Terungkap! Rahasia Mikroorganisme Purba Bertahan Hidup di Bumi Ekstrem Miliaran Tahun Lalu
AKURAT.CO Mikroorganisme purba merupakan bentuk kehidupan paling awal yang muncul di Bumi.
Meski hidup dalam kondisi yang sangat ekstrem, organisme mikroskopis ini mampu bertahan dan berkembang, bahkan menjadi fondasi bagi kehidupan modern.
Lalu, bagaimana mikroorganisme purba bisa bertahan di lingkungan Bumi yang belum ramah seperti sekarang?
Sekitar 3,8 miliar tahun lalu, kondisi Bumi sangat berbeda dibandingkan saat ini. Atmosfer belum mengandung oksigen bebas dan didominasi gas metana, amonia, serta hidrogen.
Radiasi ultraviolet dari Matahari sangat kuat karena belum terbentuk lapisan ozon. Selain itu, lautan bersifat asam, sementara aktivitas vulkanik dan tumbukan meteorit terjadi secara intens.
Lingkungan ekstrem tersebut justru menjadi habitat ideal bagi mikroorganisme purba, khususnya di ventilasi hidrotermal dan mata air panas di dasar laut.
Untuk bertahan hidup tanpa oksigen, mikroorganisme purba seperti bakteri dan Archaea mengembangkan metabolisme anaerob.
Mereka memanfaatkan senyawa kimia seperti hidrogen, sulfur, dan besi sebagai sumber energi.
Kemampuan ini memungkinkan mereka hidup pada suhu tinggi, tekanan besar, serta tingkat keasaman ekstrem yang tidak dapat ditoleransi oleh sebagian besar makhluk hidup modern.
Baca Juga: Pembunuh Balita Divonis 9 Tahun, Keadilan untuk Anak Dipertanyakan
Sekitar 3,5–2,7 miliar tahun lalu, sianobakteri mulai melakukan fotosintesis oksigenik. Namun, peningkatan signifikan oksigen di atmosfer—yang dikenal sebagai Great Oxidation Event (GOE)—baru terjadi sekitar 2,4–2,3 miliar tahun lalu, setelah besi di lautan mengalami oksidasi.
Pada awalnya, oksigen bersifat racun bagi banyak mikroorganisme purba.
Sebagian spesies mampu beradaptasi, sementara lainnya berevolusi atau punah. Peristiwa ini menjadi titik balik penting dalam sejarah evolusi kehidupan di Bumi.
Penelitian modern menemukan mikroorganisme yang masih hidup di dalam batuan berusia sekitar 2 miliar tahun di kawasan Bushveld, Afrika Selatan.
Mikroba tersebut bertahan dengan metabolisme yang sangat lambat, membuktikan daya tahan luar biasa mikroorganisme purba terhadap perubahan lingkungan dalam jangka waktu yang sangat panjang.
Mikroorganisme purba mampu bertahan hidup di Bumi awal berkat adaptasi ekstrem, metabolisme anaerob, serta kemampuan berevolusi dengan cepat.
Ketahanan mereka tidak hanya memungkinkan kehidupan bertahan di masa lalu, tetapi juga menjadi dasar munculnya keanekaragaman hayati di Bumi saat ini.
Memahami cara mikroorganisme purba bertahan hidup membantu manusia menelusuri asal-usul kehidupan sekaligus membuka peluang untuk memahami potensi kehidupan di planet lain.
Laporan: Vidhia Ramadhanti/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







