Akurat

Mengapa Kita Tidak Merasakan Bumi Berputar? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Naufal Lanten | 12 Januari 2026, 18:25 WIB
Mengapa Kita Tidak Merasakan Bumi Berputar? Ini Penjelasan Ilmiahnya

AKURAT.CO Bumi berputar pada porosnya dengan kecepatan luar biasa, mencapai sekitar 1.600 kilometer per jam di wilayah khatulistiwa. Tak hanya itu, planet yang kita tinggali ini juga melaju mengelilingi Matahari dengan kecepatan sekitar 107.800 kilometer per jam. Angka tersebut terdengar ekstrem—bahkan jauh lebih cepat dibandingkan wahana permainan ekstrem di taman hiburan.

Namun muncul pertanyaan besar: jika Bumi bergerak secepat itu, mengapa kita tidak merasakan apa pun? Tidak ada rasa pusing, tidak ada sensasi terlempar, bahkan kita bisa berdiri, berjalan, dan beraktivitas seperti biasa. Jawabannya ternyata berkaitan erat dengan hukum dasar fisika, cara kerja gerak, dan peran gravitasi.

Seberapa Cepat Sebenarnya Bumi Bergerak?

Bumi melakukan dua jenis gerakan utama. Pertama adalah rotasi, yaitu perputaran Bumi pada porosnya yang berlangsung sekitar 23 jam 56 menit untuk satu putaran penuh. Kedua adalah revolusi, yakni gerakan Bumi mengelilingi Matahari yang berlangsung selama satu tahun.

Jika dihitung secara kasar, kecepatan rotasi Bumi di khatulistiwa bisa mencapai 1.770 kilometer per jam, sementara kecepatan revolusinya jauh lebih tinggi. Meski demikian, tubuh manusia sama sekali tidak merespons kecepatan tersebut secara langsung.

Mengapa Kita Tidak Merasakan Rotasi Bumi?

Jawaban singkatnya: karena Bumi bergerak dengan sangat stabil dan konsisten, serta semua yang ada di atasnya ikut bergerak bersama. Namun secara ilmiah, ada dua faktor utama yang menjelaskannya.

Rotasi Bumi Terjadi Secara Konstan dan Mulus

Bayangkan Anda sedang berada di dalam mobil yang melaju kencang di jalan tol. Selama kecepatan mobil stabil dan tidak ada pengereman mendadak atau belokan tajam, tubuh Anda nyaris tidak merasakan dorongan apa pun. Sensasi baru terasa saat mobil mengerem, berakselerasi, atau berbelok tiba-tiba.

Hal serupa terjadi pada Bumi. Planet ini berputar dengan kecepatan yang hampir sepenuhnya konstan, tanpa perubahan mendadak. Karena tidak ada percepatan ekstrem, tubuh manusia tidak menerima “sinyal” bahwa sedang terjadi gerakan.

Stephanie Deppe, astronom dan ahli strategi konten Observatorium Vera C. Rubin di Chili, menggambarkan rotasi Bumi seperti laju mobil yang stabil di jalan raya. Selama kecepatannya konstan, penumpang tidak merasa sedang bergerak.

Greg Gbur, profesor fisika dan ilmu optik di Universitas North Carolina di Charlotte, menjelaskan konsep ini melalui eksperimen pemikiran klasik Galileo:

"Galileo terkenal membayangkan eksperimen pemikiran berada di dalam perut sebuah kapal. Jika kapal tersebut berlayar di perairan yang tenang versus kapal yang berlabuh di pelabuhan, Anda tidak akan melihat perbedaan apa pun menurut hukum fisika."

Artinya, selama sistem bergerak secara seragam, hukum fisika bekerja dengan cara yang sama. Kita, bangunan, laut, hingga atmosfer Bumi semuanya ikut “menumpang” dalam rotasi yang sama.

Baca Juga: Terungkap! Rahasia Mikroorganisme Purba Bertahan Hidup di Bumi Ekstrem Miliaran Tahun Lalu

Baca Juga: Apa Itu Lempeng Bumi? Pengertian, Jenis-jenis, dan Dampaknya

Atmosfer Ikut Bergerak Bersama Bumi

Salah satu alasan lain mengapa kita tidak merasakan “angin kencang” akibat rotasi Bumi adalah karena atmosfer juga ikut berputar bersama planet ini. Udara tidak diam saat Bumi berputar, melainkan bergerak seiring dengan permukaan Bumi.

Ini mirip dengan membuka jendela mobil. Jika Anda membuka jendela saat mobil melaju kencang, Anda merasakan hembusan angin. Namun jika jendela sudah terbuka sejak awal dan udara di dalam mobil bergerak bersama kendaraan, sensasinya jauh lebih minim.

Peran Gravitasi: Penahan yang Sangat Kuat

Selain gerak yang konstan, faktor kunci lainnya adalah gravitasi. Gaya gravitasi Bumi menahan manusia dan segala benda tetap berada di permukaan planet ini.

Secara teori, rotasi Bumi memang menimbulkan gaya yang berusaha “menarik” benda ke arah luar, mirip sensasi saat tubuh terdorong ke samping ketika mobil berbelok tajam atau melakukan donat. Gaya ini dikenal sebagai percepatan sentripetal.

"Itu adalah perasaan inersia," kata Gbur.
"Tubuh Anda ingin terus berjalan dalam garis lurus, tetapi jika Anda berada di dalam mobil, mobil tersebut mencoba menarik Anda membentuk lingkaran."

Namun dalam skala Bumi, efek ini sangat kecil. Percepatan gravitasi di permukaan Bumi mencapai sekitar 9,8 m/s², sementara pengurangan gravitasi akibat rotasi Bumi di wilayah ekuator hanya sekitar 0,03 m/s².

Perbedaan tersebut memang bisa diukur secara ilmiah, tetapi terlalu kecil untuk dirasakan oleh tubuh manusia. Akibatnya, gaya gravitasi tetap mendominasi dan membuat kita “menempel” dengan nyaman di permukaan Bumi.

Kenapa Wahana Karnaval Terasa, Tapi Rotasi Bumi Tidak?

Wahana permainan di taman hiburan terasa ekstrem karena mengalami perubahan kecepatan dan arah secara cepat. Ada akselerasi, deselerasi, dan belokan tajam yang memicu respons tubuh.

Sebaliknya, rotasi Bumi berlangsung stabil, tanpa hentakan mendadak. Tubuh manusia tidak merespons kecepatan konstan, melainkan perubahan kecepatan. Inilah alasan utama mengapa perbedaan keduanya sangat terasa.

Apa yang Terjadi Jika Bumi Tiba-Tiba Berhenti Berputar?

Menariknya, kita justru akan sangat menyadari rotasi Bumi jika planet ini berhenti berputar secara tiba-tiba. Mengutip laman Astronomy, dampaknya akan sangat destruktif.

Di wilayah khatulistiwa, permukaan Bumi bergerak dengan kecepatan hingga 1.770 kilometer per jam. Jika rotasi berhenti mendadak, segala sesuatu di permukaan—termasuk manusia, bangunan, dan lautan—akan terlempar ke arah timur. Angin superkencang akan menyapu daratan, dan bencana global hampir tak terhindarkan.

Bahkan jika Bumi berhenti berputar secara perlahan, dampaknya tetap besar, mulai dari perubahan pola cuaca, terganggunya ritme biologis manusia, hingga hilangnya medan magnet Bumi.

Untungnya, tanpa kekuatan eksternal yang luar biasa besar, kemungkinan Bumi berhenti berotasi hampir tidak ada.

Kesimpulan: Kenapa Bumi Berputar Tapi Kita Tetap Santai?

Kita tidak merasakan Bumi berputar karena dua alasan utama: rotasi Bumi berlangsung stabil dan konstan, serta gravitasi menahan kita dengan sangat kuat. Kita, atmosfer, dan seluruh isi planet ini bergerak bersama dalam sistem yang sama, sehingga tubuh tidak menerima sensasi perubahan gerak.

Sederhananya, kita tidak merasakan rotasi Bumi karena tidak ada “kejutan” fisika yang cukup besar untuk disadari indera manusia—mirip seperti tidak merasakan kapal pesiar besar yang melaju mulus di lautan tenang.

Kalau kamu tertarik dengan fakta-fakta sains lain tentang Bumi dan alam semesta, pantau terus update artikel menarik berikutnya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Apa yang Membuat Bumi dan Bulan Tetap Berada dalam Orbitnya? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Baca Juga: Apa Hubungan antara Bumi, Matahari, dan Bulan? Ini Penjelasan Lengkapnya dari Ilmu Pengetahuan

FA

1. Mengapa manusia tidak merasakan Bumi berputar?

Manusia tidak merasakan Bumi berputar karena rotasi Bumi berlangsung dengan kecepatan yang konstan dan stabil. Tubuh manusia hanya merasakan perubahan kecepatan, bukan gerakan yang berjalan mulus tanpa percepatan mendadak.

2. Seberapa cepat Bumi sebenarnya berputar?

Bumi berputar pada porosnya dengan kecepatan sekitar 1.600 hingga 1.770 kilometer per jam di wilayah khatulistiwa. Selain itu, Bumi juga mengelilingi Matahari dengan kecepatan sekitar 107.800 kilometer per jam.

3. Apakah atmosfer Bumi juga ikut berputar?

Ya, atmosfer Bumi ikut bergerak bersama rotasi planet. Karena udara di sekitar kita bergerak dengan kecepatan yang sama, kita tidak merasakan hembusan angin akibat rotasi Bumi.

4. Apa peran gravitasi dalam rotasi Bumi?

Gravitasi berperan menahan manusia dan semua benda tetap berada di permukaan Bumi. Gaya gravitasi jauh lebih kuat dibandingkan gaya sentrifugal akibat rotasi Bumi, sehingga kita tidak terlempar ke luar angkasa.

5. Mengapa wahana karnaval terasa berputar, tetapi Bumi tidak?

Wahana karnaval mengalami perubahan kecepatan dan arah secara cepat, sehingga tubuh merasakan gaya dorong atau tarikan. Sebaliknya, rotasi Bumi berlangsung stabil tanpa perubahan mendadak, sehingga tidak terasa oleh indera manusia.

6. Apakah rotasi Bumi memengaruhi berat badan manusia?

Ya, tetapi sangat kecil. Di daerah khatulistiwa, efek rotasi Bumi mengurangi percepatan gravitasi sekitar 0,03 m/s². Pengaruh ini dapat diukur secara ilmiah, namun tidak terasa oleh tubuh manusia.

7. Apa yang akan terjadi jika Bumi berhenti berputar?

Jika Bumi berhenti berputar secara tiba-tiba, akan terjadi bencana besar. Segala sesuatu di permukaan Bumi akan terlempar ke arah timur, disertai angin ekstrem dan perubahan besar pada sistem iklim serta medan magnet.

8. Apakah mungkin Bumi berhenti berotasi?

Hampir tidak mungkin. Dibutuhkan gaya eksternal yang sangat besar untuk menghentikan rotasi Bumi. Dalam kondisi alamiah, rotasi Bumi cenderung stabil dan berlangsung sangat lama.

9. Apakah semua bagian Bumi berputar dengan kecepatan yang sama?

Tidak. Kecepatan rotasi Bumi paling tinggi di wilayah khatulistiwa dan semakin berkurang ke arah kutub, hingga hampir nol di titik kutub.

10. Bagaimana ilmuwan membuktikan bahwa Bumi berputar?

Ilmuwan membuktikan rotasi Bumi melalui berbagai metode, seperti pengamatan efek Coriolis, eksperimen bandul Foucault, serta pengukuran satelit modern yang memantau pergerakan Bumi secara presisi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.