Bawaslu-KPU Gelar Rapat Persiapan Pemungutan Suara Ulang di Malaysia

AKURAT.CO Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggelar rapat persiapan pemungutan suara ulang (PSU) untuk wilayah Kuala Lumpur, Malaysia.
Pemungutan suara ulang dilakukan guna mematuhi rekomendasi Bawaslu yang menilai tahapan pemungutan suara melalui pos dan kotak suara keliling (KSK) tidak sah.
Baca Juga: KPU Gelar Pemungutan Suara Ulang di 686 TPS
"Teman-teman KPU sekarang lagi mengkaji, kemudian dalam beberapa hari ke depan," kata Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja di kantor DKPP, Jakarta Pusat, Senin (26/2/2024).
Dari hasil rekomendasi Bawaslu, PSU di Kuala Lumpur harus diulang dimulai dari tahapan pemuktahiran daftar pemilih. Hal itu kemudian menjadi akar masalah semrawutnya pemungutan suara baik dengan menggunakan metode pos maupun kotak suara keliling.
"Kita berharap KPU memperbaiki pemuktahiran daftar pemilih di Kuala Lumpur, memang agak memepet tapi ini penting untuk pembelajaran ke depan," jelasnya.
Sebelumnya, KPU RI memastikan menggelar pemilu ulang di Kuala Lumpur, Malaysia tanpa menggunakan metode pos. Hal itu dilakukan menyusul pemungutan suara melalui pos dan kotak suara keliling (KSK) tidak sah dihitung seperti rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI.
"Kami mempertimbangkan untuk tidak menggunakan metode pos dalam pemungutan suara ulang. Informasi di lapangan pemilu via pos selalu menjadi problem," kata Ketua KPU RI, Hasyim Asy'ari dalam jumpa pers di kantor KPU RI, Jalan Iman Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (23/2/2024).
Baca Juga: Pemungutan Suara Ulang di Kuala Lumpur Tanpa Metode Pos
Hasyim memastikan pemungutan suara ulang di Kuala Lumpur akan digelar sebelum Maret 2024. Jadwal pelaksanaan itu ditentukan sebagaimana seharusnya karena KPU juga akan melakukan rekapitulasi suara tingkat nasional pada saat bersamaan.
"Tanggal 20 Maret 2024 itu penetapan hasil pemilu oleh KPU, maka dijadwalkan sebelum tanggal 20 itu harus sudah ada rekapitulasi hasil penghitungan dan pemungutan suara di Kuala Lumpur," ujar Hasyim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK






