Akurat

Kunci Jawaban Latihan Pemahaman Modul 2 Topik 4 PPG 2025 Mengenai School Well-being

Iim Halimatus Sadiyah | 17 Juni 2025, 14:45 WIB
Kunci Jawaban Latihan Pemahaman Modul 2 Topik 4 PPG 2025 Mengenai School Well-being

AKURAT.CO Inilah kunci jawaban Latihan Pemahaman Modul 2 Topik 4 Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) mengenai School Well-being dalam PPG 2025.

Kunci jawaban Latihan Pemahaman Modul 2 PSE Topik 4 School Well-being ini disediakan bagi para guru yang sedang mengikuti PPG Guru Tertentu tahun 2025 melalui platform Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).

Latihan Pemahaman Modul 2 PSE Topik 4 terdiri dari beberapa soal yang dikelompokkan ke dalam berbagai materi atau subtopik pembahasan.

Untuk bapak/ibu guru yang mengalami kesulitan dalam menjawab soal-soal tersebut, kunci jawaban Latihan Pemahaman Modul 2 Topik 4 ini bisa dijadikan sebagai panduan atau bahan referensi.

Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 155 Kurikulum Merdeka: Pertanyaan Pemantik

Berikut ini adalah kunci jawaban lengkap untuk Latihan Pemahaman Modul 2 PSE Topik 4: School Well-being.

Kunci Jawaban Latihan Pemahaman Modul 2 Topik 4 PPG 2025

1. Apa yang dimaksud dengan "school well-being" dalam konteks pendidikan?

A. Kesejahteraan sosial siswa di luar sekolah
B. Kesejahteraan fisik dan emosional siswa di sekolah
C. Kesejahteraan finansial guru di sekolah
D. Kesejahteraan mental guru di luar sekolah
E. Kesejahteraan komunitas di sekitar sekolah

Jawaban: B. Kesejahteraan fisik dan emosional siswa di sekolah

2. Menurut Konu, faktor apa yang paling memengaruhi school well-being?

A. Kualitas pengajaran
B. Pengelolaan stres di sekolah
C. Keterlibatan orang tua
D. Lingkungan fisik sekolah
E. Fasilitas sekolah

Jawaban: B. Pengelolaan stres di sekolah

3. Menurut Rimpela, apa dampak penting dari kesejahteraan yang baik di sekolah terhadap siswa?

A. Meningkatkan rasa percaya diri dan prestasi akademik
B. Mengurangi peran guru dalam pendidikan
C. Memperburuk hubungan sosial siswa
D. Meningkatkan angka absensi siswa
E. Meningkatkan keamanan siswa

Jawaban: A. Meningkatkan rasa percaya diri dan prestasi akademik

4. Konu menyarankan pentingnya pendekatan seperti apa untuk meningkatkan school well-being?

A. Fokus pada kebijakan yang hanya melibatkan siswa
B. Pendekatan berbasis akademik saja
C. Pendekatan holistik yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua bahkan komunitas sekolah
D. Menekankan disiplin yang keras terhadap siswa
E. Pendekatan holistik meliputi komunitas sekitar sekolah

Jawaban: C. Pendekatan holistik yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua bahkan komunitas sekolah

Baca Juga: Kunci Jawaban Cerita Reflektif Modul 2 PPG 2025 Lengkap: Untuk Mempertajam Pemahaman Anda Mengenai Experiential Learning, Anda Memerlukan Orang Lain

5. Rimpela menyatakan bahwa peningkatan school well-being dapat mengurangi risiko masalah kesehatan mental siswa. Apa jenis masalah kesehatan mental yang sering muncul pada siswa dengan kesejahteraan sekolah yang rendah?

A. Stres, kecemasan, dan depresi
B. Kelelahan fisik
C. Masalah fisik yang berhubungan dengan pola makan
D. Ketergantungan pada teknologi
E. Ketergantungan pada orang lain

Jawaban: A. Stres, kecemasan, dan depresi

6. Apa yang dapat dilakukan sekolah untuk meningkatkan school well-being menurut Konu dan Rimpela?

A. Memberikan tugas yang menantang
B. Menyediakan fasilitas olahraga yang lebih baik
C. Memperkenalkan kebijakan tanpa ujian
D. Meningkatkan kebijakan keamanan dan dukungan emosional bagi siswa
E. Memberikan layanan konsultasi on-line

Jawaban: D. Meningkatkan kebijakan keamanan dan dukungan emosional bagi siswa

7. Konu menyarankan bahwa hubungan sosial yang sehat antara siswa dan guru berkontribusi terhadap kesejahteraan di sekolah. Apa keuntungan utama dari hubungan sosial yang baik tersebut?

A. Pembelajaran menjadi fokus pada hasil
B. Adanya komunitas sekolah yang baik
C. Output belajar lebih baik
D. Meningkatkan rasa aman dan dukungan sosial bagi siswa
E. Relasi guru siswa menjadi baik

Jawaban: D. Meningkatkan rasa aman dan dukungan sosial bagi siswa

8. Dalam konteks school well-being, Rimpela menekankan pentingnya kegiatan ekstrakurikuler. Mengapa kegiatan ekstrakurikuler penting?

A. Kegiatan tersebut menambah waktu siswa berinteraksi
B. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional
C. Kegiatan tersebut mengurangi perhatian siswa yang fokus pada akademik semata
D. Kegiatan tersebut menambah fungsi pendidikan formal
E. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan

Jawaban: B. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional

9. Menurut Konu, pengelolaan stres di sekolah harus melibatkan elemen-elemen tertentu. Apa elemen kunci yang harus ada dalam pengelolaan stres tersebut?

A. Pembatasan interaksi sosial antar siswa untuk melindungi siswa dari bullying
B. Dukungan emosional dari guru dan orang tua
C. Pembelajaran yang berfokus pada materi akademik
D. Mengurangi jam sekolah untuk kesejahteraan siswa
E. Memberikan layanan kesehatan siswa

Jawaban: B. Dukungan emosional dari guru dan orang tua

10. Menurut Rimpela, kebijakan apa yang dapat diambil oleh sekolah untuk mempromosikan school well-being yang efektif di kalangan siswa?

A. Menambah jumlah ujian dan tes di sekolah supaya siswa lebih aktif dan produktif
B. Menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung berbagai latar belakang siswa
C. Meningkatkan peraturan disiplin yang ketat terhadap siswa
D. Mengurangi program tertentu yang dianggap merepotkan untuk fokus pada akademik
E. Menciptakan lingkungan yang mendukung komunitas sekolah

Jawaban: B. Menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung berbagai latar belakang siswa

Dengan memahami betapa pentingnya school well-being serta peran penting guru dalam menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh, diharapkan para peserta PPG 2025 dapat lebih siap untuk menerapkan tindakan nyata di sekolah tempat mereka mengajar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.