Akurat

Inilah Dampak Jangka Panjang Banjir Bandang yang Perlu Diwaspadai

Eko Krisyanto | 16 Desember 2025, 08:10 WIB
Inilah Dampak Jangka Panjang Banjir Bandang yang Perlu Diwaspadai

AKURAT.CO Banjir bandang merupakan salah satu bencana alam paling berbahaya karena terjadi secara tiba-tiba dengan aliran air deras yang membawa material seperti lumpur, baru, dan potongan kayu.

Ketika banjir bandang melanda, kerusakan langsung yang terlihat memang sangat besar, namun dampak jangka panjangnya sering kali jauh lebih luas dan kompleks.

Banyak wilayah membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk kembali pulih, sementara masyarakat harus beradaptasi dengan berbagai perubahan yang memengaruhi kehidupan mereka sehari-hari.

Jika tidak ditangani secara menyeluruh, banjir bandang dapat meninggalkan masalah berkelanjutan yang memengaruhi aspek ekonomi, kesehatan, lingkungan hingga struktur sosial masyarakat.

Pemulihan fisik mungkin bisa dilakukan dalam beberapa bulan, namun efek sosial dan psikologis bisa bertahan jauh lebih lama.

Karena itu, memahami dampak jangka panjang banjir bandang sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat mitigasi.

Berikut adalah beberapa dampak jangka panjang banjir bandang yang perlu diwaspadai:

1. Kerugian Ekonomi

Dampak ekonomi merupakan salah satu efek jangka panjang terbesar dari banjir bandang.

Banyak rumah, bangunan, fasilitas umum, hingga infrastruktur rusak parah, mengakibatkan kerugian materi yang besar bagi masyarakat maupun pemerintah.

Selain itu, mata pencaharian warga, seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan usaha kecil sering kali lumpuh dalam waktu lama.

Hilangnya alat kerja, rusaknya lahan, atau hancurnya stok barang membuat keluarga kehilangan sumber pendapatan dan membutuhkan waktu panjang untuk kembali stabil.

2. Gangguan Kesehatan Fisik dan Mental

Setelah banjir bandang surut, ancaman kesehatan masih terus membayangi. Air banjir yang tercemar dapat menyebabkan penyakit kulit, infeksi, gangguan pencernaan, hingga penyakit menular lainnya.

Lingkungan yang lembap juga dapat memicu pertumbuhan jamur yang berbahaya bagi saluran pencernaan.

Tidak hanya itu, dampak mental seperti stres, trauma, dan kecemasan sering kali dialami oleh korban, terutama bagi mereka yang kehilangan anggota keluarga, rumah, atau harta benda.

3. Perubahan Sosial dan Migrasi Penduduk

Banjir bandang dapat memaksa masyarakat untuk mengungsi dalam waktu lama bahkan pindah secara permanen.

Ketika banyak keluarga meninggalkan wilayah terdampak, struktur sosial dan demografi setempat bisa berubah. Komunitas yang sebelumnya kuat dapat terpecah, hubungan antarwarga melemah, dan aktivitas ekonomi lokal terganggu.

Anak-anak juga berisiko putus sekolah jika fasilitas pendidikan rusak dan akses menjadi terbatas.

4. Kerusakan Lingkungan dan Ekosistem

Selain merusak bangunan, banjir bandang juga menghancurkan lingkungan alami. Erosi tanah, sedimentasi, dan rusaknya daerah aliran sungai dapat menurunkan kualitas lahan dalam jangka panjang.

Kondisi ini berdampak pada pertanian yang sulit pulih, berkurangnya kesuburan tanah, serta hilangnya habitat flora dan fauna.

Jika kondisi ini tidak diperbaiki, risiko bencana susulan seperti banjir ulang dan longsor dapat meningkat.

5. Infrastruktur dan Layanan Publik Menurun Kualitasnya

Kerusakan pada jalan, jembatan, jaringan listrik, pipa air, dan fasilitas umum membuat proses pemulihan berjalan lambat.

Wilayah terdampak mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengembalikan layanan publik ke kondisi normal.

Gangguan ini tidak hanya menyulitkan aktivitas warga, tetapi juga menghambat perkembangan ekonomi, distribusi buatan, dan kegiatan pendidikan serta kesehatan.

Upaya Mitigasi Banjir Bandang

Untuk mengurangi risiko banjir bandang dan meminimalkan dampak jangka panjangnya, diperlukan upaya mitigasi yang menyentuh berbagai aspek, mulai dari lingkungan hingga kesiapsiagaan masyarakat.

Berikut adalah beberapa langkah mitigasi yang dapat diterapkan:

1. Reboisasi

Penebangan hutan secara berlebihan menjadi salah satu pemicu utama banjir bandang.

Reboisasi dan menjaga kelestarian hutan membantu tanah menyerap air lebih baik, mengurangi aliran permukaan, serta menstabilkan lereng agar tidak terjadi longsor.

2. Normalisasi Sungai dan Pembangunan Tanggul

Membersihkan sungai dari sedimentasi, memperbaiki aliran sungai, serta membangun tanggul atau sabo dam dapat menahan material seperti lumpur dan batu agar tidak meluncur deras saat hujan lebat.

Langkah ini terbukti efektif di daerah rawan yang dekat lereng gunung dan sungai.

3. Sistem Peringatan Dini (Early Warning System)

Pemasangan alat deteksi curah hujan, tinggi muka air, dan pergerakan tanah dapat membantu memberikan peringatan lebih cepat kepada masyarakat.

Dengan sistem ini, warga memiliki waktu untuk menyelamatkan diri sebelum banjir bandang terjadi.

4. Edukasi dan Simulasi Bencana untuk Masyarakat

Masyarakat perlu memahami tanda-tanda banjir bandang serta cara evakuasi yang benar.

Program edukasi, latihan evakuasi, dan sosialisasi jalur aman dapat meningkatkan kesiapsiagaan warga sehingga korban jiwa dapat diminimalkan.

5. Penataan Tata Ruang yang Lebih Ketat

Wilayah rawan banjir bandang sebaiknya tidak dijadikan permukiman atau are usaha.

Pemerintah perlu memperketat izin pembangunan, melarang pendirian bangunan di daerah bantaran sungai, serta mengarahkan warga ke wilayah yang lebih aman.

6. Peningkatan Infrastruktur Drainase dan Pengendalian Air

Pembangunan saluran drainase yang baik, kolam retensi, dan area resapan air dapat membantu mengendalikan aliran air berlebih saat hujan deras.

Infrastruktur ini juga mempercepat surutnya genangan agar tidak menimbulkan kerusakan lebih besar.

7. Kesiapan Peralatan dan Logistik Darurat

Pemerintah dan masyarakat perlu memastikan ketersediaan perahu, alat komunikasi, kendaraan evakuasi, serta logistik seperti makanan, obat-obatan, dan air bersih untuk kondisi darurat.

Hal ini penting untuk mempercepat proses penyelamatan dan penanganan awal setelah bencana terjadi.

Dampak jangka panjang banjir bandang menunjukkan bahwa bencana ini tidak hanya menghancurkan secara fisik, tetapi juga memengaruhi kehidupan masyarakat dalam berbagai aspek penting.

Kerugian ekonomi yang berkepanjangan, ancaman kesehatan, kerusakan lingkungan, hingga perubahan sosial menjadi tantangan besar yang harus dihadapi.

Oleh karena itu, penerapan upaya mitigasi yang tepat, mulai dari pengelolaan lingkungan, penguatan infrastruktur, hingga edukasi masyarakat, sangat diperlukan agar risiko dapat ditekan dan dampak yang muncul dapat diminimalkan.

Kesadaran, kesiapsiagaan dan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama untuk menghadapi bencana banjir bandang secara lebih efektif.

Laporan: Vania Tri Yuniar/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK