeluruh, mencakup seluruh lini produksi hingga distribusi pertanian.
Sebagai bentuk dukungan lebih lanjut, Amran menyebut tidak menutup kemungkinan untuk menyediakan kantor HKTI di lingkungan Kementerian Pertanian.
Fasilitas ini diharapkan dapat mempercepat koordinasi dan sinergi antara pemerintah dan petani dalam menjalankan program pembangunan pertanian nasional.
“Kami akan men-support totalitas kepada seluruh HKTI Indonesia. Kami akan mendukung untuk menuju lumbung pangan dunia,” tegas Amran.
Amran juga menambahkan, program yang dirancang bukan hanya untuk swasembada pangan, tapi juga menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam perdagangan pangan global.
Amran juga menyinggung rencana investasi besar-besaran di sektor pertanian dengan total nilai Rp371 triliun, yang bersumber dari kerjasama dengan Danantara Indonesia dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurutnya, dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat infrastruktur pertanian dan membuka lapangan kerja bagi anak bangsa.
“Anggaran dari Danantara dan APBN itu Rp371 triliun. Kita libatkan semua anak bangsa, tanpa terkecuali,” ujar Amran.
Dirinya berharap investasi ini mampu mengangkat kesejahteraan petani dan mempercepat transformasi pertanian modern di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, HKTI menggelar Musyawarah Nasional untuk memilih kepengurusan baru. Dalam Munas tersebut, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum DPP HKTI periode 2025–2030.
Penunjukan Sudaryono dinilai sebagai langkah strategis karena ia memiliki latar belakang kuat dalam kebijakan pertanian nasional.
Munas ini juga menjadi momentum penguatan organisasi petani dalam menghadapi tantangan global, termasuk perubahan iklim, krisis pangan, dan kompetisi pasar dunia. HKTI diharapkan menjadi mitra aktif pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa berbasis pertanian.
Sementara itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan akan meresmikan Koperasi Desa Merah Putih pada 19 Juli 2025. Koperasi ini menjadi simbol penguatan ekonomi rakyat berbasis desa dan akan menjadi tulang punggung distribusi hasil tani nasional.
Peresmian tersebut semula direncanakan pada Hari Koperasi Nasional 12 Juli 2025, namun diundur karena agenda kunjungan luar negeri Presiden.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










