Mengapa Golongan Darah Manusia Bisa Berbeda-beda?

AKURAT.CO Golongan darah manusia tidaklah sama, dan perbedaan ini bukan terjadi secara kebetulan.
Setiap orang mewarisi golongan darahnya dari orang tua melalui gen yang menentukan jenis antigen pada permukaan sel darah merah. Dari sinilah muncul klasifikasi utama golongan darah yang kita kenal, yaitu A, B, AB, dan O, yang masing-masing masih dibedakan lagi berdasarkan faktor Rhesus (Rh) menjadi positif (+) atau negatif (–).
Perbedaan golongan darah ini sangat penting karena menentukan bagaimana sistem imun bereaksi ketika menerima darah dari luar tubuh.
Jika antigen dan antibodi tidak cocok, tubuh akan menganggap darah tersebut sebagai ancaman sehingga dapat memicu reaksi berbahaya berupa penggumpalan darah.
Baca Juga: PMI: Stok Sejumlah Golongan Darah Masih Belum Mampu Penuhi Permintaan
Faktor Penyebab Perbedaan Golongan Darah
1. Antigen dan Antibodi
Golongan darah dibedakan oleh keberadaan antigen di permukaan sel darah merah dan antibodi dalam plasma darah.
-
Golongan darah A: memiliki antigen A dan antibodi B.
-
Golongan darah B: memiliki antigen B dan antibodi A.
-
Golongan darah AB: memiliki antigen A dan B, tetapi tidak memiliki antibodi.
-
Golongan darah O: tidak memiliki antigen A maupun B, tetapi memiliki antibodi A dan B.
Ketidakcocokan antigen-antibodi inilah yang menjelaskan mengapa transfusi darah harus disesuaikan dengan tipe golongan darah penerima.
2. Faktor Genetik
Gen yang diwariskan dari ayah dan ibu berperan besar dalam menentukan golongan darah anak. Misalnya, jika kedua orang tua bergolongan darah O, maka anak pasti akan memiliki darah O juga. Namun, bila orang tua berbeda golongan, hasilnya akan dipengaruhi oleh gen yang lebih dominan.
3. Mutasi Genetik pada Nenek Moyang
Penelitian menunjukkan bahwa perbedaan golongan darah sudah terbentuk sejak jutaan tahun lalu akibat mutasi genetik pada nenek moyang manusia. Mutasi ini tidak hanya menciptakan variasi antigen, tetapi juga menghasilkan perbedaan faktor rhesus.
4. Perlindungan Terhadap Penyakit
Golongan darah juga diyakini berkembang sebagai mekanisme pertahanan tubuh. Misalnya, individu dengan golongan darah O lebih tahan terhadap malaria parah karena parasit penyebab penyakit tersebut tidak mudah menempel pada sel darah merah tipe O. Evolusi ini membuat tubuh manusia lebih selektif terhadap ancaman dari luar.
Baca Juga: Orang dengan Golongan Darah Ini Cenderung Awet Muda, Simak Faktanya!
5. Peran Antigen dan Imunoglobulin
Antigen memiliki komponen penting bernama epitope dan hapten, yang berhubungan dengan pengenalan sistem imun. Selain itu, tubuh juga menghasilkan imunoglobulin (seperti IgA, IgG, IgM, IgD, dan IgE) yang ikut berperan dalam sistem pertahanan tubuh.
Variasi pada imunoglobulin ini turut memengaruhi pengelompokan golongan darah.
Mengetahui penyebab perbedaan golongan darah membantu kita memahami betapa pentingnya peran genetik, antigen, dan proses evolusi dalam tubuh manusia. Informasi ini bukan hanya bermanfaat untuk keamanan transfusi darah, tetapi juga memberi wawasan tentang cara tubuh beradaptasi dan melindungi diri dari berbagai penyakit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









