Akurat

Mengapa Kita Harus Meneladani Sifat Al-Alim dalam Menjalani Kehidupan? Ini Penjelasan Lengkapnya

Idham Nur Indrajaya | 22 Oktober 2025, 13:42 WIB
Mengapa Kita Harus Meneladani Sifat Al-Alim dalam Menjalani Kehidupan? Ini Penjelasan Lengkapnya

AKURAT.CO Mengapa kita harus meneladani sifat Al-Alim dalam menjalani kehidupan? Dalam ajaran Islam, Asmaul Husna dikenal sebagai kumpulan nama-nama Allah Swt. yang indah dan mencerminkan sifat-sifat-Nya yang sempurna. Salah satu di antaranya adalah Al-Alim, yang berarti Yang Maha Mengetahui. Sifat ini menunjukkan bahwa Allah Swt. memiliki pengetahuan yang sangat luas, mencakup segala sesuatu—baik yang tampak oleh mata maupun yang tersembunyi dari manusia.

Namun, muncul pertanyaan penting bagi umat Islam: mengapa kita harus meneladani sifat Al-Alim dalam menjalani kehidupan? Jawabannya tak sekadar tentang memahami makna kata, melainkan bagaimana sifat ini menjadi dasar dalam membentuk karakter seorang muslim yang berilmu, rendah hati, dan selalu dekat dengan Allah Swt.


Makna dan Hakikat Sifat Al-Alim

Secara bahasa, Al-Alim berarti Yang Mengetahui dengan sangat jelas. Dalam buku Rahasia Keajaiban Asmaul Husna karya Syafi’ie el-Bantanie (halaman 39), dijelaskan bahwa Al-Alim adalah sifat Allah Swt. yang menunjukkan pengetahuan-Nya terhadap segala hal, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, bahkan terhadap sesuatu yang belum terjadi.

Artinya, Allah Swt. Maha Mengetahui seluruh isi alam semesta, termasuk apa yang tersimpan dalam hati manusia. Tidak ada satu hal pun yang luput dari pengetahuan-Nya.


Pentingnya Meneladani Sifat Al-Alim dalam Kehidupan

Meneladani sifat Al-Alim bukan hanya sebuah anjuran moral, melainkan sebuah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. dengan penuh kesadaran dan kebijaksanaan. Mengutip dari buku Al-Alim karya Auva Hijau (Mizan, 2009), ada beberapa alasan mendasar mengapa sifat ini penting untuk diteladani dalam kehidupan sehari-hari.

1. Pengetahuan sebagai Jalan Mendekatkan Diri kepada Allah

Sifat Al-Alim mengajarkan bahwa ilmu adalah jalan menuju kedekatan dengan Allah. Menuntut ilmu, khususnya ilmu agama, menjadi bagian dari ibadah yang dapat meningkatkan ketakwaan. Dengan memahami ajaran Islam secara mendalam, seorang muslim bisa lebih sadar akan kewajiban dan batas-batas yang telah Allah tetapkan.

Ilmu yang dimiliki seseorang bukan sekadar alat untuk meraih dunia, tetapi juga sarana untuk memperkuat iman dan menambah rasa takut kepada Allah Swt.

2. Pemahaman yang Lebih Dalam terhadap Ajaran Agama

Meneladani sifat Al-Alim mendorong seseorang untuk terus memperdalam ilmu agama agar mampu memahami nilai-nilai Islam dengan benar. Dari sinilah lahir sikap bijak dalam mengambil keputusan, serta kemampuan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Dengan ilmu, seseorang dapat menjalani hidup sesuai dengan tuntunan agama dan menghindari perbuatan yang dilarang.

3. Menumbuhkan Sikap Rendah Hati

Ilmu sejati seharusnya melahirkan kerendahan hati, bukan kesombongan. Meneladani sifat Al-Alim mengingatkan kita bahwa betapapun luasnya pengetahuan manusia, tetap terbatas dibandingkan ilmu Allah Swt. Kesadaran ini mencegah munculnya sifat sombong dan merasa paling tahu, sebab hanya Allah-lah yang memiliki pengetahuan mutlak atas segala sesuatu.

4. Menumbuhkan Semangat dan Rasa Haus Akan Ilmu

Sifat Al-Alim juga mengajarkan bahwa menuntut ilmu adalah proses yang tidak pernah berhenti. Semakin seseorang berilmu, semakin ia sadar betapa sedikitnya ilmu yang dimilikinya. Rasa haus akan pengetahuan inilah yang mendorong manusia untuk terus belajar, membaca, dan berpikir kritis sepanjang hidupnya.

Dengan demikian, meneladani sifat ini berarti menjadikan belajar sebagai bagian dari ibadah dan cara untuk mengenal Sang Pencipta melalui ciptaan-Nya.


Meneladani Al-Alim dalam Kehidupan Sehari-Hari

Meneladani sifat Al-Alim tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas belajar formal, tetapi juga dalam perilaku sehari-hari. Seorang muslim bisa meneladani sifat ini dengan:

  • Rajin membaca dan menuntut ilmu, baik ilmu agama maupun pengetahuan umum yang bermanfaat.

  • Mengamalkan ilmu yang dimiliki untuk kebaikan diri dan masyarakat.

  • Tidak menyombongkan diri atas ilmu yang dimiliki, melainkan menggunakannya dengan penuh tanggung jawab.

  • Menyadari bahwa setiap ilmu berasal dari Allah Swt. dan harus digunakan untuk tujuan yang baik.

Dengan cara inilah sifat Al-Alim dapat tertanam dalam kehidupan seorang muslim dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.


Dalil Al-Qur’an tentang Keutamaan Menuntut Ilmu

Dalam Surat Al-Mujadalah ayat 11, Allah Swt. berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, ‘Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,’ maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, ‘Berdirilah,’ maka berdirilah. Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang berilmu memiliki derajat yang lebih tinggi di sisi Allah Swt., karena ilmu membawa pemahaman, kebijaksanaan, dan ketundukan yang lebih besar kepada-Nya.


Kunci Jawaban PAI dan Budi Pekerti Kelas 7 Halaman 48

Dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII Kurikulum Merdeka, terdapat soal pada halaman 48 yang berbunyi:

Soal:

2. Mengapa kita harus meneladan sifat al-’Alīm dalam menjalani kehidupan?

Jawaban versi pertama:
Dengan meneladani sifat Al-Alim, seseorang akan tumbuh menjadi pribadi yang bertakwa, merasa selalu diawasi oleh Allah Swt., dan takut untuk berbuat dosa. Selain itu, sifat ini menumbuhkan rasa rendah hati karena menyadari bahwa sehebat apa pun manusia, ilmunya tetap tidak sebanding dengan pengetahuan Allah Swt.

Jawaban versi kedua:
Sifat Al-Alim mendorong manusia untuk menuntut ilmu dan menggunakannya dengan bijak dalam kehidupan. Dengan ilmu, hidup menjadi lebih mudah, lebih terarah, dan lebih bermakna karena dilakukan berdasarkan pengetahuan yang benar.

Meski begitu, buku PAI Kurikulum Merdeka juga menegaskan bahwa setiap siswa diharapkan mencari jawaban sendiri dari pemahaman mereka terhadap materi, bukan sekadar menghafal kunci jawaban.


Kesimpulan: Ilmu sebagai Cermin dari Keimanan

Meneladani sifat Al-Alim adalah cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. melalui pencarian ilmu. Semakin banyak ilmu yang diperoleh, semakin besar pula tanggung jawab untuk mengamalkannya dengan penuh keikhlasan dan kerendahan hati.

Dalam kehidupan modern yang penuh informasi, meneladani sifat ini juga berarti memilah pengetahuan yang bermanfaat, terus belajar, dan menggunakan ilmu untuk kebaikan umat. Dengan begitu, kita tidak hanya menjadi pribadi yang berilmu, tetapi juga menjadi cermin dari nilai-nilai Islam yang sejati.

Kalau kamu ingin memahami lebih banyak tentang makna Asmaul Husna dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, pantau terus artikel-artikel inspiratif lainnya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Apakah Hari Diwali Sesuai dengan Syariat Islam?

Baca Juga: Apakah Jika Palestina Merdeka Akan Terjadi Kiamat? Ini Jawaban Islam

FAQ

1. Apa arti dari sifat Al-Alim dalam Asmaul Husna?

Al-Alim berarti Yang Maha Mengetahui. Sifat ini menunjukkan bahwa Allah Swt. mengetahui segala sesuatu, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Tidak ada hal sekecil apa pun yang luput dari pengetahuan-Nya, termasuk isi hati manusia.


2. Mengapa umat Islam harus meneladani sifat Al-Alim dalam kehidupan?

Karena dengan meneladani sifat Al-Alim, seorang muslim akan terdorong untuk selalu mencari ilmu, bersikap rendah hati, serta merasa selalu diawasi oleh Allah Swt. Sifat ini juga mengajarkan pentingnya berpikir bijak dan bertindak berdasarkan pengetahuan yang benar.


3. Bagaimana cara meneladani sifat Al-Alim dalam kehidupan sehari-hari?

Meneladani sifat Al-Alim bisa dilakukan dengan rajin belajar, membaca, menuntut ilmu agama maupun ilmu umum, serta mengamalkan ilmu yang dimiliki untuk kebaikan sesama. Selain itu, penting juga untuk menjaga kerendahan hati dan tidak menyombongkan diri atas pengetahuan yang dimiliki.


4. Apa manfaat meneladani sifat Al-Alim bagi kehidupan manusia?

Meneladani sifat Al-Alim membawa banyak manfaat, seperti meningkatnya semangat belajar, bertambahnya ketakwaan kepada Allah, tumbuhnya rasa ingin tahu, serta munculnya sikap rendah hati. Dengan ilmu, hidup akan lebih mudah, terarah, dan bermakna.


5. Adakah dalil dalam Al-Qur’an yang menjelaskan keutamaan menuntut ilmu?

Ya. Salah satunya terdapat dalam Surat Al-Mujadalah ayat 11, yang menjelaskan bahwa Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat. Ayat ini menegaskan betapa tingginya kedudukan ilmu dalam pandangan Allah Swt.


6. Apa hubungan antara sifat Al-Alim dengan perilaku takwa?

Seseorang yang meneladani sifat Al-Alim akan tumbuh menjadi pribadi bertakwa karena selalu merasa diawasi oleh Allah Swt. Ia takut berbuat dosa, sadar akan keterbatasannya, dan berusaha berbuat baik untuk mendapatkan rida Allah.


7. Bagaimana siswa bisa mempraktikkan sifat Al-Alim di lingkungan sekolah?

Siswa dapat meneladani sifat Al-Alim dengan rajin belajar, menghormati guru, berbagi ilmu dengan teman, serta menggunakan pengetahuan untuk hal-hal yang positif. Sikap disiplin, rasa ingin tahu, dan semangat belajar adalah bentuk nyata dari meneladani sifat ini.


8. Apa jawaban kunci dari soal PAI Kelas 7 halaman 48 tentang sifat Al-Alim?

Jawabannya adalah: dengan meneladani sifat Al-Alim, seseorang akan tumbuh menjadi pribadi yang bertakwa, rendah hati, dan sadar bahwa hanya Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Selain itu, sifat ini mendorong manusia untuk terus menuntut ilmu demi kemudahan hidup dan kebaikan sesama.


9. Mengapa ilmu dianggap sebagai bentuk ibadah dalam Islam?

Menuntut ilmu adalah bagian dari ibadah karena melalui ilmu, manusia bisa mengenal Allah lebih dalam, memahami perintah dan larangan-Nya, serta menjalani hidup sesuai tuntunan agama. Rasulullah SAW juga bersabda bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim.


10. Apa pesan utama dari sifat Al-Alim bagi generasi muda?

Pesan utamanya adalah agar generasi muda tidak berhenti belajar dan selalu rendah hati meski memiliki banyak pengetahuan. Dengan semangat menuntut ilmu dan kesadaran bahwa hanya Allah yang Maha Mengetahui, seseorang akan menjadi pribadi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.