Akurat

Sejarah Perompak Laut dan Bajak Laut Dunia

Ratu Tiara | 3 Januari 2026, 16:12 WIB
Sejarah Perompak Laut dan Bajak Laut Dunia

AKURAT.CO Sejarah perompak laut dan bajak laut dunia berkaitan erat dengan perkembangan perdagangan maritim, kolonialisme, dan konflik antarnegara.

Aktivitas pembajakan laut telah berlangsung sejak awal pelayaran antarbenua dan memberi dampak besar terhadap keamanan serta perdagangan global.

Baca Juga: 5 Alasan Shanks Jadi Yonko Terkuat Di Anime One Piece, Bajak Laut Paling Ditakuti

Pengertian Perompak Laut dan Bajak Laut

Bajak laut (pirates) adalah pelaut yang merampok di laut tanpa izin negara, sedangkan perompak laut merupakan istilah umum untuk aktivitas pembajakan.

Dalam sejarah Eropa juga dikenal privateer, yaitu pelaut yang mendapat izin kerajaan untuk menyerang kapal musuh. Perbedaan ini menunjukkan bahwa tidak semua pembajak laut dianggap kriminal murni. Beberapa di antaranya justru berperan sebagai alat politik dan ekonomi negara tertentu.

Awal Mula Perompakan Laut dalam Sejarah

Perompakan laut telah terjadi sejak zaman kuno di kawasan Laut Mediterania.

Pada abad ke-14 SM, kelompok Sea Peoples dikenal sering menyerang kapal dan wilayah pesisir Fenisia serta Yunani. Praktik ini berlanjut hingga era Romawi, salah satunya dilakukan bajak laut Cilicia yang bahkan pernah menawan Julius Caesar pada 75 SM.

Memasuki abad pertengahan, aktivitas perompakan semakin meluas di jalur perdagangan Eropa-Asia-Afrika akibat lemahnya pengawasan laut, dengan sasaran utama kapal dagang yang membawa emas, rempah-rempah, dan barang berharga lainnya.

Zaman Keemasan Bajak Laut

Periode abad ke-17-18 (1650-1730) dikenal sebagai Zaman Keemasan Bajak Laut (Golden Age of Piracy).

Wilayah Karibia, Samudra Atlantik, dan pesisir Amerika menjadi pusat aktivitas bajak laut dunia.

Tokoh-tokoh terkenal seperti Blackbeard (Edward Teach), Henry Morgan, dan Anne Bonny muncul pada masa ini.

Banyak bajak laut berasal dari mantan pelaut kerajaan atau privateer yang kemudian membentuk kelompok independen dengan sistem yang lebih egaliter, berbeda dengan struktur ketat angkatan laut kerajaan.

Perompak Laut di Asia dan Nusantara

Perompakan laut juga berkembang di Asia, terutama di Selat Malaka, Laut Cina Selatan, dan perairan Nusantara yang merupakan jalur perdagangan rempah-rempah.

Beberapa kelompok perompak memiliki hubungan dengan penguasa lokal dan terlibat dalam konflik regional, sementara kekuatan kolonial memanfaatkan aktivitas ini sebagai alasan untuk memperluas penguasaan wilayah laut strategis.

Dampak Perompakan Laut terhadap Dunia

Perompakan laut berdampak besar terhadap perdagangan global dengan menimbulkan kerugian ekonomi dan ancaman keamanan. Namun, ancaman ini juga mendorong negara-negara membangun angkatan laut yang kuat serta merumuskan hukum internasional maritim.

Hingga kini, pembajakan laut masih terjadi dalam bentuk modern di beberapa perairan dunia.

Baca Juga: Polisi Buru Bajak Laut Bersenjata Api yang Resahkan Nelayan di Kalbar

Dalam sejarah maritim dunia, sejarah perompak dan bajak laut menunjukkan bahwa pembajakan laut merupakan bagian dari dinamika ekonomi dan politik global.

Aktivitas ini tidak hanya memengaruhi perdagangan dan keamanan laut, tetapi juga membentuk sistem hukum maritim yang dikenal hingga kini.

Vidhia Ramadhanti (Magang)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R