Akurat

Mengenal Jenis-jenis Banjir: Penyebab, Dampak, dan Cara Menanggulanginya

Redaksi Akurat | 22 Februari 2026, 21:47 WIB
Mengenal Jenis-jenis Banjir: Penyebab, Dampak, dan Cara Menanggulanginya

AKURAT.CO Banjir merupakan salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia.

Hampir setiap musim hujan, sejumlah wilayah mengalami genangan air dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Namun, tidak semua banjir memiliki penyebab dan karakteristik yang sama.

Ada berbagai jenis banjir yang terjadi akibat faktor alam maupun ulah manusia.

Memahami perbedaan jenis-jenis banjir dan penyebabnya penting agar kita dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat. Lalu, apa saja jenis-jenis banjir dan penyebabnya? Berikut ulasan lengkapnya.

Definisi Banjir 

Banjir adalah peristiwa meluapnya air ke daratan yang biasanya kering, hingga menimbulkan genangan. Kondisi ini terjadi karena volume air yang datang melebihi kapasitas saluran air, tanah, atau sungai untuk menampungnya.

Banjir bisa disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, tersumbatnya drainase, hingga berkurangnya area resapan air akibat pembangunan yang tidak terkendali.

Selain berdampak pada kerusakan lingkungan dan infrastruktur, banjir juga dapat mengancam keselamatan manusia, menimbulkan kerugian ekonomi, serta memicu penyakit akibat lingkungan yang kotor dan lembap.

Baca Juga: Kenali Banjir Bandang: Penyebab, Tanda Awal, dan Langkah Pencegahannya

Jenis-jenis Banjir

Berikut beberapa jenis banjir yang umum terjadi di Indonesia:

Banjir Genangan

Banjir jenis ini paling sering terjadi di daerah perkotaan akibat buruknya sistem drainase dan penumpukan sampah.

Ketika hujan turun deras, air tidak bisa mengalir ke saluran pembuangan sehingga menggenangi jalan dan permukiman.

Banjir Bandang

Banjir bandang adalah jenis banjir yang datang tiba-tiba dengan arus sangat kuat. Biasanya terjadi di daerah pegunungan atau lereng curam akibat hujan ekstrem atau jebolnya bendungan.

Banjir bandang dapat menghanyutkan rumah, jembatan, bahkan menelan korban jiwa karena kecepatannya yang tinggi.

Banjir Sungai

Banjir ini terjadi ketika permukaan air sungai meluap karena curah hujan yang tinggi, aliran air dari hulu yang deras, atau berkurangnya kapasitas sungai akibat sedimentasi dan sampah.

Banjir sungai sering terjadi di wilayah dengan aliran sungai besar seperti daerah bantaran sungai Bengawan Solo atau Citarum.

Banjir Rob (Banjir Pesisir)

Banjir rob merupakan genangan air laut yang naik ke daratan akibat pasang tinggi. Kondisi ini biasanya diperparah oleh hujan deras dan angin kencang yang mendorong air laut ke pantai.

Kota-kota pesisir seperti Semarang, Pekalongan, dan Jakarta Utara sering mengalami banjir jenis ini.

Banjir Lahar

Banjir lahar adalah jenis banjir yang terjadi akibat erupsi atau letusan gunung berapi. Bencana ini umumnya melanda daerah di sekitar gunung berapi dan membawa material berupa batu, pasir, serta lumpur dari lereng gunung.

Setelah hujan deras mengguyur area vulkanik, endapan abu vulkanik terbawa arus air dan mengalir melalui sungai hingga mencapai kawasan permukiman.

Banjir Lumpur

Banjir ini mirip dengan banjir bandang, namun material utamanya berupa lumpur.

Banjir lumpur biasa berasal dari letusan bawah tanah atau longsoran tanah jenuh air yang bergerak menuruni lereng. Contohnya adalah banjir lumpur di Porong, Sidoarjo, yang berlangsung bertahun-tahun.

Banjir Air Tanah

Banjir air tanah terjadi ketika permukaan air tanah naik akibat hujan yang turun terus-menerus.

Tanah yang sudah jenuh air tidak mampu menyerap air tambahan, sehingga menimbulkan genangan yang sulit surut.

Jenis banjir ini umumnya terjadi di daerah dataran rendah dan dapat berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama.

Baca Juga: DPRD Jakarta Serap Keluhan Warga Menteng Dalam Soal Dana PKK hingga Banjir

Penyebab Terjadinya Banjir

Banjir tidak hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga aktivitas manusia yang mengganggu keseimbangan lingkungan. Berikut beberapa penyebab utamanya:

  • Curah hujan yang tinggi dan ekstrem: Ketika curah hujan melebihi daya tampung tanah atau sungai, air akan meluap dan menyebabkan banjir.
  • Kerusakan hutan dan alih fungsi lahan: Penebangan hutan liar dan pembangunan yang tidak memperhatikan tata ruang mengurangi area resapan air, sehingga air langsung mengalir ke permukaan.
  • Sistem drainase buruk dan sampah menumpuk: Saluran air yang tersumbat oleh sampah menjadi salah satu penyebab utama banjir di kota besar.
  • Topografi wilayah yang rendah: Daerah dataran rendah atau cekungan alami lebuh rentan tergenang karena aliran air sulit mengalir keluar.
  • Kenaikan permukaan air laut: Fenomena perubahan iklim menyebabkan permukaan laut naik dan memperparah banjir rob di daerah pesisir.
  • Kerusakan tanggul atau bendungan: Tanggul yang jebol akibat tekanan air tinggi dapat memicu banjir besar yang datang mendadak.

Dampak Banjir

Banjir memberikan dampak luas bagi kehidupan manusia, perekonomian, dan lingkungan. Berikut beberapa dampak yang sering terjadi akibat banjir:

  • Kerusakan infrastruktur: Jalan, jembatan, rumah, dan fasilitas umum sering rusak akibat derasnya arus air atau terendam dalam waktu lama. Kondisi ini menghambat aktivitas masyarakat dan menimbulkan biaya perbaikan yang tinggi.
  • Kerugian ekonomi: Banyak warga kehilangan harta benda, hasil panen gagal, dan kegiatan usaha terhenti. Akibatnya, pendapatan masyarakat menurun dan perekonomian daerah pun terganggu.
  • Lingkungan menjadi tercemar: Air banjir membawa lumpur, sampah, dan limbah rumah tangga yang mencemari sungai serta sumber air. Pencemaran ini berdampak pada kualitas air dan ekosistem sekitar.
  • Menimbulkan korban jiwa: Arus air yang deras dapat menyeret manusia maupun hewan, serta menyebabkan reruntuhan bangunan yang berbahaya. Dalam beberapa kasus, banjir besar juga menelan banyak korban jiwa.
  • Krisis pasokan air bersih: Sumber air warga sering tercemar lumpur dan limbah pascabanjir, sehingga sulit mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
  • Memicu penyakit: Genangan air yang kotor menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk dan bakteri penyebab penyakit seperti diare, demam berdarah, leptospirosis, dan penyakit kulit. 

Cara Menanggulangi Banjir

Untuk mengurangi risiko banjir dan dampak yang ditimbulkannya, diperlukan upaya pencegahan serta penanganan yang tepat. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi banjir:

  • Menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai atau saluran air agar aliran air tetap lancar.
  • Memperbaiki sistem drainase supaya air hujan cepat mengalir dan tidak menggenang.
  • Melakukan reboisasi untuk meningkatkan daya serap tanah dan mencegah erosi di daerah hulu.
  • Membangun tanggul, waduk, dan kolam retensi guna menampung kelebihan air hujan.
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan kesiapsiagaan terhadap banjir.
  • Menerapkan tata ruang yang baik dengan menjaga area resapan air dan menghindari pembangunan di daerah rawan banjir.

Banjir adalah fenomena alam yang tidak dapat dihindari sepenuhnya, tetapi dampaknya bisa dikurangi dengan pemahaman dan tindakan yang tepat.

Mulai dari mengenali jenis-jenis banjir, memahami penyebabnya, hingga menerapkan langkah penanggulangan yang konkret, setiap upaya kecil berperan penting dalam menjaga lingkungan.

Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, harapan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bebas banjir dapat terwujud.

Vania Tri Yuniar (Magang) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.