Profil Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali yang Menghilang Saat OTT KPK

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menyatakan kesulitan dalam melacak keberadaan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali selama pelaksanaan Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Dampaknya, KPK tidak berhasil menangkap atau menahan Bupati Sidoarjo tersebut.
Tak berhasil menahan Bupati Sidoarjo, Ghufron menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan OTT di Sidoarjo, Jawa Timur, tim KPK hanya berhasil menemukan 11 orang.
Salah satu dari mereka adalah Kepala Sub Bagian (Kasubag) Umum BPPD Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, yaitu Siska Wat.
Sehubungan dengan itu, simak profil Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali.
Baca Juga: KPK Dalami Dugaan Pemotongan Dana ASN Digunakan untuk Bupati Sidoarjo
Profil Ahmad Muhdlor Ali
Ahmad Muhdlor Ali atau akrab disapa Gus Muhdlor lahir di Sidoarjo pada 11 Januari 1991.
Gus Muhdlor merupakan sosok muda yang telah meraih kesuksesan dalam karir politiknya.
Pada tahun 2021, ia menjabat sebagai Bupati Sidoarjo, mengukir prestasi tersebut sebelum genap berusia 30 tahun.
Gus Muhdlor diangkat menjadi pejabat pada 22 Januari 2021 setelah memenangkan Pilkada 2020 dengan perolehan suara sah sebesar 39,01%.
Sebagai anak keenam dari KH Agoes Ali Masyhuri, seorang tokoh Nahdlatul Ulama dan pengasuh Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat, Gus Muhdlor telah memiliki kedekatan dengan kehidupan sosial dan keorganisasian sejak usia dini.
Perjalanan pendidikannya meliputi SDN Kenongo 2 Tulangan, SMP AR Risalah Kediri, SMA Negeri 4 Sidoarjo, dan menempuh perguruan tinggi di Universitas Airlangga yang berhasil diselesaikannya pada tahun 2013.
Selain menjabat sebagai Bupati Sidoarjo, Gus Muhdlor juga aktif sebagai anggota Nahdlatul Ulama.
Sejak tahun 2015, ia dipercayakan sebagai Sekretaris Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo.
Sejak tahun 2018 hingga saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Ketua PW Ansor Jawa Timur.
Dari laporan LHKPN-nya, kekayaan Gus Muhdlor per tanggal 31 Desember 2020 mencapai Rp2,9 miliar.
Dalam kurun waktu setahun, jumlah kekayaannya meningkat menjadi Rp4,1 miliar.
Lalu pada tahun 2023, laporan menunjukkan bahwa kekayaannya mencapai Rp4,7 miliar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









