Akurat

Menurut Anda, Apakah Tugas-tugas yang Diberikan kepada Siswa Selama Ini Berkontribusi pada Kebiasaan Mereka Tidur Larut Malam?

Rahman Sugidiyanto | 28 Mei 2025, 13:00 WIB
Menurut Anda, Apakah Tugas-tugas yang Diberikan kepada Siswa Selama Ini Berkontribusi pada Kebiasaan Mereka Tidur Larut Malam?

AKURAT.CO Selengkapnya tentang jawaban, menurut anda, apakah tugas-tugas yang diberikan kepada siswa selama ini berkontribusi pada kebiasaan mereka tidur larut malam?

Kualitas tidur memegang peranan penting dalam tumbuh kembang dan performa akademik siswa.

Sayangnya, kebiasaan tidur larut malam kian menjadi fenomena umum di kalangan pelajar Indonesia, dari tingkat dasar hingga menengah atas.

Banyak pihak menyoroti tugas sekolah yang menumpuk sebagai salah satu penyebab utama kebiasaan ini.

Artikel ini bertujuan mengulas secara mendalam apakah tugas-tugas yang diberikan selama ini berkontribusi pada pola tidur larut malam, serta dampaknya terhadap kesehatan dan prestasi siswa.

Baca Juga: Apa Saja Edukasi kepada Siswa yang Anda Lakukan Terkait Tidur Cepat? Inilah Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang Akurat

1. Hubungan antara Tugas Sekolah dan Pola Tidur Siswa

Tugas sekolah merupakan bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Namun, jika jumlah dan tingkat kesulitannya tidak proporsional, tugas dapat menggeser waktu istirahat siswa.

Studi dari University of California, Los Angeles menunjukkan bahwa belajar hingga larut malam secara rutin berdampak negatif pada kemampuan akademik keesokan harinya.

Ketika jam belajar diperpanjang hingga melewati waktu tidur ideal, siswa berisiko mengalami kelelahan kronis.

2. Dampak Tidur Larut Malam terhadap Siswa

  • Penurunan Konsentrasi dan Prestasi Akademik

    Siswa yang kurang tidur cenderung sulit fokus, mudah mengantuk di kelas, dan memiliki daya ingat yang lemah.

    Penelitian dari STIKES BHM menunjukkan korelasi kuat antara pola tidur buruk dengan penurunan konsentrasi dan nilai akademik siswa.

  • Gangguan Kesehatan Fisik dan Mental

    Kurang tidur menyebabkan penurunan imunitas, peningkatan stres, serta gangguan suasana hati.

    Hal ini memperbesar kemungkinan siswa jatuh sakit atau mengalami burnout akademik.

  • Efektivitas Belajar Menurun

    Belajar hingga malam hari justru seringkali kontraproduktif. VOA Indonesia (2017) menyebut bahwa siswa yang memaksakan diri mengerjakan tugas hingga larut, cenderung kesulitan memahami pelajaran dan memiliki performa ujian lebih buruk.

3. Faktor Lain yang Memengaruhi Pola Tidur

Meski tugas sekolah berkontribusi, kebiasaan bermain gawai, aktivitas media sosial, dan kurangnya manajemen waktu juga turut memperparah kebiasaan tidur malam.

Penggunaan gadget di malam hari terbukti menghambat produksi hormon melatonin yang memicu kantuk, sehingga memperlambat waktu tidur alami siswa.

4. Solusi: Manajemen Tugas dan Edukasi Waktu Tidur

Agar tugas tidak menjadi beban berlebih, sekolah perlu:

  • Menyesuaikan jumlah dan jenis tugas dengan usia dan kemampuan siswa

  • Memberikan waktu pengerjaan yang wajar dan terstruktur

  • Mendorong kolaborasi dengan orang tua untuk mengatur waktu belajar di rumah

  • Mengintegrasikan edukasi manajemen waktu dan pentingnya tidur dalam kurikulum

Jam sekolah juga dapat disesuaikan untuk menyesuaikan kebutuhan tidur remaja, seperti yang direkomendasikan oleh American Academy of Pediatrics.

Rangkuman

Tugas sekolah memang berperan dalam pembentukan kebiasaan tidur larut malam di kalangan siswa, terutama bila diberikan tanpa mempertimbangkan beban belajar dan waktu istirahat.

Kurangnya waktu tidur berdampak langsung pada prestasi akademik, kesehatan mental dan fisik, serta kualitas hidup pelajar secara keseluruhan.

Diperlukan sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua untuk mengelola tugas secara lebih bijak dan mendorong pola tidur sehat demi kesejahteraan dan keberhasilan siswa di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.