Akurat

40 Contoh Majas Metafora dalam Bentuk Kalimat yang Lengkap Beserta Pengertian

Eko Krisyanto | 19 Juni 2025, 16:05 WIB
40 Contoh Majas Metafora dalam Bentuk Kalimat yang Lengkap Beserta Pengertian

AKURAT.CO Majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk memberikan sebuah kiasan dalam suatu kalimat atau wacana, sehingga menjadi lebih hidup, indah, dan bermakna.

Majas dibagi ke dalam 4 bagian yaitu perbandingan, pertentangan, penegasan dan sindiran. Setiap bagiannya memilik bagiannya lagi masing-masing.

Seperti halnya perbandingan memiliki kelompoknya lagi yaitu salah satu contohnya adalah  majas metafora.

Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7 Halaman 165 Kurikulum Merdeka: Jenis-jenis Majas

Majas metafora adalah penggunaan gaya bahasa yang membandingkan dua hal secara langsung namun tidak menggunakan kata pembanding seperti “seperti,” “bagaikan,” atau “laksana.”

Baca Juga: Inilah 25 Contoh Majas Metafora Beserta Penjelasannya yang Akurat

Apa saja contoh majas metafora? Berikut 40 contoh majas metafora:

1. Ibu membawa buah tangan saat pulang dari Bandung.

(Buah tangan: oleh-oleh)

2. Perusahaan itu akhirnya gulung tikar.

(Gulung tikar: bangkrut)

3. Band Rock asal Jakarta itu sedang naik daun saat ini.

(Naik daun: kariernya sedang naik)

4. Dia menjadi anak emas di keluarganya.

(anak emas: anak kesayangan)

5. Sheilla disebut-sebut menjadi kembang desa karna parasnya yang cantik.

(Kembang desa: perempuan paling cantik di desa itu)

6. Anak itu memang kepala batu dan tidak mau diberi nasihat.

(Kepala batu: keras kepala)

7. Kasus kemarin menjadi buah bibir di sekolah sepanjang minggu itu.

(Buah bibir: bahan pembicaraan)

8. Akhirnya polisi berhasil menangkap orang yang tangan panjang itu.

(Tangan panjang: pencuri)

9. Semenjak kepergian kedua orang tuanya, ia hidup sebatang kara.

(Sebatang kara: hidup seorang diri tanpa keluarga)

10. Keluarga itu merupakan orang yang berdarah biru.

(Darah biru: keturunan bangsawan)

11. Sahabatnya ternyata adalah serigala berbulu domba

(Serigala berbulu domba: orang baik terlihat di depannya baik tapi aslinya jahat)

12. Di tempat itu tak disangka akhirnya ia menemukan sebuah harta karun.

(Harta karun: sesuatu yang indah dan berharga)

13. Permasalahan tersebut akhirnya di bawa ke meja hijau

(Meja hijau: pengadilan)

14. Ketika ketahuan, anak itu mati kutu dan tak bisa melawan

(Mati kutu: tidak bisa berbuat apa-apa

15. Pada akhirnya, ia tertangkap basah berselingkuh oleh pacarnya

(Tertangkap basah: terpergoki dan tertangkap, orang yang sedang melakukan kejahatan atau perbuatan terlarang)

16. Setelah naik jabatan, Budi menjadi tangan kanan atasannya

(Tangan kanan: orang kepercayaan)

17. Karena hidupnya yang susah, ia terpaksa menjadi kupu-kupu malam

(Kupu-kupu malam: wanita penghibur)

18. Hari semakin gelap, dewi malam mulai memunculkan dirinya

(Dewi malam: bulan)

19. Sejak kepergian ayahnya, Adrian menjadi tulang punggung di keluarganya

(Tulang punggung: orang yang bertanggung jawab untuk mencari nafkah dalam keluarga)

20. Sepulang dari Bali, Tina membelikan cendera mata untuk temannya

(cendera mata: oleh-oleh/barang berupa souvenir yang khas dari kota itu)

21. Kami menerima kekalahan dari lomba itu dengan lapang dada

(Lapang dada: menerima sesuatu dengan ikhlas dan sabar)

22. Dengan berat hati, Ibu Guru mengumumkan bahwasannya acara tersebut di tunda.

(Berat hati: perasaan sulit menerima dan belum ikhlas)

23. Hasil tes DNA tersebut menunjukkan bahwa ia adalah benar darah daging Pak Dennis

(Darah daging: anak kandung)

24. Setelah 5 jam, akhirnya pemadam kebakaran berhasil mengalahkan si jago merah

(Si Jago Merah: Api)

25. Anak itu selalu cari muka di depan gurunya

(Cari muka: ingin selalu mendapatkan perhatian lebih, ingin lebih dipandang)

26. Gusti Irawan Wibowo tutup usia di umurnya yang ke-25

(Tutup usia: Meninggal dunia)

27. Setelah bertahun-tahun, ia akhirnya menemukan tulang rusuknya

(Tulang rusuk: pasangan hidup)

28. Sejak kecil, ia membenci pria yang selalu ringan tangan

(Ringan tangan: orang yang kasar suka memukul)

29. Baru satu minggu masuk di kantor, anak bawang itu selalu merepotkan seniornya

(Anak bawang: anak magang)

30. Setelah diberi nasihat, ia selalu mengontrol dirinya untuk tidak gelap mata

(Gelap mata: Hilang kesabaran)

31. Setiap hari Bram selalu memanjakan jantung hatinya

(Jantung hati: orang yang disayang/dicintai)

32. Karena kesal, Tata menampar lelaki mata keranjang itu

(Mata keranjang: Sifat yang terlalu nafsu ketika melihat lawan jenis)

33. Berita tersebut ternyata hanyalah kabar burung belaka

(Kabar burung: berita yang belum valid kebenarannya, gossip, rumor)

34. Sudah bertahun-tahun bersama, Reno akhirnya melamar belahan jiwanya itu

(Belahan jiwa: pasangan, orang yang disayang)

35. Semenjak melahirkan, ia menjadi lebih protektif terutama dengan buah hatinya

(Buah hati: anak kandung)

36. Walaupun ini belum menjadi kemenangannya, Mita tidak berkecil hati

(Berkecil hati: perasaan kecewa, tersinggung)

37. Ternyata sahabat sendiri juga bisa makan teman

(Makan teman: orang yang merugikan temannya karena mengkhianati)

38. Berbanding terbalik dengan adiknya, Karel adalah anak yang kutu buku dan paling rajin ke perpustakaan

(Kutu buku: orang yang gemar membaca buku)

39. Tidak ada yang mempercayainya karena dia adalah orang yang bermuka dua

(Muka dua: orang yang tidak jujur, perilaku di depan berbeda dengan di belakang)

40. Ajang perlombaan tersebut menjadi kesempatannya untuk ujung gigi di depan

banyak orang

(Unjuk gigi: menunjukkan kemampuan)

Baca Juga: Majas Personifikasi dalam Sastra: Pengertian, Karakter, dan Contoh

Itulah 40 contoh majas metafora yang bisa kamu gunakan. Penggunaan majas metafora dalam kalimat menghasilkan kalimat kiasan yang bermakna.

Athanasia Zelda Pasaribu (Magang)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R