Bagaimana Kita Biasanya Merencanakan Pembelajaran di Kelas? Bapak dan Ibu Guru Yuk Simak Uraian Ini

AKURAT.CO Ternyata inilah jawaban dari soal bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas? bapak dan ibu guru yuk simak uraian ini!
Perencanaan pembelajaran adalah fondasi utama untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan efektif dan mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan.
Guru sebagai perancang utama pembelajaran membutuhkan strategi dan langkah sistematis agar interaksi di kelas berlangsung terarah, menarik, dan adaptif terhadap kebutuhan siswa.
Perencanaan yang matang bukan hanya soal menyusun materi, melainkan juga merancang pengalaman belajar kontekstual, bentuk penilaian, dan pengelolaan kelas yang profesional.
Artikel ini menguraikan secara komprehensif tahapan serta praktik terbaik merencanakan pembelajaran di kelas, berdasarkan literatur pendidikan dan pedoman resmi.
1. Tahapan Dasar Perencanaan Pembelajaran
Berikut ini adalah langkah-langkah utama dalam merencanakan pembelajaran yang efektif:
a. Menganalisis Tujuan Pembelajaran
Guru harus terlebih dahulu memahami dan merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan kurikulum. Tujuan harus dirancang dengan prinsip SMART:
-
Specific: Spesifik dan jelas.
-
Measurable: Dapat diukur keberhasilannya.
-
Achievable: Dapat dicapai sesuai kemampuan siswa.
-
Relevant: Relevan dengan kebutuhan belajar siswa.
-
Time-bound: Memiliki batas waktu pencapaian.
b. Mengenal Karakteristik Siswa
Informasi tentang latar belakang sosial, gaya belajar, kemampuan awal, hingga minat siswa penting untuk merancang pendekatan belajar yang tepat. Hal ini dapat diperoleh melalui asesmen awal, observasi, maupun diskusi dengan siswa.
c. Menyusun Materi dan Isi Pembelajaran
Materi yang dipilih harus:
-
Sesuai dengan standar kompetensi dan kebutuhan belajar.
-
Menggunakan sumber belajar yang beragam (buku teks, media digital, artikel ilmiah, video pembelajaran, dsb).
d. Menentukan Strategi, Metode, dan Model Pembelajaran
-
Menyesuaikan pendekatan dengan materi dan karakteristik siswa.
-
Mengintegrasikan metode aktif seperti diskusi kelompok, problem-based learning, atau project-based learning.
-
Mengedepankan model pembelajaran yang menekankan kolaborasi dan keterlibatan siswa.
e. Menyiapkan Media dan Alat Bantu
Pemilihan media ajar perlu mempertimbangkan efektivitas, aksesibilitas, dan relevansi, seperti:
-
Infografis, video, alat peraga, papan tulis interaktif, dll.
f. Menyusun Langkah-Langkah Kegiatan
Rencana kegiatan disusun dalam urutan:
-
Pembukaan (apersepsi, motivasi)
-
Kegiatan Inti (eksplorasi, elaborasi, konfirmasi)
-
Penutup (refleksi, rangkuman, evaluasi)
g. Perencanaan Penilaian dan Evaluasi
-
Menyusun instrumen untuk menilai pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa.
-
Meliputi asesmen formatif (selama proses) dan sumatif (akhir pembelajaran).
h. Refleksi dan Revisi
Evaluasi pelaksanaan pembelajaran dilakukan oleh guru secara berkala untuk memperbaiki strategi dan pendekatan yang digunakan.
2. Prinsip Perencanaan Pembelajaran Efektif
| Prinsip | Penjelasan |
|---|---|
| Kejelasan Tujuan | Rencana memiliki target pembelajaran yang terukur dan sesuai capaian kurikulum |
| Kolaboratif dan Fleksibel | Dapat disesuaikan sesuai dinamika kelas dan hasil asesmen |
| Berpusat Pada Siswa | Mengutamakan partisipasi aktif, kebutuhan, dan gaya belajar siswa |
| Pengintegrasian Penilaian | Penilaian dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran berlangsung |
| Kontekstual dan Inovatif | Materi terkait dengan dunia nyata siswa dan mendorong inovasi belajar |
3. Contoh Susunan Rencana Pembelajaran Sederhana
Berikut contoh format rencana pembelajaran harian (RPP) sederhana:
-
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
-
Kelas/Semester: VII/1
-
Waktu: 2 x 40 menit
-
Tujuan Pembelajaran: Siswa mampu mengidentifikasi struktur dan kaidah teks deskripsi
-
Materi Pokok: Teks deskripsi
-
Metode: Diskusi kelompok, tanya jawab
-
Langkah-Langkah Pembelajaran:
-
Pembukaan: Guru menyapa, apersepsi, menyampaikan tujuan
-
Inti: Siswa mengamati contoh teks, diskusi struktur, praktik menulis
-
Penutup: Refleksi, rangkuman, pemberian tugas rumah
-
-
Media dan Sumber Belajar: Buku paket, LKS, video deskripsi, papan tulis
-
Penilaian: Lembar observasi, rubrik menulis teks, kuis online
4. Praktik Baik Perencanaan di Era Modern
-
Digitalisasi: Memanfaatkan LMS (Learning Management System), aplikasi kuis interaktif seperti Quizizz, Kahoot, atau Google Classroom.
-
Pembelajaran Diferensiasi: Memberikan tugas berbeda berdasarkan kemampuan siswa.
-
Inklusi dan Interaktif: Membuka ruang dialog dan memberikan perhatian pada keberagaman latar belakang siswa.
-
Kolaboratif: Mengajak siswa bekerja sama dalam proyek atau diskusi kelompok yang solutif dan menyenangkan.
Perencanaan pembelajaran di kelas adalah proses strategis yang dimulai dari merumuskan tujuan, mengenal karakteristik peserta didik, menata materi, memilih metode, hingga menyiapkan penilaian dan refleksi.
Rencana yang disusun dengan memperhatikan prinsip kejelasan tujuan, fleksibilitas, kolaborasi, berpusat pada siswa, serta relevansi kontekstual akan membuat proses belajar lebih efektif dan bermakna.
Dengan perencanaan yang matang, guru mampu menciptakan pembelajaran yang menantang, menyenangkan, serta berdampak positif untuk setiap siswa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









