Akurat

PDIP Bakal Jadi Oposisi Sinergis, Tapi Bisa Jadi Bumerang untuk Prabowo

Paskalis Rubedanto | 13 Januari 2025, 12:31 WIB
PDIP Bakal Jadi Oposisi Sinergis, Tapi Bisa Jadi Bumerang untuk Prabowo

AKURAT.CO PDI Perjuangan (PDIP) dinilai akan menjadi oposisi sinergis bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di mana, PDIP bisa menjadi mitra yang bersinergi dengan pemerintah meski tidak masuk dalam kabinet.

"Istilah saya oposisi sinergis. Satu posisi yang terbuka untuk saling bekerja sama, saat yang sama tetap kritis terhadap pemerintah. Dapat bertemu dalam isu-isu tertentu tapi tetap berada di luar kekuasaan," kata Pengamat politik, Ray Rangkuti, kepada Akurat.co, Senin (13/1/2025).

Menurutnya, oposisi sinergis ini tidak hanya menguntungkan PDIP, namun juga baik untuk panjang umurnya demokrasi Tanah Air. Meski demikian, posisi ini akan mengancam posisi Prabowo.

"Posisi ini, bukan saja penting bagi demokrasi kita, tapi juga penting bagi PDIP sendiri. Dengan posisi ini, PDIP punya potensi akan menjadi kekuatan besar lagi pada pemilu 2029 yang akan datang. Apalagi bila ditopang oleh makin meluasnya kekecewaan masyarakat atas kinerja pemerintahan Prabowo," jelasnya.

Baca Juga: Posisi Hasto Kristiyanto sebagai Sekjen PDIP Bakal Dibahas Setelah Proses Hukum di KPK Rampung

Dia menilai, akan sulit bagi Prabowo meningkatkan kepuasan masyarakat seperti pada saat Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memimpin. Sehingga, hal ini justru menguntungkan PDIP.

"Dan saya kira, pemerintahan ini akan kesulitan naik ke tingkat kepuasan seperti terjadi kepada pemerintahan Jokowi. Bila terus memburuk akan menguatkan persepsi orang bahwa Jokowi besar itu karena didampingi oleh PDIP. Alias, PDIP akan kembali diperbincangkan sebagai partai yang dapat mengawal Jokowi hingga sukses. Setelah PDIP di luar kekuasaan, kenyataannya, kinerja pemerintah yang berkuasa terus merosot," bebernya.

Jika terus merosot, ada kemungkinan Prabowo menarik PDIP masuk ke dalam kabinet dan mendepak sejumlah partai politik yang ada dalam koalisinya.

"Dalam hal ini, tidak menutup kemungkinan Prabowo menarik PDIP dan mengeluarkan satu atau dua partai dari koalisinya. Tentu, hal ini akan terjadi bila PDIP-nya sendiri berkeinginan masuk ke pemerintahan Prabowo," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.