Akurat

Apakah Ada Batasan dari Gerakan yang Bisa Dilakukan Tubuh Kalian Mengapa?

Moh.Apriawan | 17 Juli 2025, 19:30 WIB
Apakah Ada Batasan dari Gerakan yang Bisa Dilakukan Tubuh Kalian Mengapa?

AKURAT.CO Gerakan tubuh manusia adalah hasil kerja terpadu dari sistem rangka, otot, sendi, serta sistem saraf yang mengoordinasikan aktivitas tersebut.

Meskipun tubuh kita tampak dapat bergerak leluasa, sebenarnya terdapat batasan-batasan yang membatasi gerakan tersebut.

Batasan-batasan ini penting untuk menjaga integritas tubuh agar tidak mengalami cedera dan berfungsi secara optimal.

Artikel ini akan membahas secara komprehensif tentang adanya batasan gerak tubuh manusia dan penjelasan ilmiah mengapa batasan tersebut perlu ada, berdasarkan kajian dari buku dan situs akademik terpercaya.

Baca Juga: Mengapa Kalian Bisa Melihat Bayangan di Cermin? Simak Jawaban Berikut Ini

1. Batasan Anatomi

Batasan utama berasal dari struktur anatomi tubuh. Tulang, sendi, dan otot memiliki bentuk dan fungsi tertentu yang menentukan rentang gerak. Misalnya:

  • Sendi: Hanya memiliki gerak tertentu sesuai jenisnya (engsel, peluru, putar, dll.). Sendi engsel seperti siku memungkinkan gerak fleksi dan ekstensi tetapi tidak rotasi bebas.

  • Ligamen dan tendon: Mengikat tulang dan otot, membatasi gerakan yang berlebihan agar tidak terjadi dislokasi atau robekan.

  • Bentuk tulang: Membatasi arah dan jumlah gerak, sesuai desain biologis.

2. Batasan Fisiologis dan Kesehatan

Kondisi kesehatan dan usia juga membatasi gerakan.

Otot dan sendi yang kaku karena penyakit, cedera, atau penuaan akan mengurangi fleksibilitas dan kelenturan.

Kelemahan otot dan gangguan neurologis turut membatasi kemampuan bergerak.

3. Batasan Neurologis

Sistem saraf mengatur perintah gerak melalui impuls listrik yang terkendali. Jika terjadi gangguan saraf, seperti stroke atau neuropati, koordinasi dan kontrol gerak akan menurun sehingga menimbulkan keterbatasan fungsi.

Selain itu, refleks pengamanan tubuh juga membatasi gerak ekstrem yang dapat membahayakan.

4. Batasan Psikologis dan Sosiologis

Selain aspek fisik, psikologis juga membatasi gerakan. Rasa takut cedera atau trauma masa lalu dapat menyebabkan pembatasan gerak tanpa alasan medis langsung.

Secara sosiologis, norma dan budaya mengatur bagaimana kita menggunakan tubuh, membatasi gerakan tertentu agar sesuai dengan etika dan kebiasaan sosial.

5. Pentingnya Batasan Gerak

Batasan gerak diperlukan agar tubuh tidak mengalami kerusakan.

Gerakan yang melebihi batas anatomis dapat menyebabkan cedera seperti keseleo, robeknya otot, dislokasi sendi, atau bahkan patah tulang.

Batasan ini juga menjaga stabilitas dan keutuhan sistem gerak untuk aktivitas sehari-hari.

Contoh Batasan Gerak

  • Gerak fleksi dan ekstensi pada sendi lutut terjadi antara 0° (lurus) sampai sekitar 135° (tertekuk). Melampaui ini akan merusak jaringan.

  • Rotasi pada sendi leher terbatas untuk menghindari kerusakan saraf tulang belakang.

  • Gerak pergelangan tangan dan jari memiliki batas tertentu agar tidak terjadi cedera overuse atau strain.

Tabel Jenis Batasan Gerak Tubuh

Jenis Batasan Contoh Penjelasan
Anatomi Sendi engsel hanya gerak fleksi-ekstensi Bentuk fisik tulang dan sendi
Kesehatan Kaku akibat radang sendi Kondisi fisik yang mengurangi gerak
Neurologis Gangguan saraf mempengaruhi koordinasi Kontrol saraf memengaruhi gerak
Psikologis/Sosiologis Rasa takut cedera, norma sosial membatasi Faktor mental dan budaya
 

Kesimpulan

Tubuh kita memiliki batasan dalam melakukan gerakan yang berasal dari struktur anatomi, kondisi kesehatan, sistem saraf, serta faktor psikologis dan sosiologis.

Batasan ini sangat penting untuk menjaga integritas fisik agar terhindar dari cedera dan memastikan fungsi sistem gerak berjalan optimal.

Oleh karena itu, walaupun tampak bebas bergerak, tubuh manusia sebenarnya bergerak dalam batas yang aman secara biologis dan sosial.

Pemahaman ini membantu kita menjaga tubuh dengan baik dan menghormati batasan alami yang dimilikinya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.