Akurat Logo

Kematian Akibat Narkoba di AS Melebihi Jumlah Tentara yang Gugur di Perang Vietnam

Ariswan | 24 November 2019, 14:13 WIB
Kematian Akibat Narkoba di AS Melebihi Jumlah Tentara yang Gugur di Perang Vietnam

AKURAT.CO, Narkoba telah menjadi masalah serius di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat (AS). Di negara adidaya ini, jumlah kematian akibat overdosis mencapai 70 ribu orang per tahun. Angka ini jauh melebihi kematian akibat kecelakaan mobil dan senjata api (39 ribu kematian), puncak paling parah penyebaran AIDS ( 42 ribu kematian), bahkan jumlah semua tentara AS yang gugur di Perang Vietnam (58 ribu kematian).

Dilansir dari The Economist, pada 2017 sekitar 47.600 kematian ini disebabkan overdosis opioid, meningkat 5 kali lipat sejak tahun 2000. Hanya 32 persen kematian overdosis ini disebabkan pil resep. Sementara itu, sisanya disebabkan heroin dan fentanyl ilegal. Namun, 3 dari 4 pemakai heroin awalnya kecanduan pil.

Grafik kematian overdosis di AS sejak 1980 ini menunjukkan peningkatan konstan 7,6 persen per tahun. Artinya, masalah ini akan tetap ada setidaknya 5-10 tahun ke depan dan menewaskan lebih dari 50 ribu orang per tahun.

Upaya segera dan masuk akal memang bisa menekuk kurva kematian ini dan mengurangi bahaya yang akan datang. Namun, upaya yang ada tergolong lamban dan ragu-ragu. Jika masalah ini awalnya disebabkan penyalahgunaan obat resep, kini keserakahan perusahaan, kegagalan sistem kesehatan, dan kurangnya kemauan elite politik mengubahnya jadi bencana sosial.

Saat ini respons pemerintah pusat dinilai masih lemah. RUU dua partai yang ditandatangani Presiden Donald Trump tahun lalu hanya mengalokasikan USD 1 miliar (Rp14 triliun) untuk mengatasi krisis ini selama 2 tahun.

Saat terjadi puncak epidemi AIDS terparah di AS, berkat undang-undang yang disahkan tahun 1990 untuk mengatasi krisis ini, Ryan White Care Act, otoritas mampu menggelontorkan dana yang cukup besar.

"Berkat program tanggapan pemerintah pusat pada AIDS, kami bisa menciptakan sistem pengobatan berkualitas tinggi. Dalam krisis narkoba ini, kami belum melihat kerasnya upaya pemerintah," komentar Thomas Farley, komisioner kesehatan Philadelphia yang ikut menangani krisis AIDS di masa itu. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ariswan
D