Akurat

Alasan di Balik Persaingan Geopolitik Amerika Serikat dan China

Eko Krisyanto | 29 Desember 2025, 10:54 WIB
Alasan di Balik Persaingan Geopolitik Amerika Serikat dan China

AKURAT.CO Persaingan antara Amerika Serikat dan China menjadi salah satu dinamika geopolitik paling berpengaruh di dunia saat ini.

Hubungan kedua negara yang dulunya didominasi kerja sama ekonomi kini berubah menjadi rivalitas strategis yang melibatkan perdagangan, teknologi, keamanan, dan pengaruh global.

Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada hubungan bilateral, tetapi juga memengaruhi stabilitas politik dan ekonomi internasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, rivalitas Amerika Serikat dan China semakin menguat seiring perubahan peta kekuatan global.

Amerika Serikat berusaha mempertahankan posisinya sebagai kekuatan dominan dunia, sementara China muncul sebagai kekuatan baru dengan ambisi besar di bidang ekonomi, teknologi, dan militer.

Kondisi inilah yang menjadi latar utama persaingan geopolitik antara kedua negara.

Latar Belakang Rivalitas Amerika Serikat dan China

Persaingan geopolitik Amerika Serikat dan China berawal dari pertumbuhan ekonomi China yang sangat pesat.

Sejak menjadi pusat manufaktur dunia, China mampu menyaingi dominasi ekonomi Amerika Serikat dalam perdagangan global.

Ketimpangan neraca perdagangan yang besar, terutama defisit yang dialami Amerika Serikat, kemudian memicu ketegangan politik dan ekonomi di antara keduanya.

Amerika Serikat memandang kebangkitan China sebagai ancaman terhadap kepentingan nasionalnya, baik dari sisi ekonomi maupun geopolitik.

Di sisi lain, China menilai berbagai kebijakan Amerika Serikat sebagai upaya untuk menghambat perkembangan dan pengaruh globalnya.

Perang Dagang sebagai Instrumen Geopolitik

Salah satu bentuk nyata persaingan ini terlihat dalam perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Pengenaan tarif impor, pembatasan perdagangan, dan kebijakan proteksionis digunakan sebagai alat untuk menekan satu sama lain.

Namun, perang dagang ini tidak semata-mata bertujuan ekonomi, melainkan juga sebagai strategi geopolitik untuk menunjukkan kekuatan dan pengaruh.

Melalui perang dagang, kedua negara berusaha melindungi industri domestik sekaligus mengurangi ketergantungan ekonomi satu sama lain.

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Amerika Serikat dan China, tetapi juga oleh pasar global yang mengalami ketidakpastian dan volatilitas.

Persaingan Teknologi dan Inovasi

Selain perdagangan, teknologi menjadi medan utama persaingan geopolitik Amerika Serikat dan China.

Keduanya berlomba menguasai teknologi strategis seperti semikonduktor, kecerdasan buatan, dan telekomunikasi.

Dominasi di sektor teknologi dianggap sebagai kunci kekuatan ekonomi dan militer di masa depan.

Amerika Serikat memperketat regulasi dan pembatasan terhadap perusahaan teknologi China dengan alasan keamanan nasional.

Sementara itu, China terus mengembangkan inovasi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing.

Kepentingan Keamanan dan Pengaruh Global

Persaingan geopolitik Amerika Serikat dan China juga berkaitan erat dengan isu keamanan dan pengaruh global.

Kedua negara berusaha memperluas pengaruhnya melalui aliansi strategis, kehadiran militer, serta peran aktif dalam organisasi internasional.

Kawasan Asia-Pasifik menjadi salah satu titik utama ketegangan karena dianggap memiliki nilai strategis tinggi.

Selain itu, perbedaan sistem politik dan ideologi turut memperkuat rivalitas. Amerika Serikat mempromosikan demokrasi liberal, sementara China menawarkan model pembangunan dengan sistem politik yang berbeda, sehingga memunculkan persaingan pengaruh di negara-negara berkembang.

Dampak Persaingan Amerika Serikat dan China bagi Dunia

Persaingan geopolitik antara Amerika Serikat dan China membawa dampak besar bagi dunia.

Ketegangan ini memengaruhi stabilitas ekonomi global, rantai pasok internasional, serta kebijakan luar negeri banyak negara.

Banyak negara berada dalam posisi sulit karena harus menyeimbangkan hubungan dengan kedua kekuatan besar tersebut.

Ke depan, rivalitas Amerika Serikat dan China diperkirakan akan terus berlanjut dan menjadi faktor utama dalam pembentukan tatanan dunia baru.

Dinamika ini menuntut negara-negara lain untuk lebih cermat dalam menentukan strategi politik dan ekonominya di tengah persaingan dua kekuatan global tersebut.

Laporan: Vania Tri Yuniar/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK