Akurat

Makin Beringas, Omicron Ada di Hampir Setiap Negara Benua Amerika, AS Catat Rata-rata 1.600 Kematian

Endarti | 13 Januari 2022, 16:20 WIB
Makin Beringas, Omicron Ada di Hampir Setiap Negara Benua Amerika, AS Catat Rata-rata 1.600 Kematian

AKURAT.CO Penyebaran Omicron yang cepat telah membuat infeksi baru Covid-19 ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh benua Amerika. Hal itu diungkap oleh Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) selama jumpa pers regulernya pada Rabu (12/1). 

Direktur PAHO Carissa Etienne mengatakan kasus infeksi di Amerika telah berlipat ganda selama seminggu terakhir. Etienne menyebut, infeksi total di seluruh Amerika tercatat telah naik menjadi 6,1 juta pada 8 Januari. Sementara pada 1 Januari, infeksi hanya berkisar 3,4 juta kasus.

"Infeksi meningkat di setiap sudut wilayah Amerika, dan sekali lagi, sistem kesehatan kita ditantang karena penerimaan pasien ruang gawat darurat dan rawat inap meningkat," kata Etienne.

Diwartakan Al Jazeera, data baru dari PAHO datang ketika negara-negara di seluruh dunia melihat rekor peningkatan dalam kasus infeksi dan tingkat rawat inap terkait Covid-19. Lonjakan infeksi yang tinggi itu, yang dipicu Omicron, dilaporkan makin membuat sistem kesehatan kewalahan. 

Etienne mengatakan Omicron telah terdeteksi di 35 negara di Amerika. atau hampir di setiap negara di kawasan ini. Menurut Etienne, varian ini diprediksi akan segera menggeser Delta, dan menjadi varian paling dominan.

Bolivia, Ekuador, Peru dan Brasil telah mengalami peningkatan yang signifikan dalam kasus baru, kata Etienne. Sementara, di Argentina dan Paraguay, infeksi Covid-19 meroket hampir  300 persen selama seminggu terakhir.

Situasi serupa juga dialami Amerika Serikat (AS), yang melaporkan kasus baru dalam jumlah masif, dengan negara bagian di wilayah Timur dan Barat Tengah mengalami lonjakan paling cepat.

Laporan PAHO soal peningkatan kasus infeksi di AS juga diamini oleh Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Rochelle Walensky. Dalam jumpa persnya pada Rabu, Walensky mengakui bahwa infeksi AS meningkat 47 persen dari minggu lalu, dengan rata-rata infeksi harian mencapai lebih dari 750 ribu kasus.

Kunjungan rumah sakit di AS juga tidak terlepas dari kenaikan. Bahkan dilaporkan di AS, penerimaan pasien di rumah sakit, per harinya, bisa mencapai sekitar 19.800 orang. Ini meningkat 33 persen dibanding pekan lalu.

Hal yang sama juga terjadi pada jumlah kematian Covid-19 yang meningkat di AS. Dilaporkan NBC News, berdasarkan rata-rata pergerakan tujuh hari, kematian Covid-19 telah mencapai 1.600 per hari, meningkat 40 persen dari minggu sebelumnya.

"Risiko rawat inap tetap rendah, terutama di antara orang-orang yang sudah divaksin Covid-19. Namun, dalam hal infeksi, terjadi peningkatan yang mengejutkan. Kasus menembus lebih dari 1 juta tiap hari, dan ini telah membuat jumlah total rawat inap menjadi tinggi," kata Walensky.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, sementara itu, mengumumkan bahwa negaranya telah mendapatkan dosis vaksin yang cukup untuk semua warga yang memenuhi syarat untuk menerima booster serta dosis keempat.

Ketika kasus Omicron melonjak dan rumah sakit merasakan ketegangan, Quebec, provinsi terpadat kedua di Kanada telah memberlakukan jam malam dan pembatasan ketat lainnya.

Pada hari Selasa (11/1), Quebec mengumumkan rencana untuk mengenakan denda bagi penduduk yang tidak divaksin Covid-19. Adapun aturan ini rencananya akan berlaku dalam beberapa minggu mendatang.

Menurut angka resmi, Kanada telah menyaksikan rata-rata infeksi harian dengan angka mencapai lebih dari 260 ribu kasus. Sementara untuk rata-rata kematian baru Covid-19, angkanya mencapai hingga 500 kasus per hati.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
E
Editor
Endarti