Akurat

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 124 Kurikulum Merdeka: Analisis Tokoh Cerita 'Parki dan Alergi Telur'

Idham Nur Indrajaya | 29 Januari 2026, 12:19 WIB
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 124 Kurikulum Merdeka: Analisis Tokoh Cerita 'Parki dan Alergi Telur'

AKURAT.CO Sedang mencari kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 8 halaman 124 Kurikulum Merdeka? Pada Bab 4 Menulis Karya Fiksi, siswa diminta mencermati sifat tokoh dalam cerita berjudul “Parki dan Alergi Telur” karya Maya Lestari Gusfitri dan Elly Delfia.

Latihan ini bukan sekadar membaca cerita, melainkan mengajak pembaca memahami watak tokoh lewat tindakan, dialog, serta respons antar karakter. Artikel berikut menyajikan pembahasan lengkap sekaligus beberapa versi kunci jawaban yang dapat digunakan orang tua atau wali untuk mengoreksi hasil belajar siswa setelah mengerjakan soal secara mandiri.


Apa yang Dibahas pada Halaman 124?

Pada bagian Berlatih, siswa diminta:

“Cermatilah sifat tokoh-tokoh cerita ‘Parki dan Alergi Telur’.”

Fokus utamanya adalah mengisi tabel penokohan yang mencakup:

  • Identitas diri tokoh

  • Latar belakang atau alasan bertindak

  • Sifat atau karakter

  • Paragraf pendukung dalam teks

Cerita ini menyoroti keseharian Parki, kebiasaan makan telur, reaksi kedua orang tuanya, hingga munculnya masalah kesehatan yang memicu konflik kecil di keluarga.


Cara Menentukan Sifat Tokoh dalam Karya Fiksi

Sebelum masuk ke kunci jawaban, penting memahami bagaimana penokohan dianalisis. Berdasarkan teori sastra dan penjelasan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, watak tokoh bisa dikenali melalui:

  • Penjelasan langsung dari pengarang

  • Latar kehidupan tokoh

  • Tindakan saat menghadapi masalah

  • Cara berbicara dan berpikir

  • Penilaian tokoh lain

  • Reaksi terhadap situasi tertentu

Pendekatan inilah yang digunakan saat mengisi tabel pada halaman 124.


Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 124

Analisis Tokoh Cerita “Parki dan Alergi Telur”

Berikut rangkuman jawaban berdasarkan informasi dalam buku dan pembahasan yang beredar, disajikan dalam beberapa versi agar siswa bisa membandingkan hasil pekerjaannya.


1. Tokoh Parki

Identitas Diri

Nama: Parki
Jenis kelamin: Laki-laki
Status: Anak sekolah
Perkiraan kelas: Kelas 5 SD
Perkiraan usia: 11–12 tahun
Peran dalam cerita: Tokoh utama yang mengalami alergi telur
Dapat ditemukan pada paragraf: 3, 25, dan 32

Latar Belakang / Alasan Bertindak

Parki sering diberi telur oleh ibunya karena dianggap sebagai makanan bergizi. Namun, ia merasa bosan dengan menu yang sama setiap hari. Konsumsi telur yang terus-menerus itulah yang kemudian dikaitkan dengan munculnya bintitan dan alergi, membuat matanya bengkak. Penjelasan ini dapat dilacak pada paragraf 1 dan 15.

Sifat atau Karakter Tokoh – Versi 1

Parki tidak menyukai sesuatu yang monoton. Hal ini tampak dari sikapnya yang jenuh harus makan telur dan jeruk setiap hari.

Sifat atau Karakter Tokoh – Versi 2

Parki digambarkan sebagai anak yang patuh kepada orang tua meskipun sebenarnya bosan. Ia juga jujur dan tidak banyak membantah ketika diperiksa dokter.


2. Tokoh Ibu Parki

Identitas Diri

Nama: Ibu Parki
Jenis kelamin: Perempuan
Status: Ibu rumah tangga
Perkiraan usia: 34–36 tahun
Dapat ditemukan pada paragraf: 1, 5, 8, dan 9

Latar Belakang / Alasan Bertindak

Ibu Parki menyuruh anaknya mengonsumsi telur setiap hari karena panik melihat adanya bintitan dan percaya bahwa telur merupakan makanan bergizi yang membuat anak tumbuh sehat dan kuat. Alasan ini tampak pada paragraf 1, 4, 5, dan 9.

Sifat atau Karakter Tokoh – Versi 1

Memaksakan kehendak sendiri, terlihat dari kebiasaannya menyuruh Parki makan telur tanpa mempertimbangkan keluhan sang anak.

Sifat atau Karakter Tokoh – Versi 2

Penyayang dan perhatian terhadap kesehatan anak, tetapi cenderung cemas, panik, serta keras kepala karena terlalu yakin dengan pendapatnya sendiri.


3. Tokoh Ayah Parki

Identitas Diri

Nama: Ayah Parki
Jenis kelamin: Laki-laki
Status: Kepala keluarga
Perkiraan usia: 37–39 tahun
Dapat ditemukan pada paragraf: 10, 14, 15, dan 18

Latar Belakang / Alasan Bertindak

Ayah Parki menganggap bintitan sebagai hal yang biasa. Ia tetap ingin Parki sehat, tetapi memilih bersikap logis dan tidak terburu-buru panik menghadapi kondisi anaknya.

Sifat atau Karakter Tokoh – Versi 1

Kalem dan bijaksana, terlihat dari caranya tetap tenang saat istrinya panik.

Sifat atau Karakter Tokoh – Versi 2

Tenang, rasional, dan mampu menenangkan situasi ketika terjadi kepanikan dalam keluarga.


Mengapa Latihan Ini Penting?

Latihan di halaman 124 membantu siswa:

  • Melatih kemampuan membaca kritis

  • Mengenali watak tokoh lewat teks

  • Memahami hubungan sebab-akibat dalam cerita

  • Mengembangkan kepekaan terhadap konflik sederhana dalam karya fiksi

Dengan memahami karakter Parki, Ibu, dan Ayahnya, siswa belajar bahwa sebuah cerita tidak hanya bergerak lewat alur, tetapi juga lewat sikap dan keputusan para tokohnya.


Kesimpulan

Pembahasan kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 8 halaman 124 Kurikulum Merdeka menunjukkan bahwa:

  • Parki digambarkan sebagai anak patuh tetapi bosan dengan rutinitas.

  • Ibu Parki penuh perhatian, meski cenderung panik dan keras kepala.

  • Ayah Parki tampil sebagai sosok yang tenang dan bijaksana.

Perbedaan versi jawaban tetap dapat diterima selama didukung oleh bukti paragraf dalam teks cerita.

Kalau kamu tertarik dengan pembahasan soal-soal Kurikulum Merdeka lainnya, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 120 Kurikulum Merdeka: Unsur Cerpen 'Parki dan Alergi Telur'

Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 111 Kurikulum Merdeka: Lengkap dan Mudah Dipahami

FAQ

1. Halaman 124 Bahasa Indonesia kelas 8 membahas tentang apa?

Halaman 124 membahas latihan mencermati sifat tokoh dalam karya fiksi melalui cerita berjudul “Parki dan Alergi Telur” pada Bab 4 Menulis Karya Fiksi.


2. Siapa penulis buku Bahasa Indonesia kelas 8 Kurikulum Merdeka?

Buku tersebut ditulis oleh Maya Lestari Gusfitri dan Elly Delfia, diterbitkan oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek.


3. Apa tugas siswa pada soal Berlatih di halaman 124?

Siswa diminta mengisi tabel penokohan dengan mencantumkan:

  • Identitas tokoh

  • Latar belakang atau alasan bertindak

  • Sifat atau karakter

  • Paragraf pendukung dalam teks cerita


4. Siapa tokoh utama dalam cerita “Parki dan Alergi Telur”?

Tokoh utamanya adalah Parki, seorang siswa kelas 5 SD berusia sekitar 11–12 tahun yang mengalami alergi telur.


5. Bagaimana karakter Parki dalam cerita?

Parki digambarkan sebagai anak yang patuh kepada orang tua, jujur, tetapi merasa bosan dengan menu telur yang terus-menerus. Ia juga tidak menyukai hal yang monoton.


6. Mengapa Ibu Parki menyuruh Parki makan telur setiap hari?

Ibu Parki percaya bahwa telur adalah makanan bergizi untuk pertumbuhan anak. Ia juga panik ketika melihat Parki mengalami bintitan sehingga makin memaksakan kebiasaan tersebut.


7. Apa sifat utama Ibu Parki?

Ibu Parki digambarkan sebagai sosok penyayang dan perhatian, tetapi cenderung cemas, panik, serta keras kepala karena terlalu yakin dengan pendapatnya sendiri.


8. Bagaimana karakter Ayah Parki?

Ayah Parki bersikap tenang, rasional, dan bijaksana. Ia tidak mudah panik serta mampu menenangkan suasana saat terjadi masalah.


9. Mengapa ada beberapa versi jawaban dalam artikel?

Karena penafsiran sifat tokoh dalam karya fiksi bisa sedikit berbeda selama tetap didukung oleh bukti dari teks cerita, seperti tindakan tokoh atau paragraf tertentu.


10. Apakah kunci jawaban ini untuk langsung disalin siswa?

Kunci jawaban ini ditujukan sebagai bahan koreksi setelah siswa mencoba menjawab secara mandiri, bukan untuk dikerjakan tanpa membaca cerita.


11. Bagaimana cara menentukan sifat tokoh dalam cerita fiksi?

Sifat tokoh dapat ditentukan dengan memperhatikan:

  • Penjelasan langsung pengarang

  • Perilaku tokoh

  • Cara berbicara

  • Reaksi tokoh lain

  • Alur pikiran saat mengambil keputusan


12. Apakah artikel ini hanya membahas satu soal?

Fokus artikel ini adalah soal Berlatih halaman 124, tetapi pembaca juga bisa menemukan rujukan ke pembahasan halaman lain dalam buku Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.