Akurat

Kenali Banjir Bandang: Penyebab, Tanda Awal, dan Langkah Pencegahannya

Redaksi Akurat | 10 Februari 2026, 18:45 WIB
Kenali Banjir Bandang: Penyebab, Tanda Awal, dan Langkah Pencegahannya

AKURAT.CO Banjir bandang merupakan jenis banjir yang terjadi secara tiba-tiba dengan luapan air yang deras dan besar, sering membawa lumpur, kayu, batu, maupun material lain sepanjang aliran sungai.

Banjir bandang berbeda dari banjir biasa karena kecepatan, volume air, dan intensitas kerusakan yang jauh lebih besar.

 Baca Juga: Pemerintah Kebut Pembangunian Hunian Tetap Korban Banjir Bandang di Tapanuli Selatan

Faktor Penyebab Banjir Bandang

1. Curah hujan tinggi. Hujan deras menyebabkan debit air meningkat cepat sehingga sungai maupun aliran air tidak mampu menampungnya.

2. Tipologi DAS dan kondisi aliran sungai. Daerah Aliran Sungai dengan alur curam, lembah, atau cekungan rentan memicu banjir bandang.

3. Penumpukan sampah, sedimen, atau material di aliran sungai menyebabkan air meluap tiba-tiba saat hujan deras.

4. Penebangan hutan/hilangnya resapan air. Hutan berfungsi sebagai penyerap air hujan. Jika pohon ditebang liar maka air hujan akan mengalir langsung ke sungai tanpa diserap yang meningkatkan risiko banjir bandang.

5. Alih fungsi lahan dan bangunan di daerah resapan/bantaran sungai membuat air hujan tidak terserap, melainkan mengalir deras yang memicu banjir bandang.

6. Longsor atau jebolnya bendungan/tanggul di hulu sungai menyebabkan debit air langsung tumpah ke hilir dan memicu banjir bandang.

 Baca Juga: Kenali Ciri-ciri Tanah yang Rawan Memicu Banjir Bandang, Wajib Diwaspadai!

Tanda-tanda Dini Banjir Bandang

  1. Air sungai tiba-tiba berubah warna dari jernih menjadi keruh sebagai tanda kalau tanah, lumpur, atau sedimen terbawa arus.
  2. Banyak ranting, kayu, atau sampah mengapung di sungai menjadi pertanda bahwa aliran dari hulu membawa material menyebabkan bendungan alami berpotensi tiba-tiba jebol.
  3. Suara gemuruh dari arah hulu sungai/aliran air menjadi pertanda bahwa air dan material bergerak dengan cepat.
  4. Hujan deras berkepanjangan, terutama di hulu sungai/lereng bukit membuat debit air naik drastis, sungai bisa meluap jika tidak mampu membendung.
  5. Muka air sungai menyusut tiba-tiba karena adanya bendungan alami akibat longsor atau material di sungai.

Cara Mitigasi & Pencegahan Banjir Bandang

  1. Menjaga dan memulihkan tutupan vegetasi/hutan di hulu sungai dengan melakukan reboisasi atau penghijauan untuk membantu tanah menyerap air hujan dan mengurangi aliran deras.
  2. Tidak membangun rumah atau bangunan di bantaran sungai atau area resapan.
  3. Menjaga kebersihan sungai dan saluran air dengan tidak membuang sampah sembarangan.
  4. Membangun infrastruktur mitigasi seperti embung, sabo dam, penguat tebing, dan sistem drainase serta jalur evakuasi di daerah rawan.
  5. Membentuk sistem peringatan dini & edukasi masyarakat.

Banjir bandang merupakan bencana alam yang sangat berbahaya, datang tiba-tiba, deras, dan membawa material berat. Namun, jika kita memiliki pengetahuan yang cukup tentang penyebab, tanda-tanda awal, serta penerapan mitigasi lingkungan dan kesiapsiagaan masyarakat, risiko yang disebabkan bisa dikurangi.

Marina Yeremin Sindika Sari (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.