Akurat

Prabowo-Gibran Harus Jelaskan Alasan Penambahan Menteri Agar Tak Jadi Gunjingan

Citra Puspitaningrum | 8 Mei 2024, 18:55 WIB
Prabowo-Gibran Harus Jelaskan Alasan Penambahan Menteri Agar Tak Jadi Gunjingan

AKURAT.CO Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka harus menjelaskan rasionalitas penambahan kursi menteri kabinet kepada publik untuk mencegah gunjingan akibat membengkaknya postur anggaran birokrasi.

Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI), Ade Reza Hariyadi mengatakan, penjelasan kepada publik harus disampaikan sebelum para menteri resmi dilantik.

"Hal ini penting mengingat konsekuensi jumlah kabinet yang besar akan berdampak pada postur anggaran dan birokrasi," kata Reza saat dihubungi Akurat.co di Jakarta, Rabu (8/5/2024).

Baca Juga: Kabinet Prabowo Bakal Diisi 40 Menteri? Ganjar: Tidak Sesuai Undang-undang

Reza menilai jika Prabowo sudah menjelaskan rasionalitas penambahan kursi menteri kabinet maka tidak ada celah bagi pengkritik untuk menggunjing pembantu Presiden dan Wakil Presiden sebagai jabatan politis semata.

"Dengan demikian, jumlah kabinet yang besar tidak jadi beban dan dianggap tidak memiliki dasar rasionalitas yang kuat," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menilai rencana presiden terpilih Prabowo Subianto menambah kursi kabinet menjadi 40 menteri dinilai sangat politis.

Menurut JK penambahan kursi menteri itu bukan hanya untuk mewadahi kepentingan para pendukungnya. Jika itu menjadi alasan, dia menilai kebijakan 40 menteri menjadi tidak relevan karena tidak ada kepentingan besar yang melandasinya.

"Itu artinya bukan lagi kabinet kerja itu namanya, bukan zaken kabinet, tetapi kabinet yang lebih politis," kata JK di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (7/5/2024).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.