Akurat

Majas Personifikasi dalam Sastra: Pengertian, Karakter, dan Contoh

Sultan Tanjung | 25 Maret 2024, 13:45 WIB
Majas Personifikasi dalam Sastra: Pengertian, Karakter, dan Contoh

AKURAT.CO Dalam dunia sastra, majas personifikasi merupakan salah satu gaya bahasa yang memanusiakan atau memberikan sifat manusia pada sesuatu yang sebenarnya bukan manusia.

Dengan menggunakan majas ini, penulis atau penyair dapat menggambarkan benda mati, makhluk, atau fenomena alam dengan karakteristik manusia.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai majas personifikasi:

  1. Pengertian Majas Personifikasi:

    • Majas personifikasi adalah jenis majas yang mengalihkan sifat-sifat manusia kepada benda mati, makhluk, atau konsep abstrak. Dengan kata lain, kita memberikan karakter manusia pada hal-hal yang sebenarnya tidak memiliki kesadaran atau kehidupan.
    • Contohnya, ketika kita mengatakan “angin berbisik” atau “hujan menari-nari,” kita sedang menggunakan majas personifikasi karena memberikan sifat manusia pada angin dan hujan.
  2. Karakteristik Majas Personifikasi:

    • Menggunakan kata-kata yang menggambarkan sifat manusia.
    • Membandingkan benda mati layaknya benda yang hidup.
    • Melibatkan panca indera.
    • Tujuan utamanya adalah agar pembaca atau pendengar lebih menghargai dan menghayati hal-hal di luar diri mereka sendiri.
  3. Contoh Kalimat Majas Personifikasi:

    • “Angin berbisik di antara pepohonan.”
    • “Bunga-bunga mawar menyapa pagi dengan senyumnya.”
    • “Gelombang laut menari-nari di tepi pantai.”

Dengan menggunakan majas personifikasi, kita dapat memberikan nuansa imajinatif pada karya sastra dan membuat pembaca lebih terhubung dengan dunia di sekitar mereka.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.