Inilah 25 Contoh Majas Metafora Beserta Penjelasannya yang Akurat

AKURAT.CO Banyak sekali contoh majas metafora yang merupakan salah satu gaya bahasa yang umum digunakan dalam sastra maupun komunikasi sehari-hari.
Gaya bahasa ini menyampaikan ide atau perasaan melalui perbandingan langsung antara dua hal yang berbeda, tanpa menggunakan kata penghubung seperti seperti atau bagaikan.
Penggunaan majas metafora membuat ungkapan lebih imajinatif dan menyentuh secara emosional.
Artikel ini menyajikan 25 contoh majas metafora lengkap dengan penjelasannya untuk memperkaya pemahaman Anda dalam berbahasa Indonesia.
Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7 Halaman 165 Kurikulum Merdeka: Jenis-jenis Majas
25 Contoh Majas Metafora dan Penjelasannya
-
Anton merupakan bintang kelas di kelasnya.
"Bintang kelas" berarti siswa yang cerdas dan berprestasi. -
Membaca adalah gudang ilmu.
"Gudang ilmu" menggambarkan bahwa membaca menyediakan banyak pengetahuan. -
Siti menjadi buah bibir di desanya.
"Buah bibir" artinya menjadi bahan pembicaraan banyak orang. -
Kita harus lapang dada dengan apa yang telah terjadi.
"Lapang dada" berarti bersikap sabar dan ikhlas menerima keadaan. -
Dewi malam telah tiba.
"Dewi malam" merujuk pada bulan di malam hari. -
Icha membawa banyak buah tangan setelah pulang dari Korea Selatan.
"Buah tangan" berarti oleh-oleh atau suvenir. -
Sejak kecil, Bulan telah menjadi tulang punggung keluarga.
"Tulang punggung" menggambarkan penopang utama keluarga. -
Tidak kusangka, buah hatiku kini telah dewasa.
"Buah hati" berarti anak atau orang yang sangat dicintai. -
Jamal membelikan cendera mata untuk teman-temannya.
"Cendera mata" berarti kenang-kenangan. -
Gadis itu adalah bunga desa di sini.
"Bunga desa" artinya gadis tercantik di desa tersebut. -
Tikus kantor masih berkeliaran bebas di negeri ini.
"Tikus kantor" adalah sebutan bagi koruptor. -
Si jago merah melahap habis puluhan rumah di desa itu.
"Si jago merah" merujuk pada api yang membakar. -
Dia adalah singa lapar yang berburu mangsa di padang yang luas.
"Singa lapar" menggambarkan ambisi yang kuat. -
Cinta ibu kepada buah hatinya tak pernah berhenti.
"Buah hati" merujuk pada anak yang sangat disayangi. -
Dia dikenal sebagai kutu buku di kelas kami.
"Kutu buku" artinya seseorang yang sangat gemar membaca. -
Raja siang sudah menampakkan diri.
"Raja siang" menggambarkan matahari yang bersinar terang. -
Dia itu kepala batu, susah menasihatinya.
"Kepala batu" artinya keras kepala. -
Demi keluarga, dia rela membanting tulang setiap hari.
"Membanting tulang" berarti bekerja keras. -
Akhirnya dia menikah dengan pujaan hatinya.
"Pujaan hati" berarti kekasih yang dicintai. -
Dia berasal dari kota gudeg.
"Kota gudeg" merujuk pada Yogyakarta. -
Banyak lelaki memperebutkan mawar desa itu.
"Mawar desa" artinya gadis cantik yang menjadi idaman. -
Tanpa ampun, si jago merah melahap pasar baru.
"Si jago merah" menggambarkan api yang membakar hebat. -
Hidup ini seperti roda berputar.
Majas ini menggambarkan pasang surut kehidupan manusia. -
Dia adalah cahaya harapan bagi keluarganya.
"Cahaya harapan" berarti sumber semangat dan pengharapan. -
Bintang-bintang bersinar seperti permata di langit malam.
Menggambarkan keindahan bintang yang berkilauan seperti permata.
Majas metafora memberikan nuansa ekspresif dalam bahasa Indonesia, memperkuat pesan dan membuat kalimat menjadi lebih hidup.
Melalui perbandingan yang kreatif, majas ini mampu menyampaikan emosi dan makna mendalam dalam komunikasi maupun karya sastra.
Dengan memahami contoh-contoh majas metafora di atas, Anda tidak hanya akan lebih menikmati karya sastra, tetapi juga bisa lebih efektif dalam menyampaikan ide dan perasaan secara estetis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









