Akurat

Majas: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contoh Lengkap

Naufal Lanten | 21 November 2025, 19:09 WIB
Majas: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contoh Lengkap

AKURAT.CO Apa itu majas? Majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk memperindah kalimat, menekankan pesan, atau menghadirkan suasana tertentu dalam sebuah teks. Dengan menggunakan majas, penulis dapat menyampaikan makna secara lebih hidup melalui ungkapan yang menyimpang dari arti sebenarnya.

Contoh sederhana: frasa “tangan kanan” tidak lagi berarti anggota tubuh, melainkan orang kepercayaan.


Jenis-Jenis Majas

Secara umum, majas dibagi menjadi empat kelompok utama:

  1. Majas Perbandingan

  2. Majas Pertentangan

  3. Majas Penegasan

  4. Majas Sindiran

Berikut penjelasan lengkap beserta contohnya.


1. Majas Perbandingan

Majas ini membandingkan dua objek untuk memperkuat makna atau gambaran.

a. Personifikasi

Memberikan sifat manusia kepada benda mati.
Contoh: Angin berbisik di telingaku.

b. Metafora

Membandingkan dua hal berbeda secara langsung.
Contoh: Perusahaan itu hancur karena ulah tikus berdasi.

c. Hiperbola

Melebih-lebihkan suatu keadaan.
Contoh: Suaranya menggelegar hingga membuat jantung bergetar.

d. Simile

Membandingkan dua hal menggunakan kata seperti, bak, ibarat, laksana.
Contoh: Wajahnya bagaikan bulan kesiangan.

e. Alegori

Perbandingan yang disampaikan melalui penggambaran atau kiasan panjang.
Contoh: Hidup adalah roda yang selalu berputar.

f. Eufemisme

Mengganti kata kasar dengan yang lebih halus.
Contoh: Ia kini tinggal di panti sosial karena menjadi tuna wisma.

g. Asosiasi

Menghubungkan perasaan dengan simbol atau objek.
Contoh: Langit biru mengingatkanku pada masa kecil.

h. Antonomasia

Menggunakan gelar atau julukan sebagai pengganti nama.
Contoh: “Bapak Proklamator” untuk Soekarno.

i. Pars Pro Toto

Menyebut sebagian untuk menggambarkan keseluruhan.
Contoh: Tidak terlihat batang hidungnya sejak pagi.

j. Totem Pro Parte

Menyebut keseluruhan untuk menunjukkan sebagian.
Contoh: Indonesia mengalahkan Malaysia (hanya tim nasional yang bermain).


2. Majas Pertentangan

Digunakan untuk memperlihatkan hal-hal yang saling berlawanan.

a. Litotes

Merendahkan diri dengan mengecilkan kenyataan.
Contoh: Silakan mampir ke gubuk saya.

b. Paradoks

Pertentangan antara kenyataan dan fakta yang sama-sama benar.
Contoh: Ia merasa kesepian di tengah keramaian kota.

c. Antitesis

Menggabungkan pasangan kata berlawanan dalam satu kalimat.
Contoh: Tua muda hadir di acara itu.

d. Anakronisme

Ketidaksesuaian waktu dalam cerita.
Contoh: Jika prajurit Majapahit memakai pist*l, ceritanya akan berbeda.

e. Oksimoron

Menggabungkan dua kata yang bertentangan.
Contoh: Ia merasakan pahit manisnya kehidupan.

f. Sinekdoke

Menyebut bagian yang mewakili keseluruhan atau sebaliknya.
Contoh: Semua mata tertuju padaku.

g. Kontradiksi Interminus

Menyanggah pernyataan sebelumnya dengan kata kecuali atau hanya.
Contoh: Semua siswa hadir, kecuali Andi.


3. Majas Penegasan

Majas ini digunakan untuk mempertegas maksud dan membuat kalimat lebih meyakinkan.

a. Retorika

Kalimat tanya yang tidak membutuhkan jawaban.
Contoh: Siapa yang tidak ingin sukses?

b. Pleonasme

Menambahkan kata yang sebenarnya tidak diperlukan.
Contoh: Ia turun ke bawah.

c. Tautologi

Pengulangan kata bersinonim untuk menegaskan makna.
Contoh: Tetaplah rukun, akur, dan bersaudara.

d. Kiasmus

Pengulangan yang disertai pembalikan susunan.
Contoh: Orang kaya merasa miskin, orang miskin merasa kaya.

e. Aliterasi

Pengulangan bunyi konsonan.
Contoh: Bunga berguguran di bumi yang basah.

f. Paralelisme

Pengulangan bentuk yang sama dalam beberapa kalimat.
Contoh: Cinta itu pengorbanan. Cinta itu ujian.

g. Repetisi

Pengulangan kata dalam satu kalimat atau paragraf.
Contoh: Dirimu yang kutunggu, dirimu yang kunanti.

h. Klimaks

Urutan dari tingkat rendah ke tinggi.
Contoh: Acara dihadiri mahasiswa, dosen, hingga rektor.


4. Majas Sindiran

Digunakan untuk menyindir perilaku atau pernyataan seseorang.

a. Ironi

Mengatakan hal yang berlawanan dari fakta.
Contoh: Kerjamu rapi sekali, sampai tidak ada satu pun yang selesai.

b. Sinisme

Sindiran langsung dan agak kasar.
Contoh: Bukankah kau sudah pintar? Kenapa masih bertanya?

c. Sarkasme

Sindiran paling keras dan cenderung menghina.
Contoh: Diajarin berkali-kali tetap saja tidak paham!

d. Satire

Sindiran yang dikemas dengan humor atau kritik tajam.
Contoh: Nuranimu lagi tidur ya? Bisa-bisanya kau melakukan itu!

e. Innuendo

Mengecilkan fakta sebenarnya untuk menyindir.
Contoh: Ia naik jabatan, tapi hanya karena “sedikit bantuan”.


Kesimpulan

Majas memiliki peran penting dalam membuat tulisan lebih hidup, ekspresif, dan menarik. Baik dalam karya sastra, percakapan sehari-hari, maupun ujian sekolah, memahami jenis-jenis majas akan membantu kita menangkap makna secara lebih dalam.

Ingin belajar lebih banyak dan latihan soal? Kamu bisa menggunakan berbagai platform belajar yang menyediakan contoh soal lengkap agar makin siap menghadapi ujian.

Baca Juga: Bahasa Indonesia Diakui di UNESCO, Bukti Diplomasi RI Makin Diakui Dunia

Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 39 Kurikulum Merdeka: Memahami Kalimat Majas!

FAQ 

1. Apa yang dimaksud dengan majas?

Majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk memperindah kalimat, menegaskan makna, atau memberikan nuansa tertentu melalui penggunaan ungkapan yang tidak sesuai dengan arti harfiahnya.

2. Apa fungsi utama majas dalam sebuah kalimat?

Fungsinya untuk membuat tulisan lebih hidup, menarik, ekspresif, dan mampu menyampaikan pesan secara lebih kuat atau emosional.

3. Berapa kelompok utama majas yang dikenal?

Ada empat kelompok besar, yaitu majas perbandingan, majas pertentangan, majas penegasan, dan majas sindiran.

4. Apa contoh majas perbandingan?

Contoh paling umum adalah personifikasi (memberi sifat manusia pada benda mati) dan metafora (membandingkan dua hal secara langsung).

5. Apa bedanya majas metafora dan simile?

  • Metafora membandingkan dua hal secara langsung.

  • Simile membandingkannya menggunakan kata bantu seperti seperti, ibarat, laksana, atau bagaikan.

6. Apa yang dimaksud dengan majas hiperbola?

Hiperbola adalah majas yang melebih-lebihkan fakta untuk memberikan efek dramatis. Contoh: Tangisannya terdengar sampai ke ujung kota.

7. Apa itu majas pertentangan?

Majas pertentangan adalah gaya bahasa yang menunjukkan kontras atau hal-hal yang saling berlawanan, seperti paradoks, litotes, antitesis, dan oksimoron.

8. Apa contoh majas sindiran yang sering digunakan?

Ironi sering dipakai dalam percakapan sehari-hari, misalnya: Wah, kerjaanmu rapi sekali, tidak ada yang selesai!

9. Apa tujuan majas penegasan?

Untuk menegaskan pesan dan memperkuat maksud penulis melalui teknik seperti repetisi, tautologi, retorika, atau klimaks.

10. Mengapa memahami majas penting bagi pelajar?

Karena majas sering muncul dalam teks bacaan, soal ujian, dan karya tulis. Memahaminya membantu pelajar menangkap makna tersirat dan menjawab soal dengan lebih tepat.

11. Apakah majas hanya digunakan dalam karya sastra?

Tidak. Majas juga digunakan dalam percakapan sehari-hari, iklan, pidato, dan konten media modern untuk menarik perhatian dan memperkuat pesan.

12. Di mana saya bisa berlatih soal majas?

Anda dapat mencoba platform belajar online, buku latihan bahasa Indonesia, atau modul digital yang menyediakan contoh soal lengkap beserta pembahasannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.