Akurat

PDIP Soal Program Makan Siang Gratis Dibahas di Kabinet: Timbulkan Tanda Tanya Besar

Paskalis Rubedanto | 28 Februari 2024, 15:10 WIB
PDIP Soal Program Makan Siang Gratis Dibahas di Kabinet: Timbulkan Tanda Tanya Besar

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menilai pembahasan program makan siang gratis di Sidang Kabinet Paripurma kurang tepat. Mengingat, Pemilu 2024 belum selesai, sehingga menimbulkan tanda tanya besar.

"Tahapan pemilu presiden ini baru memasuki tahap rekapitulasi. Sehingga ada upaya-upaya tertentu yang kemudian justru malah menimbulkan suatu tanda tanya, ketika konsolidasi kekuasaan secara masif dilakukan, termasuk pembahasan program makan siang gratis, sementara tahap pemilu presiden belum selesai," kata Hasto, di Menteng, Jakarta, Rabu (28/2/2024).

Baca Juga: Jokowi Tegaskan Program Makan Siang Tak Dibahas Spesifik dalam Sidang Kabinet

Menurutnya, ini menjadi narasi bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pemerintah seolah menyatakan pemilu sudah selesai, padahal belum. Sehingga menyebabkan gesekan aspek hukum dan etika penyelenggara negara.

"Sehingga ada upaya sepertinya mau membangun skenario bahwa pemilu sudah selesai, padahal rekapitulasi baru dilakukan," tutur Hasto.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu sidang kabinet paripurna yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo pada Senin (26/2/2024), sudah membahas soal program makan siang gratis yang merupakan janji kampanye calon presiden (capres) Prabowo Subianto.

Baca Juga: Program Makan Siang Gratis Dibahas di Sidang Kabinet, Persiapan Pemerintahan Prabowo-Gibran?

Hal tersebut diungkapkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) setelah mengikuti sidang di Istana Negara.

Selain itu, jajaran menteri juga menbahas persiapan Ramadhan dan Idul Fitri 2024, rencana kerja pemerintah dan kerangka kerja ekonomi makro 2025.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.