Mengapa Pelangi Bisa Muncul Dua Lapis? Ini Penjelasan Ilmiahnya

AKURAT.CO Pelangi selalu menjadi fenomena alam yang memikat mata. Warna-warnanya yang cerah membuat siapa pun berhenti sejenak untuk mengaguminya.
Namun, ada kalanya pelangi tidak hanya muncul satu, melainkan dua lapis sekaligus. Fenomena ini sering disebut sebagai pelangi ganda atau pelangi kembar.
Banyak orang menganggapnya sebagai tanda keberuntungan, tetapi di balik keindahannya, terdapat proses ilmiah yang menarik untuk dipahami.
Melihat pelangi dua lapis memang bukan sesuatu yang terjadi setiap hari.
Fenomena ini muncul ketika kondisi cahaya dan tetesan air di atmosfer berada dalam situasi yang sangat tepat.
Inilah yang membuat pelangi ganda terasa langka dan istimewa. Meski begitu, secara sains, kejadian ini bisa dijelaskan dengan jelas melalui proses pembiasan, pemantulan, dan pemecahan cahaya.
Proses Terjadinya Pelangi
Pada dasarnya, pelangi terbentuk karena cahaya matahari berinteraksi dengan tetesan air, cahaya tersebut akan dibelokkan (dibias) lalu diuraikan menjadi spektrum warna.
Selanjutnya, cahaya dipantulkan di dalam tetesan, kemudian keluar kembali ke udara menuju mata pengamat.
Kombinasi pembiasan, pemantulan, dan pemecahan cahaya inilah yang menciptakan lengkungan warna yang kita lihat sebagai pelangi.
Tetesan air yang berfungsi sebagai prisma alami akan mengurai cahaya putih menjadi warna-warna seperti merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.
Urutan warna ini terjadi karena setiap warna membias pada sudut yang berbeda, sehingga membentuk susunan gradasi khas yang selalu kita kenali.
Mengapa Pelangi Bisa Muncul Dua Lapis?
Pelangi dua lapis terjadi karena adanya perbedaan jumlah pantulan cahaya di dalam tetesan air.
Pelangi primer terbentuk ketika cahaya matahari masuk ke tetesan air, dipantulkan sekali, lalu keluar. Pelangi inilah yang tampil paling jelas dan paling sering kita lihat.
Sementara itu, pelangi sekunder terbentuk ketika cahaya dipantulkan dua kali di dalam tetesan air sebelum keluar kembali.
Pantulan tambahan ini mengurangi intensitas cahaya, sehingga pelangi sekunder tampak lebih pucat dan berada di posisi yang lebih tinggi dari pelangi primer.
Selain itu, susunan warnanya juga terbalik: jika di pelangi primer warna merah ada di bagian luar, maka pelangi sekunder warna merahnya berada di bagian dalam.
Kenapa Pelangi Sekunder Lebih Pudar?
Pantulan ganda membuat lebih banyak cahaya hilang atau tersebar ke arah lain. Akibatnya, pelangi sekunder tampak kurang terang dan sering sulit terlihat, terutama jika kondisi cuaca kurang mendukung.
Hanya ketika matahari cukup cerah dan tetesan air banyak serta merata, pelangi sekunder baru terlihat jelas.
Karena alasan ini, banyak orang hanya melihat pelangi primer saja, tanpa menyadari bahwa pelangi sekunder sebenarnya hampir selalu terbentuk, tetapi tidak selalu terlihat oleh mata manusia.
Kapan Pelangi Dua Lapis Bisa Terlihat?
Pelangi dua lapis biasanya muncul ketika:
● Matahari berada cukup rendah di langit, seperti pagi atau sore hari
● Udara dipenuhi tetesan hujan yang seragam
● Matahari bersinar terang setelah hujan
Kombinasi faktor-faktor tersebut menciptakan kondisi ideal bagi cahaya untuk mengalami pantulan ganda sehingga pelangi sekunder muncul.
Pelangi dua lapis terjadi karena cahaya matahari mengalami pantulan lebih dari satu kali di dalam tetesan air.
Pelangi primer lebih terang, sedangkan pelangi sekunder lebih redup dan memiliki urutan warna terbalik.
Meskipun pelangi kembar terlihat langka, fenomena ini sebenarnya merupakan bagian alami dari interaksi cahaya dan air di atmosfer.
Laporan: Vania Tri Yuniar/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









