Akurat

Timnas Amin Soroti Dugaan Kecurangan, Temukan 54 Juta DPT Bermasalah

Citra Puspitaningrum | 19 Januari 2024, 16:57 WIB
Timnas Amin Soroti Dugaan Kecurangan, Temukan 54 Juta DPT Bermasalah
 
AKURAT.CO Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas Amin) menyebut ada dugaan kecurangan yang dilakukan KPU terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024.
 
Hal itu disampaikan Direktorat Pengamanan dan Pengawalan Suara Timnas Amin saat menyambangi Gedung KPU di Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (19/1/2024). 
 
Anggota Direktorat Pengamanan dan Pengawalan Suara Timnas Amin, Agus Muhammad Maksum, mengatakan, pihaknya telah melakukan penelitian dan menemukan berbagai dugaan antara lain 54 juta DPT bermasalah. 
 
"DPT bermasalah itu terdiri dari data ganda, usia bawah umur, usia atas 100 tahun hingga seribu tahun, nama-nama yang hanya terdiri satu huruf, dua huruf dan mengandung tanda tanya, serta RT-RW nol," jelasnya. 
 
Dia menjelaskan, sebelum menemukan DPT bermasalah pihaknya sempat berkomunikasi dengan KPU untuk meminta keterangan lisan atau tulisan terkait dengan DPT pemilu 2024. Namun, KPU tak menggubris permintaan tersebut. 
 
"Pertama, telah ditemukan adanya data bermasalah yakni 5 11.188 usia di bawah 17 tahun 9.130 usia di atas 100 tahun yang tertua berusia 1030, nama kurang dari 3 huruf 13.523, nama mengandung tanda tanya 255, RW 0 13.262.255. RT 0 611.150, RT/RW 0 sebanyak 35.557.687, serta data ganda 4.005.261," bebernya. 
 
 
Berdasarkan hasil temuan-temuan tersebut, Timnas Amin menilai bahwa temuan soal DPT bermasalah adalah persoalan serius harus diverifikasi dan divalidasi oleh KPU
 
"KPU akan menggunakan SIREKAP untuk membuat perhitungan hasil Pilpres, oleh karena Kami meminta dilakukan, sertifikasi ISO 27001 terhadap Sistem Teknologi IT KPU, agar kepercayaan terhadap Sistem IT KPU khususnya SIREKAP memiliki standar kemanan internet (internet security) secara internasional," ujar Agus. 
 
Guna menindaklanjuti temuai ini, Direktorat Pengamanan dan Pengawalan Suara Timnas Amin mendesak Bawaslu untuk lebih memperketat pengawasan terhadap kinerja KPU, khususnya dalam hal penyusunan DPT
 
Selanjutnya, Direktorat Pengamanan dan Pengawalan Suara Timnas Amin mengajak seluruh elemen masyarakat dan seluruh rakyat Indonesia untuk turut aktif mengawasi bahkan jika perlu turut memverifikasi DPT dengan mencocokkan terhadap pemilih di setiap TPS masing-masing.
 
"Untuk memfasilitasi Cek DPT di TPS masing-masing kami akan menyediakan aplikasi yang bisa dipakai oleh tim internal kami maupun publik atau media, aplikasi yang bisa membantu verifikasi dan validasi DPT di lapangan (di TPS) akan kami umumkan segera," pungkas Agus. 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.