AKURAT.CO Majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk memberikan sebuah kiasan dalam suatu kalimat atau wacana, sehingga menjadi lebih hidup, indah, dan bermakna.
Majas dibagi ke dalam 4 bagian yaitu perbandingan, pertentangan, penegasan dan sindiran. Setiap bagiannya memilik bagiannya lagi masing-masing.
Seperti halnya perbandingan memiliki kelompoknya lagi yaitu salah satu contohnya adalah majas metafora.
Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7 Halaman 165 Kurikulum Merdeka: Jenis-jenis Majas Majas metafora adalah penggunaan gaya bahasa yang membandingkan dua hal secara langsung namun tidak menggunakan kata pembanding seperti “seperti,” “bagaikan,” atau “laksana.”
Baca Juga: Inilah 25 Contoh Majas Metafora Beserta Penjelasannya yang Akurat Apa saja contoh majas metafora? Berikut 40 contoh majas metafora:
1. Ibu membawa buah tangan saat pulang dari Bandung.
(Buah tangan: oleh-oleh)
2. Perusahaan itu akhirnya gulung tikar.
(Gulung tikar: bangkrut)
3. Band Rock asal Jakarta itu sedang naik daun saat ini.
(Naik daun: kariernya sedang naik)
4. Dia menjadi anak emas di keluarganya.
(anak emas: anak kesayangan)
5. Sheilla disebut-sebut menjadi kembang desa karna parasnya yang cantik.
(Kembang desa: perempuan paling cantik di desa itu)
6. Anak itu memang kepala batu dan tidak mau diberi nasihat.
(Kepala batu: keras kepala)
7. Kasus kemarin menjadi buah bibir di sekolah sepanjang minggu itu.
(Buah bibir: bahan pembicaraan)
8. Akhirnya polisi berhasil menangkap orang yang tangan panjang itu.
(Tangan panjang: pencuri)
9. Semenjak kepergian kedua orang tuanya, ia hidup sebatang kara.
(Sebatang kara: hidup seorang diri tanpa keluarga)
10. Keluarga itu merupakan orang yang berdarah biru.
(Darah biru: keturunan bangsawan)
11. Sahabatnya ternyata adalah serigala berbulu domba
(Serigala berbulu domba: orang baik terlihat di depannya baik tapi aslinya jahat)
12. Di tempat itu tak disangka akhirnya ia menemukan sebuah harta karun.
(Harta karun: sesuatu yang indah dan berharga)
13. Permasalahan tersebut akhirnya di bawa ke meja hijau
(Meja hijau: pengadilan)
14. Ketika ketahuan, anak itu mati kutu dan tak bisa melawan
(Mati kutu: tidak bisa berbuat apa-apa
15. Pada akhirnya, ia tertangkap basah berselingkuh oleh pacarnya
(Tertangkap basah: terpergoki dan tertangkap, orang yang sedang melakukan kejahatan atau perbuatan terlarang)
16. Setelah naik jabatan, Budi menjadi tangan kanan atasannya
(Tangan kanan: orang kepercayaan)
17. Karena hidupnya yang susah, ia terpaksa menjadi kupu-kupu malam
(Kupu-kupu malam: wanita penghibur)
18. Hari semakin gelap, dewi malam mulai memunculkan dirinya
(Dewi malam: bulan)
19. Sejak kepergian ayahnya, Adrian menjadi tulang punggung di keluarganya
(Tulang punggung: orang yang bertanggung jawab untuk mencari nafkah dalam keluarga)
20. Sepulang dari Bali, Tina membelikan cendera mata untuk temannya
(cendera mata: oleh-oleh/barang berupa souvenir yang khas dari kota itu)
21. Kami menerima kekalahan dari lomba itu dengan lapang dada
(Lapang dada: menerima sesuatu dengan ikhlas dan sabar)
22. Dengan berat hati, Ibu Guru mengumumkan bahwasannya acara tersebut di tunda.
(Berat hati: perasaan sulit menerima dan belum ikhlas)
23. Hasil tes DNA tersebut menunjukkan bahwa ia adalah benar darah daging Pak Dennis
(Darah daging: anak kandung)
24. Setelah 5 jam, akhirnya pemadam kebakaran berhasil mengalahkan si jago merah
(Si Jago Merah: Api)
25. Anak itu selalu cari muka di depan gurunya
(Cari muka: ingin selalu mendapatkan perhatian lebih, ingin lebih dipandang)
26. Gusti Irawan Wibowo tutup usia di umurnya yang ke-25
(Tutup usia: Meninggal dunia)
27. Setelah bertahun-tahun, ia akhirnya menemukan tulang rusuknya
(Tulang rusuk: pasangan hidup)
28. Sejak kecil, ia membenci pria yang selalu ringan tangan
(Ringan tangan: orang yang kasar suka memukul)
29. Baru satu minggu masuk di kantor, anak bawang itu selalu merepotkan seniornya
(Anak bawang: anak magang)
30. Setelah diberi nasihat, ia selalu mengontrol dirinya untuk tidak gelap mata
(Gelap mata: Hilang kesabaran)
31. Setiap hari Bram selalu memanjakan jantung hatinya
(Jantung hati: orang yang disayang/dicintai)
32. Karena kesal, Tata menampar lelaki mata keranjang itu
(Mata keranjang: Sifat yang terlalu nafsu ketika melihat lawan jenis)
33. Berita tersebut ternyata hanyalah kabar burung belaka
(Kabar burung: berita yang belum valid kebenarannya, gossip, rumor)
34. Sudah bertahun-tahun bersama, Reno akhirnya melamar belahan jiwanya itu
(Belahan jiwa: pasangan, orang yang disayang)
35. Semenjak melahirkan, ia menjadi lebih protektif terutama dengan buah hatinya
(Buah hati: anak kandung)
36. Walaupun ini belum menjadi kemenangannya, Mita tidak berkecil hati
(Berkecil hati: perasaan kecewa, tersinggung)
37. Ternyata sahabat sendiri juga bisa makan teman
(Makan teman: orang yang merugikan temannya karena mengkhianati)
38. Berbanding terbalik dengan adiknya, Karel adalah anak yang kutu buku dan paling rajin ke perpustakaan
(Kutu buku: orang yang gemar membaca buku)
39. Tidak ada yang mempercayainya karena dia adalah orang yang bermuka dua
(Muka dua: orang yang tidak jujur, perilaku di depan berbeda dengan di belakang)
40. Ajang perlombaan tersebut menjadi kesempatannya untuk ujung gigi di depan
banyak orang
(Unjuk gigi: menunjukkan kemampuan)
Baca Juga: Majas Personifikasi dalam Sastra: Pengertian, Karakter, dan Contoh
Itulah 40 contoh majas metafora yang bisa kamu gunakan. Penggunaan majas metafora dalam kalimat menghasilkan kalimat kiasan yang bermakna.
Athanasia Zelda Pasaribu (Magang)