Mengapa Manusia Menciptakan Uang? Ini Alasan, Sejarah, dan Perkembangannya dari Masa ke Masa

AKURAT.CO Uang adalah bagian yang nyaris tak terpisahkan dari kehidupan manusia modern. Dari membeli makanan, membayar transportasi, hingga menabung untuk masa depan, semuanya melibatkan uang. Namun, pernahkah terpikir, mengapa manusia menciptakan uang sejak awal? Pertanyaan ini membawa kita pada perjalanan panjang peradaban manusia, mulai dari era barter hingga munculnya uang digital seperti bitcoin. Uang tidak lahir begitu saja, melainkan hadir sebagai jawaban atas kebutuhan manusia dalam menjalankan aktivitas ekonomi yang semakin kompleks.
Apa Itu Uang dan Mengapa Perannya Begitu Penting?
Sebelum memahami alasan di balik penciptaannya, penting untuk mengenal definisi uang. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), uang diartikan sebagai alat tukar atau alat pengukur nilai yang sah dan dikeluarkan oleh negara. Bentuknya bisa berupa kertas, logam, hingga bahan berharga seperti emas dan perak.
Dalam praktiknya, uang berfungsi sebagai alat pembayaran barang dan jasa, penyimpan nilai, hingga sarana memindahkan kekayaan. Tanpa uang, sistem ekonomi modern hampir mustahil berjalan efisien.
Mengapa Manusia Menciptakan Uang?
Jawaban utama dari pertanyaan ini berakar pada keterbatasan sistem barter. Pada masa awal peradaban, manusia memenuhi kebutuhan hidup dengan cara saling menukar barang. Beras ditukar sayur, ikan ditukar buah, dan seterusnya. Meski sederhana, sistem ini menyimpan banyak masalah.
Pertama, barter mengharuskan adanya kecocokan kebutuhan antara dua pihak. Kedua, tidak semua barang mudah dibagi atau disetarakan nilainya. Ketiga, transaksi menjadi tidak praktis ketika kebutuhan semakin beragam.
Kondisi ini mendorong manusia untuk mencari solusi yang lebih efisien. Dari sinilah uang mulai diciptakan—sebagai alat tukar yang disepakati bersama dan bisa diterima secara luas. Seperti dikutip dari buku Pengantar Bisnis Modern (2021) karya H. Mohammad Ali Imron, uang diciptakan untuk melancarkan kegiatan tukar menukar dan perdagangan dalam perekonomian.
Dari Barter ke Uang: Awal Mula Perubahan Sistem Ekonomi
Untuk mengatasi kendala barter, manusia mulai menggunakan uang komoditas. Barang-barang seperti garam, teh, tembakau, biji-bijian, hingga hasil bumi lainnya digunakan sebagai alat pembayaran. Barang tersebut dipilih karena memiliki nilai guna dan relatif diterima oleh banyak orang.
Namun, uang komoditas juga memiliki kelemahan. Banyak di antaranya tidak tahan lama dan sulit disimpan. Kebutuhan akan alat tukar yang lebih awet dan praktis pun semakin mendesak, hingga akhirnya manusia beralih ke logam dan kertas.
Perkembangan Uang dari Masa ke Masa
Perjalanan uang mencerminkan perkembangan akal budi dan teknologi manusia. Dari benda sederhana hingga sistem digital, uang terus berevolusi mengikuti zaman.
Uang Logam: Awal Standarisasi
Sejarah mencatat bahwa uang logam pertama kali dicetak oleh bangsa Lydia pada abad ke-6 sebelum masehi. Koin tersebut terbuat dari campuran emas dan perak, dikenal sebagai electrum, dan diberi cap sebagai penanda keabsahan. Langkah ini menjadi tonggak penting karena nilai uang mulai distandarisasi oleh otoritas tertentu.
Uang Kertas: Solusi Praktis dari Cina
Ketika pasokan logam mulia terbatas, Cina mengambil langkah inovatif dengan menciptakan uang kertas. Pada masa Dinasti Tang, Ts'ai Lun berhasil membuat uang dari kulit kayu murbei. Penggunaan uang kertas semakin meluas pada masa Dinasti Song Selatan sekitar tahun 1160 melalui mata uang Huizi. Sejak saat itu, uang kertas menjadi alat pembayaran resmi di banyak negara.
Masuk ke Era Modern: Kartu dan Uang Elektronik
Seiring berkembangnya teknologi, uang tidak lagi selalu berbentuk fisik. Kartu pembayaran mulai digunakan untuk transaksi ritel, transportasi, hingga jalan tol. Inovasi ini membuka jalan bagi sistem pembayaran non-tunai yang lebih cepat dan aman.
Uang Digital dan Cryptocurrency
Babak terbaru dalam sejarah uang adalah munculnya uang digital. Salah satu yang paling dikenal adalah bitcoin, yang diperkenalkan oleh Satoshi Nakamoto pada 2009. Cryptocurrency seperti bitcoin, ethereum, dan lainnya menawarkan sistem keuangan berbasis teknologi blockchain yang terdesentralisasi. Meski masih menuai pro dan kontra, uang digital menandai arah baru sistem ekonomi global.
Jenis-Jenis Uang yang Digunakan Saat Ini
Dalam sistem ekonomi modern, uang umumnya dibagi menjadi dua jenis utama. Uang kartal merupakan alat pembayaran sah yang digunakan dalam transaksi sehari-hari, seperti uang kertas dan logam. Sementara itu, uang giral berbentuk simpanan di bank yang dapat digunakan melalui cek atau transfer.
Kedua jenis ini saling melengkapi dan memudahkan aktivitas ekonomi di berbagai lapisan masyarakat.
Baca Juga: Mengapa Uang Kertas Bisa Memiliki Nilai?
Fungsi Uang dalam Kehidupan Sehari-hari
Lebih dari sekadar alat tukar, uang memiliki berbagai fungsi penting. Uang digunakan untuk menyimpan kekayaan, memindahkan nilai, menentukan harga barang dan jasa, hingga mendorong kegiatan ekonomi seperti bisnis dan investasi. Tanpa uang, roda perekonomian akan bergerak jauh lebih lambat.
Kesimpulan: Uang sebagai Jawaban atas Kebutuhan Manusia
Dari barter sederhana hingga transaksi digital lintas negara, uang diciptakan sebagai solusi atas kebutuhan manusia yang terus berkembang. Uang membuat pertukaran lebih adil, praktis, dan efisien. Perkembangannya dari masa ke masa menunjukkan bagaimana manusia terus beradaptasi demi menciptakan sistem ekonomi yang lebih baik.
Kalau kamu tertarik memahami topik ekonomi dan sejarah lainnya dengan sudut pandang yang ringan dan relevan, pantau terus artikel terbaru di AKURAT.CO.
Baca Juga: Sejarah Uang: dari Sistem Barter hingga Era Digital
Baca Juga: Sejarah Lahirnya Ekonomi Syariah di Indonesia
FAQ
1. Mengapa manusia menciptakan uang?
Manusia menciptakan uang untuk mengatasi keterbatasan sistem barter. Barter dianggap tidak praktis karena sulit menemukan kecocokan kebutuhan dan menentukan nilai tukar yang adil. Uang hadir sebagai alat tukar yang diterima secara umum agar transaksi menjadi lebih mudah dan efisien.
2. Apa masalah utama dalam sistem barter?
Sistem barter mengharuskan kedua pihak memiliki kebutuhan yang saling cocok. Selain itu, barter menyulitkan penentuan nilai barang dan jasa serta tidak efektif ketika kebutuhan manusia semakin beragam.
3. Apa yang dimaksud dengan uang dalam ilmu ekonomi?
Dalam ekonomi, uang didefinisikan sebagai alat tukar yang diterima secara umum dalam transaksi barang dan jasa. Uang juga berfungsi sebagai alat penyimpan nilai dan pengukur harga.
4. Bagaimana awal mula uang digunakan oleh manusia?
Uang bermula dari penggunaan uang komoditas seperti garam, teh, biji-bijian, dan hasil bumi lainnya. Barang-barang tersebut dipilih karena memiliki nilai guna dan dapat diterima oleh banyak orang sebelum akhirnya berkembang menjadi uang logam dan uang kertas.
5. Siapa yang pertama kali menciptakan uang logam?
Uang logam pertama kali dicetak oleh bangsa Lydia pada abad ke-6 sebelum masehi. Koin tersebut terbuat dari campuran emas dan perak dan digunakan sebagai alat pembayaran resmi di wilayah kekuasaan mereka.
6. Kapan uang kertas pertama kali digunakan?
Uang kertas pertama kali digunakan di Cina pada masa Dinasti Tang. Ts'ai Lun menciptakan uang kertas dari kulit kayu murbei karena keterbatasan bahan logam mulia seperti emas dan perak.
7. Apa perbedaan uang kartal dan uang giral?
Uang kartal adalah alat pembayaran sah berupa uang kertas dan logam yang digunakan dalam transaksi sehari-hari. Uang giral adalah simpanan di bank yang digunakan melalui cek, giro, atau transfer.
8. Apa fungsi utama uang dalam kehidupan manusia?
Uang berfungsi sebagai alat tukar, alat pembayaran, penyimpan kekayaan, alat pemindah nilai, serta pendorong kegiatan ekonomi seperti bisnis dan investasi.
9. Mengapa uang terus berkembang hingga menjadi digital?
Perkembangan uang mengikuti kemajuan teknologi dan kebutuhan manusia akan sistem pembayaran yang lebih cepat, aman, dan praktis. Dari uang kertas, kartu pembayaran, hingga uang digital, semuanya bertujuan meningkatkan efisiensi transaksi.
10. Apakah uang digital seperti bitcoin termasuk uang?
Uang digital seperti bitcoin termasuk dalam kategori cryptocurrency. Meskipun tidak diterbitkan oleh negara, bitcoin digunakan sebagai alat transaksi dan penyimpan nilai dalam sistem keuangan digital berbasis teknologi blockchain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









