Akurat

Sejarah Perang Vietnam dan Kekalahan Amerika Serikat

Ratu Tiara | 28 Desember 2025, 16:58 WIB
Sejarah Perang Vietnam dan Kekalahan Amerika Serikat

AKURAT.CO Perang Vietnam merupakan salah satu konflik paling kompleks dan berpengaruh dalam sejarah Perang Dingin. Konflik ini tidak hanya memperlihatkan pertarungan ideologi antara komunisme dan kapitalisme, tetapi juga menandai kekalahan besar Amerika Serikat dalam perang modern.

Perang yang berlangsung selama dua dekade ini meninggalkan dampak politik, sosial, dan psikologis yang mendalam, baik bagi Vietnam maupun Amerika Serikat.

Baca Juga: Kisah Para Istri Tahanan Perang Vietnam, Sekian Lama Diminta Bungkam oleh Pemerintah AS

Latar Belakang Perang Vietnam

Akar Perang Vietnam dapat ditelusuri sejak masa kolonialisme Prancis di Indochina.

Setelah Perang Dunia II, Vietnam berjuang untuk merdeka dari Prancis di bawah kepemimpinan Ho Chi Minh.

Kemenangan Vietnam atas Prancis dalam Pertempuran Dien Bien Phu (1954) mengakhiri kekuasaan kolonial Prancis.

Konferensi Jenewa tahun 1954 kemudian membagi Vietnam menjadi dua wilayah:

  • Vietnam Utara (komunis), dipimpin Ho Chi Minh
  • Vietnam Selatan (anti-komunis), didukung Amerika Serikat

Pembagian ini seharusnya bersifat sementara, namun perbedaan ideologi memicu konflik berkepanjangan.

Keterlibatan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam

Amerika Serikat terlibat aktif di Vietnam dengan tujuan menahan penyebaran komunisme di Asia Tenggara, sesuai dengan teori domino.

Pada awalnya, AS hanya mengirim penasihat militer, tetapi eskalasi besar terjadi pada awal 1960-an.

Insiden Teluk Tonkin tahun 1964 menjadi titik balik keterlibatan militer AS secara penuh. Sejak saat itu, ratusan ribu tentara Amerika dikerahkan ke Vietnam Selatan.

Baca Juga: Kematian Akibat Narkoba di AS Melebihi Jumlah Tentara yang Gugur di Perang Vietnam

Jalannya Perang Vietnam

Perang Gerilya dan Strategi Viet Cong

Pasukan Vietnam Utara dan Viet Cong menggunakan strategi perang gerilya, memanfaatkan medan hutan, terowongan bawah tanah, dan dukungan penduduk lokal. Strategi ini menyulitkan pasukan AS yang mengandalkan teknologi militer modern.

Ofensif Tet (1968)

Ofensif Tet menjadi momen krusial dalam Perang Vietnam. Meskipun secara militer AS berhasil memukul mundur serangan Viet Cong, ofensif ini mengguncang opini publik Amerika karena menunjukkan bahwa perang belum mendekati kemenangan.

Faktor Kekalahan Amerika Serikat

Beberapa faktor utama yang menyebabkan kekalahan Amerika Serikat antara lain:

  • Ketidaksiapan menghadapi perang gerilya
  • Kurangnya dukungan dari rakyat Vietnam Selatan
  • Tekanan opini publik dan gerakan anti-perang di Amerika
  • Medan perang yang sulit dan iklim tropis
  • Strategi militer yang tidak efektif dalam jangka panjang

Kombinasi faktor internal dan eksternal membuat AS kehilangan legitimasi dan motivasi untuk melanjutkan perang.

Penarikan Pasukan dan Kejatuhan Saigon

Pada awal 1970-an, Amerika Serikat mulai menarik pasukannya melalui kebijakan Vietnamisasi, yaitu menyerahkan tanggung jawab perang kepada Vietnam Selatan. Namun, strategi ini tidak berjalan efektif.

Pada tahun 1975, pasukan Vietnam Utara berhasil merebut Saigon. Kejatuhan Saigon menandai berakhirnya Perang Vietnam dan kekalahan Amerika Serikat.

Dampak Perang Vietnam

Perang Vietnam menimbulkan dampak besar, antara lain:

  • Jutaan korban jiwa di Vietnam
  • Trauma psikologis bagi veteran perang AS
  • Perubahan kebijakan luar negeri Amerika Serikat
  • Bersatunya Vietnam di bawah pemerintahan komunis

Perang ini juga menjadi pelajaran penting tentang batas kekuatan militer dalam menghadapi konflik ideologis dan sosial. 

Sejarah Perang Vietnam menunjukkan bahwa kekuatan militer besar tidak selalu menjamin kemenangan.

Kekalahan Amerika Serikat menjadi simbol penting perubahan dinamika perang modern dan geopolitik global.

Arika Yafi Fawazzain (Magang)

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R