Mengenal Polinasi: Proses Penyerbukan dan Pentingnya untuk Tanaman

AKURAT.CO Penyerbukan atau polinasi merupakan salah satu proses terpenting dalam siklus hidup tanaman berbunga.
Tanpa adanya penyerbukan, banyak jenis tanaman tidak dapat menghasilkan biji maupun buah.
Proses ini tidak hanya bermanfaat bagi kelestarian tanaman tetapi juga berperan besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Lalu, bagaimana polinasi atau penyerbukan terjadi dan mengapa penting bagi tanaman? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Pengertian Penyerbukan
Penyerbukan adalah proses berpindahnya serbuk sari (polen) dari kepala sari bunga jantan atau antera menuju kepala putik bunga betina yang disebut stigma. Proses ini menjadi bagian penting dalam reproduksi generatif tumbuhan berbunga.
Ketika polen berhasil menempel di stigma, maka akan terjadi proses pembuahan yang memungkinkan terbentuknya biji dan buah.
Baca Juga: Bagaimana Tanaman Merespons Rangsangan Cahaya? Ini Jawabannya
Jenis-jenis Penyerbukan
Penyerbukan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan asal serbuk sari dan perantara yang membantu prosesnya. Berikut beberapa jenis penyerbukan:
1. Berdasarkan Asal Serbuk Sari
● Penyerbukan sendiri (autogami), terjadi ketika serbuk sari dari bunga jantan jatuh ke kepala putik bunga yang sama. Contohnya: gandum, tomat, kentang.
● Penyerbukan tetangga (geitonogami), terjadi ketika serbuk sari dari satu bunga jatuh ke kepala putik bunga lain pada tumbuhan yang sama. Contohnya: jagung.
● Penyerbukan silang (alogami), terjadi ketika serbuk sari dari bunga pada tumbuhan menempel di kepala putik dari tumbuhan lain yang sejenisnya. Contohnya: mangga, kelapa, pepaya.
2. Berdasarkan Perantaranya
● Penyerbukan oleh angin (anemogami), terjadi ketika serbuk sari ringan terbawa angin hingga mencapai bunga betina. Contohnya: padi, jagung, kelapa sawit.
● Penyerbukan oleh air (hidrogami), terjadi ketika serbuk sari dipindahkan melalui media air, biasanya pada tanaman yang hidup di perairan. Contohnya: hydrilla.
● Penyerbukan oleh hewan (zoidiogami), terjadi ketika hewan seperti serangga, burung, kelelawar, dan siput membantu memindahkan serbuk sari. Contohnya: mawar, melati.
● Penyerbukan oleh manusia (antropogami), manusia sering membantu proses polinasi secara manual, terutama pada tanaman yang sulit melakukan penyerbukan alami. Contohnya: vanili, anggrek.
Baca Juga: Kenali Berbagai Fungsi Akar bagi Pertumbuhan Tanaman
Proses Terjadinya Penyerbukan pada Tanaman
Penyerbukan atau polinasi pada tanaman tidak hanya sekadar perpindahan serbuk sari dari bunga jantan ke bunga betina. Proses ini terdiri dari beberapa tahapan penting yang berurutan, mulai dari pembentukan serbuk sari hingga terbentuknya buah. Berikut tahapannya:
1. Pembentukan Serbuk Sari
Tahap pertama dalam polinasi adalah pembentukan serbuk sari di antera, yaitu bagian jantan dari bunga. Serbuk sari berfungsi membawa sel sperma tanaman. Agar proses pembuahan berhasil, bunga biasanya menghasilkan serbuk sari dalam jumlah banyak.
2. Tahap Serbuk Sari Menjadi Matang
Setelah terbentuk, serbuk sari perlu mengalami kematangan. Serbuk sari yang matang memiliki struktur dinding kuat dan siap menempel pada stigma bunga betina. Serbuk sari yang belum matang tidak dapat melakukan pembuahan.
3. Perpindahan Serbuk Sari ke Bunga Betina
Serbuk sari yang matang akan berpindah dari antera menuju stigma. Proses ini bisa dibantu oleh berbagai faktor, seperti angin, air, hewan penyerbuk (lebah, kupu-kupu, burung, kelelawar), maupun manusia yang melakukan penyerbukan manual.
4. Pendaratan Serbuk Sari di Stigma dan Proses Perkecambahan
Setelah berhasil mendarat di stigma, serbuk sari mengalami germinasi atau perkecambahan. Pada tahap ini, serbuk sari mulai tumbuh dan membentuk tabung polen yang berfungsi sebagai jalan menuju bakal biji.
Baca Juga: 5 Contoh Tanaman Hias yang Mudah Dirawat dan Bikin Rumah Lebih Asri
5. Perkembangan Tabung Polen Menuju Bakal Biji
Tabung polen terus memanjang dan menembus jaringan putik untuk mencapai ruang bakal biji (ovarium). Tabung ini membawa inti sperma agar bisa sampai ke sel telur yang ada di dalam bakal biji.
6. Bersatunya Sel Sperma dan Sel Telur pada Bunga
Ketika tabung polen sampai di bakal biji, inti sperma dilepaskan. Satu inti sperma membuahi sel telur sehingga terbentuk zigot, sementara inti sperma lainnya berperan membentuk cadangan makanan untuk biji. Proses ini dikenal dengan pembuahan ganda, ciri khas pada tanaman berbunga.
7. Perubahan Bakal Buah Menjadi Buah yang Matang
Tahap terakhir adalah pembentukan buah. Zigot berkembang menjadi embrio di dalam biji, sementara ovarium berkembang menjadi buah. Buah ini berfungsi melindungi biji sekaligus membantu penyebaran biji ke lingkungan baru.
Pentingnya Penyerbukan bagi Tanaman
Penyerbukan memiliki peran yang sangat penting bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup tanaman. Proses ini memungkinkan tanaman melakukan reproduksi secara efektif, sehingga dapat menghasilkan biji dan buah yang menjadi generasi berikutnya.
Selain itu, penyerbukan juga berkontribusi dalam meningkatkan jumlah dan kualitas produksi pangan.
Dengan adanya penyerbukan yang baik, keanekaragaman hayati tetap terjaga karena pertukaran genetik antartanaman berjalan optimal.
Penyerbukan juga mendukung kelangsungan ekosistem, mempercepat pertumbuhan tanaman dan membantu proses pembuahan berlangsung lebih efisien, sehingga tanaman dapat berkembang biak dengan sehat dan menghasilkan buah yang berkualitas.
Dengan memahami proses dan manfaat penyerbukan, kita bisa menyadari betapa pentingnya peran penyerbuk bagi kelangsungan hidup tanaman.
Proses ini juga menunjukkan keterkaitan erat antara tanaman dan lingkungan sekitar, sekaligus mengingatkan kita akan perlunya menjaga keseimbangan alam agar ekosistem tetap lestari.
Baca Juga: Apa Saja Fitur Utama PVZ Fusion? Ini Jawabannya dan Spoiler Tanaman Langka yang Wajib Dicoba
Laporan: Vania Tri Yuniar/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









