Sejarah Penemuan Benua Amerika oleh Christopher Columbus

AKURAT.CO Sejarah penemuan Benua Amerika sering dikaitkan dengan nama Christopher Columbus, seorang penjelajah asal Genoa, Italia.
Perjalanannya pada akhir abad ke-15 menjadi salah satu peristiwa paling berpengaruh dalam sejarah dunia karena membuka kontak besar-besaran antara Eropa dan Dunia Baru.
Meski demikian, penemuan Amerika oleh Columbus juga menyimpan kontroversi dan perlu dipahami dalam konteks sejarah yang lebih luas.
Baca Juga: 10 Mitos Christopher Columbus yang Selama Ini Dipercaya, Faktanya Mengejutkan
Siapa Christopher Columbus?
Christopher Columbus (1451–1506) adalah seorang navigator dan penjelajah yang berlayar di bawah dukungan Kerajaan Spanyol. Ia dikenal karena ekspedisinya yang bertujuan menemukan jalur laut baru ke Asia dengan berlayar ke arah barat.
Pada masa itu, jalur perdagangan ke Asia melalui darat dan Laut Tengah dikuasai oleh Kesultanan Ottoman, sehingga bangsa Eropa mencari alternatif rute perdagangan yang lebih efisien.
Latar Belakang Penemuan Benua Amerika
Pada abad ke-15, bangsa Eropa berlomba-lomba melakukan penjelajahan samudra. Tujuan utamanya adalah:
- Mencari jalur perdagangan rempah-rempah ke Asia
- Memperluas pengaruh politik dan ekonomi
- Menyebarkan agama Kristen
Columbus meyakini bahwa bumi berbentuk bulat dan jarak antara Eropa dan Asia melalui Samudra Atlantik lebih dekat daripada perkiraan para ahli saat itu. Keyakinan inilah yang mendorongnya mengajukan proposal pelayaran ke arah barat.
Baca Juga: Makin Beringas, Omicron Ada di Hampir Setiap Negara Benua Amerika, AS Catat Rata-rata 1.600 Kematian
Perjalanan Columbus ke Dunia Baru
Ekspedisi Pertama Tahun 1492
Pada 3 Agustus 1492, Columbus berangkat dari Pelabuhan Palos, Spanyol, dengan tiga kapal: Niña, Pinta, dan Santa María.
Setelah berlayar selama lebih dari dua bulan, rombongan Columbus tiba di sebuah pulau di Kepulauan Bahama pada 12 Oktober 1492.
Columbus mengira wilayah tersebut adalah bagian dari Asia, sehingga menyebut penduduk setempat sebagai "Indian." Padahal, wilayah yang ia temukan adalah bagian dari benua yang kemudian dikenal sebagai Amerika.
Ekspedisi Lanjutan
Columbus melakukan total empat kali pelayaran ke wilayah Amerika antara tahun 1492 hingga 1504. Dalam ekspedisi-ekspedisi berikutnya, ia menjelajahi wilayah Karibia, Amerika Tengah, dan pesisir Amerika Selatan.
Meskipun demikian, hingga akhir hayatnya, Columbus tetap meyakini bahwa ia telah mencapai Asia, bukan benua baru.
Mengapa Columbus Disebut Menemukan Amerika?
Secara historis, Columbus bukanlah orang Eropa pertama yang mencapai Amerika. Bangsa Viking, seperti Leif Erikson, diperkirakan telah mencapai Amerika Utara sekitar abad ke-10.
Namun, Columbus dianggap sebagai penemu Amerika karena:
- Perjalanannya terdokumentasi dengan baik
- Membuka jalur pelayaran permanen antara Eropa dan Amerika
- Menjadi awal kolonisasi besar-besaran bangsa Eropa
Dampak Penemuan Benua Amerika
Penemuan Amerika membawa dampak besar bagi dunia, antara lain:
- Pertukaran budaya, flora, fauna, dan manusia (Columbian Exchange)
- Munculnya kolonialisme dan imperialisme Eropa
- Perubahan besar dalam peta politik dan ekonomi dunia
- Dampak sejarah bagi penduduk asli Amerika, termasuk penjajahan dan penyakit
Dampak-dampak ini menjadikan penemuan Amerika sebagai titik balik ejarah global.
Kontroversi Penemuan Amerika oleh Columbus
Dalam perspektif modern, istilah “penemuan” sering diperdebatkan karena Benua Amerika telah lama dihuni oleh penduduk asli. Oleh karena itu, banyak sejarawan kini menggunakan istilah kedatangan Columbus ke Amerika alih-alih penemuan.
Pendekatan ini bertujuan memberikan sudut pandang yang lebih adil dan kritis terhadap sejarah.
Sejarah penemuan Benua Amerika oleh Christopher Columbus merupakan bagian penting dari sejarah dunia.
Memahaminya secara kritis membantu kita melihat bagaimana penjelajahan, kekuasaan, dan dampaknya membentuk dunia modern.
Arika Yafi Fawazzain (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









