Akurat

Anies Baswedan Ajak Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah dalam Pendidikan yang Berpihak pada Anak

Oktaviani | 13 Juni 2025, 22:21 WIB
Anies Baswedan Ajak Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah dalam Pendidikan yang Berpihak pada Anak

AKURAT.CO Gerakan Indonesia Mengajar menggelar kegiatan IM Goes to School di Sekolah Nizamia Andalusia dengan mengusung tema “Inspirasi Pembelajaran dari Rumah hingga Sekolah.”

Kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif antara guru, orang tua, dan siswa untuk menumbuhkan semangat belajar, berpikir kritis, serta berinovasi di bidang STEM secara inklusif.

Hadir sebagai pembicara utama, Anies Baswedan menyampaikan gagasan mendalam tentang pentingnya membangun lingkungan belajar yang menyentuh hati dan berpihak pada anak.

“Pendidikan bukan sekadar soal angka. Ia adalah proses membentuk manusia seutuhnya—yang mampu bertanya, berpikir, dan memberi dampak,” ujar Anies dalam sambutannya, Jumat (13/6/2025).

Ia menekankan bahwa salah satu cara paling efektif untuk melawan pola pikir tunggal yang membatasi kebebasan berpikir adalah dengan mendorong anak-anak untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

“Anak-anak perlu tumbuh dalam ruang belajar yang mendorong mereka bertanya, bukan sekadar menerima,” lanjutnya.

Anies juga menyoroti pentingnya peran kolaboratif antara rumah dan sekolah dalam membangun karakter dan potensi anak.

Baca Juga: Download Lagu Anything Adrianne Lenker Beserta Lirik dan Terjemahan Bahasa Indonesia

“Orang tua dan sekolah harus menjadi satu tim. Bersama, mereka perlu memetakan potensi anak, bukan hanya dalam bentuk angka, tapi juga dalam semangat, minat, dan karakter,” katanya.

Lebih lanjut, Anies mengingatkan pentingnya kesepahaman nilai dalam keluarga sebagai fondasi pertumbuhan anak. Ia menyarankan agar orang tua rutin melakukan “rapat kerja” keluarga untuk menyepakati nilai-nilai yang akan dijunjung bersama.

“Dengan nilai yang disepakati bersama, anak akan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang humanis dan aman untuk mengeksplorasi potensinya,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, juga dilakukan sosialisasi Olimpiade Genomik Indonesia (OGI), sebuah kompetisi ilmiah nasional berbasis genomik yang terbuka untuk siswa SD, SMP, dan SMA dari seluruh Indonesia tanpa biaya pendaftaran.

OGI bertujuan memperluas akses literasi sains secara setara dan mengenalkan potensi ilmu genomik sejak dini.

“Kompetisi ini membawa pesan bahwa semua anak istimewa dan berhak mengembangkan potensi terbaiknya,” ungkap perwakilan Indonesia Mengajar.

Selain sesi inspiratif, acara ini juga menghadirkan kegiatan edukatif bersama orang tua, termasuk praktik pembelajaran sains dari kehidupan sehari-hari dan ice breaking interaktif yang membangun kehangatan di antara peserta.

Melalui kegiatan ini, Indonesia Mengajar berharap dapat memperkuat gotong royong antara orang tua, guru, dan masyarakat dalam membangun ekosistem belajar yang berpihak pada anak dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Baca Juga: Film The Amateur (2025) Tayang di Mana? Ini 20 Situs Nonton Resmi Bukan LK21!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.