Akurat

Bagaimana Norma Dapat Mempengaruhi Perilaku Manusia dalam Masyarakat? Ini Penjelasan Lengkapnya

Idham Nur Indrajaya | 25 November 2025, 00:09 WIB
Bagaimana Norma Dapat Mempengaruhi Perilaku Manusia dalam Masyarakat? Ini Penjelasan Lengkapnya

 

AKURAT.CO Bagaimana norma dapat mempengaruhi perilaku manusia dalam masyarakat? Dalam kehidupan sosial yang terus berkembang, manusia selalu membutuhkan pedoman agar interaksi antarindividu berjalan tertib. Di sinilah norma hadir sebagai pengarah perilaku, pembeda antara tindakan yang diterima atau ditolak masyarakat.

Tanpa norma, hubungan sosial bisa berubah kacau karena setiap orang bertindak sesuka hati tanpa mempertimbangkan kepentingan bersama. Pembahasan berikut menjelaskan bagaimana norma bekerja, mengapa perannya krusial, dan dampaknya terhadap perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat.

Apa Itu Norma dan Mengapa Penting?

Norma pada dasarnya adalah aturan sosial yang mengikat anggota masyarakat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, norma diartikan sebagai “aturan atau ketentuan yang mengatur anggota kelompok dalam masyarakat.” Fungsinya sebagai panduan, pengendali, sekaligus tolok ukur apakah suatu tindakan sesuai nilai yang berlaku.

Melalui buku “Seri Kepribadian Norma dalam Masyarakat” karya Joko Subroto (2021), norma digambarkan sebagai kaidah yang memisahkan batas-batas tindakan: mana yang benar atau salah, mana yang baik atau buruk, serta mana yang boleh atau tidak boleh dilakukan.

Jenis-jenis norma yang paling sering dijumpai meliputi norma agama, norma hukum, norma kesusilaan, dan norma kesopanan. Keempatnya bekerja bersama untuk menjaga keseimbangan sosial dan membentuk karakter individu dalam kehidupan sehari-hari.

Bagaimana Norma Mempengaruhi Perilaku Manusia?

Norma tidak hanya berupa larangan dan perintah. Lebih jauh, norma membentuk cara berpikir masyarakat, menentukan batas perilaku, dan bahkan menanamkan rasa tanggung jawab. Ketika seseorang bertindak, ia akan mempertimbangkan apakah tindakannya sesuai nilai sosial atau justru melanggar aturan.

Dalam buku “Pasti Bisa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan” oleh Tim Ganesha Operation (2017), dijelaskan bahwa manusia membutuhkan aturan dan tata cara bergaul untuk membangun kerja sama dan menciptakan kehidupan harmonis. Berikut gambaran mendalam tentang peran norma dalam membentuk perilaku manusia.

Norma Menetapkan Batas Tingkah Laku

Setiap orang memiliki cara pandang berbeda, sehingga perlu acuan bersama agar kehidupan sosial tidak saling berbenturan. Norma memberikan batasan mengenai hal yang boleh dilakukan dan hal yang harus dihindari. Dari aturan paling sederhana seperti menjaga sopan santun, hingga aturan formal seperti hukum, semuanya menjadi pedoman agar individu tidak membahayakan orang lain.

Batasan semacam ini membuat seseorang berpikir dua kali sebelum bertindak. Jika sebuah tindakan berpotensi menimbulkan dampak negatif, norma menjadi pengingat agar mereka menahan diri.

Norma Mendorong Kepatuhan dan Kesadaran Kolektif

Salah satu cara norma memengaruhi perilaku adalah dengan membangun kepatuhan. Masyarakat belajar bahwa mengikuti aturan membuat lingkungan lebih tertib dan interaksi sosial lebih nyaman. Tidak semua aturan tertulis, namun pemahamannya tertanam melalui kebiasaan sosial.

Kepatuhan yang terbentuk secara natural ini menciptakan lingkungan yang saling menghormati, sekaligus mengurangi peluang munculnya konflik antarindividu.

Norma Berperan sebagai Kontrol Sosial

Tanpa kontrol sosial, setiap orang bisa bertindak semena-mena. Norma berfungsi sebagai mekanisme pengawasan agar perilaku tetap sesuai standar masyarakat. Bentuk kontrol ini bisa berupa sanksi sosial seperti teguran, dijauhi lingkungan, hingga kritik terbuka. Pada norma hukum, sanksi bisa berupa proses pengadilan atau hukuman sesuai undang-undang.

Sebagai contoh, aturan hukum lalu lintas tidak hanya mengatur kendaraan, tapi juga menjaga keselamatan masyarakat. Ketika norma hukum ditegakkan, tingkat kecelakaan bisa ditekan dan pengguna jalan menjadi lebih tertib.

Norma Memberikan Landasan Moral

Pada level yang lebih personal, norma agama dan norma kesusilaan memberikan panduan moral. Norma jenis ini memengaruhi cara seseorang memperlakukan orang lain: menghormati, tidak menyakiti, jujur, dan bertanggung jawab. Pedoman moral tersebut membantu membentuk karakter seseorang sekaligus mempererat hubungan sosial.

Mengapa Norma Dibutuhkan dalam Masyarakat?

Kehadiran norma bukan sekadar aturan yang membatasi tindakan manusia. Norma berfungsi menjaga keteraturan, keamanan, dan hubungan harmonis antaranggota masyarakat. Berikut penjelasan mengenai pentingnya norma dalam kehidupan sosial.

1. Menjaga Ketertiban Sosial

Norma mencegah tindakan yang merugikan orang lain dan menciptakan suasana lebih tertib. Misalnya, tindakan mencuri dianggap melanggar norma kesusilaan, norma hukum, dan norma agama. Pelakunya akan mendapat sanksi sosial dan hukuman formal. Tanpa norma, kejahatan bisa meningkat dan rasa aman masyarakat hilang.

2. Menjadi Pengontrol Perilaku

Kontrol sosial membuat individu berpikir ulang ketika ingin melakukan tindakan menyimpang. Ancaman sanksi membuat masyarakat membatasi diri dan mempertimbangkan dampak dari setiap keputusan. Meski pengawasan ini tidak terlihat, hasilnya nyata: masyarakat menjadi lebih hati-hati saat bertindak.

3. Mewujudkan Lingkungan yang Aman

Ketika norma berjalan baik, keamanan muncul secara alami. Konflik bisa diminimalkan, pelanggaran berkurang, dan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang. Menciptakan keamanan memang tidak mudah, namun norma berperan besar menjaga agar situasi tetap terkendali.

4. Menjadi Pedoman Bersosialisasi

Tanpa aturan bersama, masyarakat akan bingung menghadapi berbagai situasi sosial. Norma membantu menjelaskan bagaimana bersikap, apa yang diterima, dan apa yang tidak pantas dilakukan. Banyak aturan tidak tertulis tetap dipahami masyarakat karena diwariskan dari generasi ke generasi—misalnya sikap terhadap pecandu narkoba yang cenderung dijauhi sebagai konsekuensi sosial.

5. Menjaga Keseimbangan Kepentingan

Setiap orang memiliki kebutuhan dan kepentingan berbeda. Norma membuat setiap individu bisa memenuhi kebutuhannya tanpa mengganggu hak orang lain. Inilah fungsi keseimbangan sosial yang membuat masyarakat tetap harmonis meski beragam latar belakang.

6. Mendorong Pemenuhan Hak dan Kewajiban

Norma mengarahkan setiap individu untuk menjalankan hak dan kewajiban dengan seimbang. Bila seseorang mengabaikan kewajibannya, ia akan menerima konsekuensi sosial atau legal. Kesadaran inilah yang membuat masyarakat menjalankan perannya secara bertanggung jawab.

7. Melindungi Hak Masyarakat

Ketika tiap individu melakukan kewajibannya, hak bersama pun terlindungi. Norma memastikan setiap orang mendapatkan perlakuan adil dan tidak dirugikan.

8. Menjadi Pembatas Tindakan

Norma bekerja sebagai batas tak kasatmata. Setiap tindakan dipertimbangkan berdasarkan dampaknya terhadap diri sendiri dan orang lain. Saat seseorang melanggar batas tersebut, konsekuensi akan muncul, baik dalam bentuk kritik, penolakan sosial, maupun sanksi hukum.

Kesimpulan

Norma memiliki pengaruh kuat terhadap perilaku manusia karena berfungsi sebagai pedoman, pengontrol, sekaligus penjaga ketertiban sosial. Tanpa norma, masyarakat akan kehilangan arah, rentan konflik, dan sulit mencapai keharmonisan. Dengan memahami bagaimana norma bekerja, kita bisa lebih bijak dalam bertindak dan menjaga kehidupan sosial tetap seimbang.

Kalau kamu ingin mengikuti berbagai topik menarik seputar kehidupan sosial dan fenomena masyarakat, tetap pantau update terbaru di AKURAT.CO.

Baca Juga: Mengapa Harus Ada Norma di Masyarakat? Simak Penjelasan Lengkapnya

Baca Juga: Kesusilaan: Pengertian, Ciri, Fungsi, Tujuan, Jenis, dan Hubungannya dengan Norma Lain

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan norma dalam masyarakat?
Norma adalah aturan, ketentuan, atau pedoman yang mengatur perilaku anggota masyarakat. Aturan ini menjadi acuan untuk menentukan apakah suatu tindakan dianggap benar, salah, pantas, atau tidak pantas sesuai nilai sosial yang berlaku.

2. Mengapa norma penting dalam kehidupan bermasyarakat?
Norma menjaga ketertiban, keamanan, dan keharmonisan sosial. Tanpa norma, interaksi antarindividu dapat kacau karena tidak ada batasan yang mengatur tindakan manusia dalam kehidupan sehari-hari.

3. Bagaimana norma memengaruhi perilaku seseorang?
Norma bekerja dengan memberikan batas tindakan, mendorong kepatuhan, memberlakukan sanksi sosial maupun hukum, serta menanamkan nilai moral. Semua ini membentuk perilaku agar sesuai dengan aturan dan harapan masyarakat.

4. Apa saja jenis-jenis norma yang berlaku di masyarakat?
Jenis norma yang umum diterapkan meliputi:

  • Norma agama (berdasarkan ajaran agama)

  • Norma hukum (aturan tertulis dan mengikat secara legal)

  • Norma kesusilaan (berkaitan dengan moral dan hati nurani)

  • Norma kesopanan (mengatur etika dalam bersikap dan berinteraksi)

5. Apa fungsi utama norma dalam kehidupan sosial?
Beberapa fungsi utama norma antara lain mengatur perilaku, menciptakan ketertiban, menjadi kontrol sosial, menjaga keseimbangan kepentingan, melindungi hak masyarakat, serta memandu masyarakat dalam bersosialisasi.

6. Apa yang terjadi jika masyarakat tidak memiliki norma?
Tanpa norma, setiap orang cenderung bertindak sesuka hati tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain. Akibatnya, muncul kekacauan sosial, meningkatnya pelanggaran, hilangnya rasa aman, dan melemahnya hubungan antarindividu.

7. Mengapa norma sering disertai sanksi?
Sanksi berfungsi sebagai pengingat bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Sanksi sosial atau hukum diterapkan agar individu berpikir sebelum melanggar aturan dan untuk menjaga agar masyarakat tetap tertib.

8. Bagaimana norma membantu menciptakan keamanan di masyarakat?
Dengan menetapkan aturan dan memberikan sanksi bagi pelanggar, norma mencegah tindakan berbahaya dan mengurangi konflik. Ketika anggota masyarakat saling menghormati aturan, rasa aman akan terbangun secara alami.

9. Mengapa norma dianggap sebagai pedoman dalam bersosialisasi?
Norma menjelaskan bagaimana seseorang seharusnya bertindak dalam berbagai situasi sosial. Ini membantu individu memahami perilaku yang diterima atau ditolak sehingga proses bersosialisasi berjalan lebih mudah dan harmonis.

10. Apakah norma dapat berubah seiring perkembangan zaman?
Ya. Norma bersifat dinamis dan dapat menyesuaikan perkembangan budaya, teknologi, serta perubahan nilai-nilai dalam masyarakat. Perubahan norma diperlukan agar aturan sosial tetap relevan dan mampu menjaga keteraturan sosial.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.