Akurat

Refleksi Guru di Ruang GTK: 'Apa Inspirasi Menarik yang Diperoleh dari Kegiatan?'

Naufal Lanten | 27 Oktober 2025, 14:20 WIB
Refleksi Guru di Ruang GTK: 'Apa Inspirasi Menarik yang Diperoleh dari Kegiatan?'

 

AKURAT.CO Setelah kepala sekolah melakukan observasi kelas, setiap guru diwajibkan mengisi Dokumen Refleksi di Ruang GTK — platform yang kini menjadi pengembangan dari Platform Merdeka Mengajar (PMM). Dokumen ini berfungsi sebagai wadah untuk mengevaluasi diri, memperkuat kompetensi, sekaligus menemukan inspirasi baru dari proses pembelajaran yang telah dijalankan.

Salah satu pertanyaan penting dalam dokumen tersebut berbunyi:

“Apa inspirasi menarik yang Anda peroleh dari kegiatan?” (Ketik maksimal 3 inspirasi)

Pertanyaan ini tampak sederhana, namun sejatinya menuntun guru untuk melihat kembali pengalaman mengajar dari sudut pandang pengembangan profesional. Melalui refleksi, guru dapat menemukan ide-ide baru, memperbaiki strategi pembelajaran, hingga menciptakan inovasi yang lebih berdampak bagi siswa.


Cara Menjawab Pertanyaan “Apa Inspirasi Menarik yang Anda Peroleh dari Kegiatan?”

Untuk menjawab pertanyaan ini secara bermakna dan sesuai batas maksimal 1000 karakter, guru disarankan menulis dengan gaya yang ringkas, reflektif, dan kontekstual. Hindari jawaban terlalu umum seperti “Saya jadi lebih semangat mengajar”, dan gantilah dengan hal konkret yang menunjukkan proses belajar dari kegiatan tersebut.

Berikut contoh referensi jawaban yang bisa digunakan saat mengisi refleksi di Ruang GTK:


Contoh Jawaban 1

Inspirasi yang menarik dari kegiatan antara lain sebagai berikut:

  1. Bisa lebih memahami cara mengondisikan murid untuk melakukan diskusi kelompok.

  2. Lebih memahami manajemen waktu dalam aktivitas pembelajaran.

  3. Lebih mahir dalam menggunakan media pembelajaran setelah diupayakan mencoba dalam setiap kegiatan pembelajaran.


Contoh Jawaban 2

  1. Melakukan penyesuaian penyampaian materi pembelajaran sesuai respons peserta didik.

  2. Menciptakan keragaman metode penilaian.

  3. Mengembangkan kreativitas dalam penyusunan kegiatan belajar agar siswa lebih antusias.


Contoh Jawaban 3 (Versi Inovatif dari Kegiatan Digital)

  1. Pelatihan Deep Learning dengan bantuan Deepseek oleh APSI membuka wawasan inovasi pembelajaran.

  2. Pendampingan tentang Deep Learning meningkatkan mutu belajar.

  3. Respons positif terhadap video tutorial menunjukkan antusiasme terhadap inovasi pembelajaran.


Mengapa Pertanyaan Ini Penting untuk Pengembangan Guru?

Pertanyaan “Apa inspirasi menarik yang Anda peroleh dari kegiatan?” bukan sekadar formalitas dalam pengisian dokumen refleksi. Pertanyaan ini memiliki fungsi strategis: membantu guru menyadari nilai dari setiap kegiatan yang telah dijalankan.

Melalui proses refleksi, guru dapat menemukan ide-ide baru untuk:

  • meningkatkan kualitas pembelajaran,

  • menguatkan kemampuan manajemen kelas,

  • serta membangun suasana belajar yang lebih menyenangkan dan inklusif.


Panduan Mengisi Dokumen Refleksi di Platform Merdeka Mengajar (Ruang GTK)

Mengutip panduan dari Pusat Informasi Guru, berikut langkah-langkah mengisi dokumen refleksi setelah observasi kelas di PMM atau Ruang GTK:

  1. Login ke akun menggunakan email dan password yang terdaftar (akun belajar.id atau madrasah.kemenag.go.id).

  2. Pilih menu Pengelolaan Kinerja, kemudian pilih peran Guru.

  3. Klik Pemantauan Kinerja: Pelaksanaan Observasi oleh Atasan, lalu tekan tombol Lakukan pada bagian Pengembangan Kompetensi.

  4. Jawab seluruh pertanyaan dengan singkat dan jelas, maksimal 1000 karakter per jawaban.

  5. Setelah selesai, klik Kirim ke Atasan untuk mengirim refleksi, atau pilih Simpan sebagai Draft bila masih ingin diperiksa ulang.

  6. Kembali ke menu sebelumnya, klik Lakukan pada bagian Pelaksanaan Tugas Pokok, lalu centang semua tugas yang sudah dijalankan.

  7. Simpan, kemudian centang pernyataan “Saya sudah melaksanakan semua Pelaksanaan Tugas Pokok”.

  8. Jika berhasil, maka pengisian refleksi dinyatakan selesai.


Makna Inspirasi dari Kegiatan Pembelajaran

Inspirasi dari kegiatan mengajar bukan hanya ide yang muncul sesaat, melainkan wawasan baru yang memperkaya pendekatan seorang guru terhadap siswanya. Dalam konteks pendidikan, inspirasi ini membantu guru mengembangkan cara berpikir kritis, empati, dan keterampilan adaptif terhadap perubahan.

Beberapa inspirasi yang sering diperoleh guru dari kegiatan pelatihan, observasi, maupun refleksi di antaranya adalah:

  • Menciptakan lingkungan belajar yang mendukung.
    Guru menyadari pentingnya suasana kelas yang kondusif, nyaman, dan partisipatif agar proses belajar berlangsung optimal.

  • Menerapkan pembelajaran kontekstual dan relevan.
    Mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa terbukti membantu mereka memahami konsep dengan lebih mudah.

  • Mengelola kelas secara efektif.
    Melalui kegiatan reflektif, guru belajar memanfaatkan waktu secara efisien dan mengondisikan murid agar lebih aktif.

  • Membangun komunikasi positif.
    Guru yang inspiratif menyadari pentingnya dialog dua arah dan empati agar siswa merasa dihargai.

  • Memanfaatkan teknologi pembelajaran.
    Pemanfaatan media digital, seperti video pembelajaran atau platform interaktif, dapat menumbuhkan minat belajar siswa.


Manfaat Mendapatkan Inspirasi dari Kegiatan Reflektif

Refleksi guru tidak hanya berfungsi administratif, tetapi juga membawa banyak manfaat nyata dalam proses pembelajaran:

  1. Meningkatkan kualitas pembelajaran.
    Guru dapat merancang metode belajar yang lebih menarik, efektif, dan sesuai kebutuhan siswa.

  2. Memotivasi siswa untuk aktif.
    Dengan ide baru, guru mampu menghidupkan suasana belajar sehingga siswa lebih antusias berpartisipasi.

  3. Mengembangkan kompetensi profesional.
    Refleksi dan pelatihan mendorong guru untuk terus memperbarui keterampilannya.

  4. Mewujudkan lingkungan belajar inklusif.
    Inspirasi membantu guru menciptakan ruang belajar yang aman dan mendukung semua peserta didik.


Contoh Inspirasi yang Dapat Diterapkan Guru

Dalam praktik sehari-hari, ada tiga inspirasi utama yang banyak ditemukan oleh guru setelah mengikuti kegiatan reflektif:

  1. Membangun Lingkungan Belajar yang Mendukung.
    Guru menyadari pentingnya menciptakan suasana kelas yang inklusif dan menyenangkan. Dengan memahami karakter setiap siswa dan menghindari perlakuan diskriminatif, kelas dapat menjadi ruang tumbuh bagi semua.

  2. Mengaitkan Materi dengan Kehidupan Nyata.
    Pembelajaran kontekstual, seperti diskusi berbasis studi kasus atau proyek kelompok, membantu siswa memahami relevansi ilmu dengan realitas mereka sendiri.

  3. Menjadi Teladan bagi Siswa.
    Guru bukan sekadar penyampai ilmu, melainkan juga agen perubahan. Sikap profesional, disiplin, dan jujur dari seorang guru akan menjadi inspirasi nyata bagi murid untuk tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas.


Penutup

Inspirasi yang lahir dari kegiatan reflektif di Ruang GTK menjadi sumber energi baru bagi guru untuk terus berkembang. Setiap ide yang muncul dari pengalaman mengajar, pelatihan, maupun observasi kelas bisa menjadi langkah kecil menuju pembelajaran yang lebih bermakna.

Kalau kamu tertarik mengikuti perkembangan seputar pengelolaan kinerja guru dan inovasi pembelajaran digital, pantau terus update selanjutnya di kanal pendidikan kami.

Baca Juga: Apa Saja Upaya yang Akan Anda Lakukan untuk Mempelajari Target Perilaku? Simak Kunci Jawaban PMM

Baca Juga: Bagaimana Perkembangan Seni Pada Masa Perundagian? Simak Kunci Jawaban IPS Kelas 7 Halaman 89

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan pertanyaan “Apa inspirasi menarik yang Anda peroleh dari kegiatan?” di Ruang GTK?

Pertanyaan ini adalah bagian dari Dokumen Refleksi Guru di Ruang GTK (Platform Merdeka Mengajar) yang bertujuan untuk mengajak guru melakukan evaluasi diri. Melalui pertanyaan ini, guru diharapkan menemukan ide, wawasan, atau praktik baru dari pengalaman mengajar yang bisa meningkatkan mutu pembelajaran.


2. Mengapa guru perlu mengisi pertanyaan refleksi ini setelah observasi kelas?

Pertanyaan refleksi berfungsi untuk membantu guru menyadari proses belajar yang terjadi selama kegiatan pembelajaran. Selain sebagai syarat administratif dalam pengelolaan kinerja, refleksi juga menjadi sarana untuk memperbaiki metode mengajar, memperkuat kompetensi profesional, dan menumbuhkan inovasi di kelas.


3. Berapa batas maksimal karakter untuk menjawab pertanyaan “Apa inspirasi menarik yang Anda peroleh dari kegiatan?”?

Setiap jawaban memiliki batas maksimal 1000 karakter. Guru dianjurkan untuk menulis secara singkat, padat, dan bermakna, dengan maksimal tiga inspirasi utama yang diperoleh dari kegiatan.


4. Apa contoh jawaban “Apa inspirasi menarik yang Anda peroleh dari kegiatan?” yang baik dan sesuai pedoman?

Contoh jawaban yang bisa digunakan, misalnya:

  1. Bisa lebih memahami cara mengondisikan murid untuk melakukan diskusi kelompok.

  2. Lebih memahami manajemen waktu dalam aktivitas pembelajaran.

  3. Lebih mahir dalam menggunakan media pembelajaran setelah diupayakan mencoba dalam setiap kegiatan pembelajaran.
    Jawaban seperti ini dinilai baik karena spesifik, mencerminkan hasil refleksi pribadi, dan relevan dengan praktik mengajar.


5. Bagaimana cara mengisi Dokumen Refleksi di Platform Merdeka Mengajar (Ruang GTK)?

Langkah-langkah pengisian antara lain:

  • Login menggunakan akun belajar.id atau madrasah.kemenag.go.id

  • Pilih menu Pengelolaan Kinerja dan klik bagian Pemantauan Kinerja: Pelaksanaan Observasi oleh Atasan

  • Tekan Lakukan pada bagian Pengembangan Kompetensi

  • Isi semua pertanyaan refleksi dengan jawaban maksimal 1000 karakter

  • Klik Kirim ke Atasan jika sudah yakin, atau Simpan sebagai Draft jika masih ingin direvisi


6. Apa manfaat guru menuliskan inspirasi dari kegiatan pembelajaran?

Menuliskan inspirasi mendorong guru untuk:

  • Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui ide-ide baru,

  • Memotivasi siswa lebih aktif dan kreatif,

  • Mengembangkan kompetensi profesional guru, serta

  • Menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan positif bagi seluruh peserta didik.


7. Apa saja contoh inspirasi menarik yang sering diperoleh guru dari kegiatan pembelajaran?

Beberapa inspirasi umum yang sering muncul antara lain:

  • Membangun komunikasi positif antara guru dan siswa,

  • Menerapkan pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kehidupan nyata,

  • Mengelola kelas dengan manajemen waktu yang baik,

  • Memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar,

  • Menjadi teladan bagi siswa melalui sikap profesional dan disiplin.


8. Apa hubungan antara inspirasi pembelajaran dan peningkatan kompetensi guru?

Inspirasi yang diperoleh dari kegiatan pembelajaran dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata dalam praktik mengajar. Misalnya, guru yang terinspirasi untuk menggunakan media digital kemudian mulai membuat video pembelajaran interaktif. Dengan demikian, refleksi bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga mendorong penguasaan kompetensi baru.


9. Apakah pengisian refleksi di Ruang GTK wajib bagi semua guru?

Ya, pengisian Dokumen Refleksi merupakan bagian dari pengelolaan kinerja guru setelah observasi kelas oleh kepala sekolah atau pengawas. Proses ini wajib dilakukan karena menjadi salah satu indikator penilaian pengembangan kompetensi dan profesionalisme guru.


10. Apa yang harus dilakukan setelah mengisi Dokumen Refleksi?

Setelah selesai mengisi dan memeriksa semua jawaban, guru dapat menekan tombol “Kirim ke Atasan” untuk menyerahkan refleksi secara resmi. Jika masih ragu dengan jawabannya, gunakan opsi “Simpan sebagai Draft” agar bisa diperbaiki kemudian sebelum dikirim final.


11. Apa itu Ruang GTK dan bagaimana kaitannya dengan Platform Merdeka Mengajar?

Ruang GTK merupakan hasil pengembangan dari Platform Merdeka Mengajar (PMM). Fungsinya diperluas untuk memfasilitasi guru dalam mengelola kinerja, melakukan refleksi pembelajaran, dan memantau pengembangan kompetensi secara digital dan terintegrasi.


12. Bagaimana cara menerapkan inspirasi yang diperoleh dari kegiatan ke dalam praktik mengajar?

Guru dapat menerapkannya dengan langkah konkret, seperti:

  • Mengembangkan media pembelajaran interaktif,

  • Melibatkan siswa dalam diskusi kelompok atau presentasi,

  • Mengatur waktu pembelajaran lebih efektif,

  • Menggunakan metode evaluasi yang beragam, serta

  • Mengintegrasikan teknologi dan konteks kehidupan nyata dalam setiap materi pelajaran.


13. Apakah jawaban inspirasi bisa berbeda antar guru?

Tentu. Jawaban refleksi bersifat pribadi dan kontekstual, tergantung pengalaman, gaya mengajar, serta tantangan yang dihadapi masing-masing guru. Yang terpenting adalah jawaban tersebut jujur, relevan, dan menunjukkan upaya pengembangan diri.


14. Bagaimana jika guru belum menemukan inspirasi dari kegiatan pembelajaran?

Guru bisa meninjau kembali proses pembelajaran yang telah dilakukan, berdiskusi dengan rekan sejawat, atau mempelajari kembali hasil observasi kepala sekolah. Sering kali, inspirasi muncul dari umpan balik (feedback), pengalaman siswa, atau hasil eksperimen dalam penggunaan metode baru.


15. Mengapa refleksi penting dalam dunia pendidikan?

Refleksi membantu guru menyadari potensi dan kekurangan diri, serta mendorong perubahan positif dalam pembelajaran. Dengan refleksi, guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner) yang terus tumbuh bersama muridnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.