Akurat

PDIP: Ridwan Kamil Cocoknya di Jawa Barat, Wakilnya dari Kami

Paskalis Rubedanto | 21 Juni 2024, 12:56 WIB
PDIP: Ridwan Kamil Cocoknya di Jawa Barat, Wakilnya dari Kami

AKURAT.CO Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), menilai Waketum Partai Golkar, Ridwan Kamil (RK), lebih cocok maju lagi di Pilgub Jawa Barat (Jabar) ketimbang Jakarta.

Ketua DPP PDIP, Eriko Sotarduga, mengatakan, kalkulasinya memang RK berpeluang menang lagi di Jabar. Dia pun mencontohkan jika RK mau disandingkan dengan kader PDIP.

"Nah apakah Ridwan Kamil akan maju di Jakarta? Sebagai katakanlah berandai-andai, apakah seseorang maju untuk kemungkinan masih ada kemungkinan, belum tentu menang, belum tentu terpilih. Tetapi kalau di Jawa Barat, peluangnya Ridwan Kamil sangat besar," kata Eriko kepada wartawan, Kamis (20/6/2024) malam.

Baca Juga: Golkar Dorong Ridwan Kamil di Jabar, Gerindra Legowo: Kita Enggak Boleh Maksa

Kader PDIP yang menurut Eriko cocok disandingkan dengan RK di Pilkada Jabar adalah Ketua DPD PDIP Jabar, Ono Surono.

"Dan kami sudah siap dengan calon wakil gubernurnya dari PDIP, misalnya dengan Golkar kan Kang Ridwan Kamil, kami wakilnya, Kang Ono Surono itu paduan yang sangat pas. Pantura dan juga bagian Pantura, kami dari panturanya dan juga bagian yang menjadi basis daripada Kang Ridwan Kamil," tuturnya.

Dia menjelaskan, alasan mengapa dirinya yakin RK lebih cocok di Jabar. Sebab, di Jakarta survei belakangan ini nama RK cenderung di bawah ketimbang nama lain seperti Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Di Jakarta hasil survei terkahir walaupun ini tidak bisa jadi acuan yah, hasil survei terkahir bulan Januari atau Februari waktu saya di media televisi juga dibuka kalau gak salah Kang RK nomor 3 setelah Pak Anies kemudian Pak Ahok, baru Kang RK. Bahkan di nomor 4 kalau saya tidak salah Ibu Risma. Jadi ini kan namanya asumsi kan tapi ya kembali pilihan kan tergantung Kang Ridwan Kamil," bebernya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.