Apa yang Dimaksud dengan Kriminologi Menurut Topinard? Ini Penjelasannya

AKURAT.CO Apa yang dimaksud dengan kriminologi menurut Topinard? Ini penjelasannya untuk mejawab pelajaran ilmu sosial sebagai kunci jawaban SMA.
Kriminologi merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang berkembang pesat sejak pertengahan abad ke-19, bersamaan dengan munculnya ilmu sosiologi, antropologi, dan psikologi.
Meski demikian, istilah "kriminologi" sendiri baru dikenal setelah diperkenalkan oleh seorang ahli antropologi asal Prancis, Paul Topinard (1830–1911).
Dalam sebuah jurnal Erisamdy Prayatna, berikut penjelasan mengenai kriminologi.
Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Budaya Nasional? Berikan Contohnya
Asal Usul Istilah Kriminologi
Topinard adalah tokoh pertama yang memperkenalkan istilah criminologie, yang secara harfiah berasal dari bahasa Latin dan Yunani: crimen berarti kejahatan, dan logos berarti ilmu atau studi.
Maka, secara sederhana kriminologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari kejahatan dan pelaku kejahatan.
Meski Topinard memperkenalkan istilahnya, gagasan tentang kriminologi sebagai bidang kajian ilmiah sudah berkembang sebelumnya melalui pemikiran para tokoh lain.
Tokoh-Tokoh Penting dalam Sejarah Kriminologi
Salah satu tokoh yang sering disebut sebagai pelopor kriminologi adalah Cesare Lombroso, seorang dokter asal Italia yang pada tahun 1876 menulis karya penting tentang hubungan antara kejahatan dan ciri-ciri biologis manusia.
Ia bahkan dianggap sebagai pelopor pendekatan ilmiah dalam mempelajari perilaku kriminal.
Namun, ada pula pandangan lain yang menyebut bahwa kriminologi sebagai ilmu tidak dimulai dari Lombroso, melainkan dari Adolphe Quetelet, seorang ahli statistik dan matematika asal Belgia.
Quetelet mengembangkan konsep statistik kriminal, yang hingga kini masih digunakan oleh lembaga kepolisian di berbagai negara untuk menganalisis pola kejahatan.
Definisi Kriminologi Menurut Para Ahli
Selain Topinard, beberapa tokoh lainnya turut memberikan definisi yang memperluas cakupan kriminologi:
- Michael dan Adler menyebut bahwa kriminologi mencakup segala hal yang berkaitan dengan perilaku pelaku kejahatan, latar belakang sosial mereka, dan bagaimana mereka diproses oleh institusi penegak hukum maupun masyarakat.
- Wood memandang kriminologi sebagai kumpulan pengetahuan yang diperoleh melalui teori maupun pengalaman terkait tindakan kriminal dan reaksi sosial terhadapnya.
- Moeljatno, pakar hukum Indonesia, menjelaskan bahwa kriminologi bertujuan untuk mencari penyebab mengapa seseorang melakukan kejahatan apakah karena faktor bawaan, pengaruh lingkungan sosial dan ekonomi, atau faktor lainnya.
Dari pemahaman tersebut, kita dapat menentukan tindakan yang tepat, baik berupa hukuman maupun pencegahan agar pelaku tidak mengulangi perbuatannya, dan agar orang lain tidak ikut terdorong melakukan hal serupa.
Cabang-cabang Kriminologi
Dalam perkembangannya, kriminologi dibagi menjadi tiga cabang utama:
1. Kriminologi Biologis
Mempelajari faktor-faktor dari dalam diri individu, seperti kondisi fisik dan mental, yang bisa menjadi penyebab seseorang melakukan kejahatan.
2. Kriminologi Sosiologis
Fokus pada pengaruh lingkungan sosial, budaya, dan ekonomi dalam membentuk perilaku kriminal.
3. Kebijakan Kriminal (Criminal Policy)
Mengkaji tindakan dan strategi yang dapat diterapkan oleh masyarakat atau negara untuk mencegah kejahatan dan mengurangi tingkat kriminalitas.
Jadi, kriminologi menurut Topinard adalah ilmu yang mempelajari kejahatan dan pelakunya.
Namun, pemahaman tentang kriminologi telah berkembang jauh, mencakup berbagai sudut pandang mulai dari aspek biologis, sosial, hingga kebijakan.
Ilmu ini tidak hanya penting dalam dunia akademik, tetapi juga memiliki peran besar dalam sistem peradilan dan pembentukan kebijakan kriminal yang lebih manusiawi dan efektif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









