Ngeri... Ular Terbesar di Dunia si Raja Hutan Amerika Selatan

AKURAT.CO Dunia fauna menyimpan banyak misteri dan keajaiban, salah satunya adalah keberadaan ular terbesar di dunia. Makhluk reptil raksasa ini seringkali menjadi subjek cerita dan mitos, tetapi juga merupakan fakta ilmiah yang menarik. Ular raksasa ini bukan hanya sekadar besar, tetapi juga memiliki kekuatan dan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Siapakah dia?
Tanpa ragu, gelar ular terbesar di dunia jatuh pada anaconda hijau (Eunectes murinus). Reptil raksasa ini mendiami perairan tawar di Amerika Selatan, terutama di lembah Sungai Amazon dan Orinoco.
Meskipun ada beberapa jenis anaconda, anaconda hijau adalah yang terbesar berdasarkan berat dan diameter tubuh.
Anaconda hijau dapat mencapai panjang lebih dari 8 meter dan berat hingga 250 kg. Keberadaan anaconda hijau menjadi indikator penting bagi ekosistem, menandakan lingkungan yang sehat dan kaya akan sumber daya alam.
Fakta Menarik Seputar Anaconda Hijau
Ukuran anaconda hijau yang fenomenal bukan satu-satunya hal yang menarik dari reptil ini. Berikut beberapa fakta yang mungkin belum Anda ketahui:
- Hidup di Air: Anaconda hijau menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam air. Ini membantunya menyamarkan diri saat berburu dan menopang berat tubuhnya yang masif.
- Bukan Ular Terpanjang: Meskipun menjadi ular terbesar berdasarkan berat dan diameter tubuh, anaconda hijau bukanlah ular terpanjang di dunia. Rekor ular terpanjang dipegang oleh sanca batik (Malayopython reticulatus).
- Predator Puncak: Anaconda adalah predator puncak yang memangsa berbagai hewan, mulai dari ikan, burung, mamalia seperti kapibara, hingga reptil seperti caiman.
Baca Juga: Gerakan Basmi Hama Tikus, Lucky Hakim Lepas Ribuan Ular ke Sawah
Ancaman dan Konservasi
Meskipun ukurannya sangat besar, populasi ular terbesar di dunia ini menghadapi berbagai ancaman. Hilangnya habitat akibat deforestasi dan perubahan iklim, serta perburuan ilegal untuk perdagangan kulit dan hewan peliharaan, menjadi tantangan serius bagi kelangsungan hidupnya.
Data dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) pada 2023 menunjukkan bahwa status anaconda hijau masih berstatus Least Concern atau risiko rendah, tetapi pemantauan populasi dan habitat terus dilakukan. Upaya konservasi sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan memastikan keberadaan anaconda hijau tetap lestari di alam liar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









