Apa Itu Banjir Lahar Dingin? Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Lingkungan

AKURAT.CO Banjir lahar dingin merupakan fenomena alam yang sering terjadi di kawasan gunung berapi aktif, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah puncak dan lereng gunung.
Peristiwa ini terjadi ketika material vulkanik sisa erupsi terbawa aliran air hujan menuju sungai dan menimbulkan berbagai dampak banjir lahar dingin bagi lingkungan.
Seperti kejadian yang kerap menjadi perhatian adalah banjir lahar dingin Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.
Meski tidak disertai suhu panas, lahar dingin tetap berbahaya karena membawa lumpur, pasir, dan bebatuan berukuran besar yang bergerak dengan arus deras.
Apa Itu Banjir Lahar Dingin?
Banjir lahar dingin adalah aliran material vulkanik yang berasal dari endapan abu, pasir, dan batuan di lereng gunung api, kemudian terbawa air hujan melalui aliran sungai.
Baca Juga: Jokowi Perintahkan Sabo Dam Tambahan Segera Dibangun Antisipasi Banjir Lahar Dingin
Berbeda dengan lahar panas yang muncul saat erupsi, lahar dingin dapat terjadi kapan saja, bahkan bertahun-tahun setelah aktivitas vulkanik berlangsung.
Karena dipicu oleh curah hujan, banjir lahar dingin sering kali datang secara tiba-tiba dan sulit diprediksi.
Penyebab Terjadinya Banjir Lahar Dingin
Ada beberapa faktor utama yang memicu banjir lahar dingin, antara lain:
- Curah hujan tinggi di kawasan puncak dan lereng gunung
- Penumpukan material vulkanik sisa erupsi di lereng
- Kondisi sungai yang menjadi jalur alami aliran lahar
- Topografi curam yang mempercepat aliran material
Kombinasi faktor tersebut membuat material vulkanik mudah terbawa air dan mengalir deras ke wilayah hilir.
Dampak Banjir Lahar Dingin bagi Lingkungan
Banjir lahar dingin menimbulkan berbagai dampak serius terhadap lingkungan. Salah satu dampak utama adalah pendangkalan sungai akibat endapan pasir dan lumpur, yang mengurangi kapasitas sungai dalam menampung air.
Selain itu, kualitas air sungai menurun karena tingginya kandungan sedimen, sehingga mengganggu ekosistem perairan.
Baca Juga: Jokowi Perintahkan BNPB Respons Cepat Banjir Lahar Dingin di Sumbar
Habitat ikan dan organisme air lainnya dapat tertutup material vulkanik, menyebabkan keseimbangan ekosistem terganggu.
Pengaruh terhadap Lahan dan Ekosistem Darat
Lingkungan darat di sekitar sungai juga terdampak banjir lahar dingin. Lahan pertanian yang tertimbun lumpur dan pasir mengalami penurunan kesuburan tanah.
Lapisan material vulkanik yang tebal menghambat pertumbuhan tanaman dan dapat menyebabkan gagal panen.
Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi mengubah fungsi lahan serta memperlambat pemulihan ekosistem alami.
Kejadian banjir lahar dingin di Gunung Semeru menunjukkan bagaimana hujan lebat dapat memicu peningkatan debit sungai secara mendadak.
Aliran lahar yang membawa lumpur tebal dan bebatuan besar menyusuri sungai-sungai di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dan memengaruhi kondisi lingkungan di sekitarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa lahar dingin bukan hanya bencana sesaat, tetapi juga ancaman lingkungan yang perlu diantisipasi secara berkelanjutan.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Gunung Semeru, Nomer 3 Jarang Diketahui!
Upaya Mitigasi untuk Mengurangi Dampak Lingkungan
Untuk meminimalkan dampak banjir lahar dingin terhadap lingkungan, diperlukan langkah mitigasi yang tepat, seperti:
- Pembangunan dan pemeliharaan sabo dam untuk menahan material lahar
- Pemantauan rutin kondisi sungai di sekitar gunung api
- Penataan wilayah sungai agar tetap berfungsi secara alami
- Edukasi masyarakat mengenai risiko lingkungan lahar dingin
Upaya ini penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi risiko kerusakan lingkungan.
Banjir lahar dingin merupakan fenomena alam yang tidak dapat dihindari di kawasan gunung berapi aktif seperti Gunung Semeru.
Namun, dengan pemahaman yang baik mengenai penyebab dan dampaknya bagi lingkungan, risiko kerusakan dapat diminimalkan melalui mitigasi dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Itulah penjelasan mengenai apa itu banjir lahar dingin, penyebab, dan dampaknya bagi lingkungan.
Kesadaran dan kesiapsiagaan menjadi kunci penting untuk menjaga kelestarian alam di wilayah rawan bencana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








