Sejarah Penjajahan Belanda di Berbagai Negara Asia

AKURAT.CO Belanda dikenal sebagai salah satu kekuatan kolonial Eropa yang aktif melakukan ekspansi ke Asia sejak abad ke-16.
Melalui perdagangan, kekuatan militer, dan monopoli ekonomi, Belanda membangun jaringan kolonial yang luas di berbagai wilayah Asia. Penjajahan ini tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga sosial, politik, dan budaya masyarakat setempat.
Baca Juga: Pemilu Belanda Digelar, Apa yang Perlu Kita Ketahui?
Latar Belakang Penjajahan Belanda di Asia
Pada abad ke-16 dan 17, bangsa-bangsa Eropa berlomba-lomba mencari jalur perdagangan
rempah-rempah.
Belanda, melalui pembentukan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada tahun 1602, menjadi salah satu kekuatan dagang terbesar di Asia.
VOC tidak hanya berfungsi sebagai perusahaan dagang, tetapi juga memiliki kewenangan layaknya negara, seperti mencetak uang, membuat perjanjian, dan mengerahkan kekuatan militer.
Dari sinilah kolonialisme Belanda di Asia bermula.
Penjajahan Belanda di Indonesia
Indonesia merupakan wilayah jajahan Belanda yang paling lama dan paling luas. Awalnya, VOC menguasai pusat-pusat perdagangan seperti Batavia (Jakarta), Maluku, dan pesisir Jawa.
Setelah VOC dibubarkan pada tahun 1799, wilayah kekuasaannya diambil alih oleh pemerintah
Kerajaan Belanda.
Penjajahan berlangsung hingga Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tahun 1945.
Dampak utama penjajahan Belanda di Indonesia meliputi:
- Monopoli perdagangan rempah-rempah
- Sistem tanam paksa (cultuurstelsel)
- Perubahan struktur pemerintahan dan hukum
Penjajahan Belanda di Sri Lanka (Ceylon)
Belanda menguasai wilayah pesisir Sri Lanka pada abad ke-17 setelah merebutnya dari Portugis.
Fokus utama Belanda di wilayah ini adalah perdagangan kayu manis dan komoditas lainnya.
Namun, kekuasaan Belanda di Sri Lanka tidak berlangsung lama. Pada akhir abad ke-18, wilayah
ini jatuh ke tangan Inggris.
Penjajahan Belanda di India
Di India, Belanda tidak membangun koloni besar seperti di Indonesia. Mereka lebih banyak mendirikan pos dagang di wilayah seperti Coromandel, Malabar, dan Bengal.
Keberadaan Belanda di India bertujuan untuk mendukung jaringan perdagangan Asia dan bersaing dengan Inggris serta Portugis.
Penjajahan Belanda di Taiwan
Belanda menguasai Taiwan pada tahun 1624 dan menjadikannya sebagai pusat perdagangan
regional. Namun, kekuasaan ini berakhir pada tahun 1662 setelah Belanda dikalahkan oleh
pasukan Koxinga dari Tiongkok.
Wilayah Asia Lain yang Pernah Dikuasai Belanda
Selain wilayah-wilayah utama tersebut, Belanda juga memiliki pengaruh di:
- Malaka (sebelum direbut Inggris)
- Jepang (melalui pos dagang Dejima di Nagasaki)
- Persia dan Asia Tenggara lainnya sebagai bagian dari jaringan dagang
Dampak Penjajahan Belanda di Asia
Penjajahan Belanda membawa dampak besar bagi wilayah Asia, antara lain:
- Eksploitasi sumber daya alam
- Perubahan sistem ekonomi tradisional
- Masuknya sistem administrasi dan hukum Eropa
- Munculnya perlawanan dan gerakan nasionalisme
Dampak-dampak ini membentuk sejarah modern banyak negara Asia.
Baca Juga: Ferdinand: RKUHP Lebih Kejam Dari Zaman Penjajahan Belanda
Akhir Penjajahan Belanda di Asia
Kekuatan kolonial Belanda mulai melemah setelah Perang Dunia II. Gerakan kemerdekaan di berbagai negara Asia semakin kuat, terutama di Indonesia.
Dekolonisasi menjadi penanda berakhirnya dominasi Belanda di Asia dan membuka babak baru bagi negara-negara bekas jajahannya.
Arika Yafi Fawazzain (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









