Pengesahan RUU MK Ditunda karena DPR Takut Dituding Politisasi

AKURAT.CO DPR memastikan revisi keempat UU MK belum akan disahkan dalam waktu dekat. Alasannya, DPR ingin menghindari kegaduhan yang muncul akibat pengesahan RUU MK.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, penundaan pengesahan RUU MK untuk menghindari persepsi buruk dari masyakarat. DPR tak mau dituding miring lantaran mengutak-atik UU MK.
“Ya penundaan itu karena masih ada pendapat bahwa kawan-kawan fraksi minta supaya ditunda, untuk menghindari berita-berita yang kurang baik seperti yang beredar. Bahwa kemudian ada maksud untuk kawan-kawan di DPR ini merugikan salah satu pihak, padahal tidak demikian,” ujar Dasco, kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/12/2023).
Baca Juga: Tanpa Disurati Mahfud, DPR Sudah Sepakat Tunda Pengesahan RUU MK
Menurutnya tak ada alasan lain yang melatari penundaan revisi UU MK. Seluruh fraksi di parlemen juga sepakat menunda untuk menghindari stigma negatif publik.
“Jadi untuk kemudian menghindarkan hal-hal seperti itu, teman-teman di fraksi kemudian meminta supaya ditunda dulu revisi UU MK untuk diparipurnakan,” tuturnya.
Dirinya mengingatkan, revisi UU MK dilakukan sejak awal 2023, dan dilakukan tidak untuk memengaruhi pelaksanaan Pemilu 2024. Dia menolak disebut DPR memiliki kepentingan politik di balik revisi UU MK.
Baca Juga: Pemerintah Minta DPR Tak Lanjutkan RUU MK
“Kawan-kawan mempertimbangkan anggapan-anggapan bahwa UU ini akan dipolitisasi dan lain-lain, sehingga kemudian salah satu pertimbangannya teman-teman kemudian sepakat untuk menunda paripurna revisi UU MK,” tuturnya.
Sementara Menko Polhukam Mahfud MD menilai, revisi UU MK masih perlu dibahas pada tingkat pertama. Sebab pemerintah belum meneken persetujuan agar revisi dilanjutkan pada tahap selanjutnya.
"Saya dan Menkumham ini menyatakan itu belum selesai di tahap pertama," kata Mahfud.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







