Akurat

Mengenal Sistem Tata Surya dan Karakteristiknya: Panduan Lengkap dari Matahari hingga Awan Oort

Naufal Lanten | 1 Februari 2026, 22:39 WIB
Mengenal Sistem Tata Surya dan Karakteristiknya: Panduan Lengkap dari Matahari hingga Awan Oort

AKURAT.CO Sistem tata surya adalah kumpulan benda langit yang berpusat pada Matahari dan terikat oleh gaya gravitasinya. Mulai dari planet, asteroid, komet, hingga wilayah misterius seperti Awan Oort, semuanya bergerak dalam lintasan tertentu membentuk sebuah sistem kosmik yang kompleks.

Konsep bahwa Matahari menjadi pusat peredaran planet sejalan dengan teori heliosentris yang dikemukakan oleh Copernicus dan Galileo. Sejak itu, para ilmuwan terus memetakan isi tata surya, termasuk delapan planet utama, planet kerdil, serta berbagai objek kecil lainnya.

Lalu, seperti apa sebenarnya karakteristik setiap anggota sistem tata surya? Berikut ulasan lengkapnya.


Apa Itu Sistem Tata Surya?

Mengutip modul tentang Sistem Tata Surya karya Mochamad Erewin Maulana, M.Si, tata surya merupakan sistem yang terdiri dari Matahari, delapan planet, planet kerdil, komet, asteroid, serta benda-benda kecil lainnya. Seluruh objek ini mengitari Matahari dalam lintasan yang disebut orbit akibat pengaruh gravitasi raksasa dari bintang tersebut.

Ada benda langit yang tersusun atas gas, ada pula yang berupa batuan atau es. Ukurannya pun sangat beragam, dari Matahari yang raksasa hingga meteoroid berdiameter hanya beberapa meter.


Matahari, Pusat Energi Tata Surya

Matahari adalah bintang terbesar dalam sistem tata surya sekaligus yang paling dekat dengan Bumi. Ia berbentuk bola gas pijar yang sebagian besar tersusun dari hidrogen dan helium, dengan diameter sekitar 1,4 × 10⁶ kilometer. Suhu permukaannya mencapai 6.000 Kelvin.

Menurut Encyclopaedia Britannica (2015), Matahari berotasi pada porosnya sendiri dari barat ke timur dan merupakan salah satu dari miliaran bintang di galaksi Bima Sakti. Energi panas dan cahaya yang dipancarkannya memungkinkan kehidupan berkembang di Bumi. Tanpa Matahari, planet kita akan membeku dan tidak dapat dihuni.


Planet dan Cara Mengelompokkannya

Planet adalah benda langit yang tidak memancarkan cahaya sendiri dan bergerak mengelilingi Matahari dalam lintasan elips. Gerak mengitari Matahari disebut revolusi, sementara perputaran pada porosnya dinamakan rotasi.

Persatuan Astronomi Internasional menetapkan bahwa sebuah objek disebut planet jika memenuhi tiga kriteria utama, yakni mengorbit Matahari, berbentuk hampir bulat, dan telah membersihkan lintasan orbitnya dari benda lain. Berdasarkan definisi ini, anggota planet dalam tata surya adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Ukuran planet pun sangat bervariasi. Jupiter menjadi yang terbesar dengan diameter sekitar 43.441 mil, sedangkan Merkurius tercatat sebagai planet terkecil dengan diameter sekitar 1.516 mil.

Planet Dalam dan Planet Luar

Jika dilihat dari posisinya terhadap Matahari, planet terbagi menjadi dua kelompok:

Planet dalam berada lebih dekat ke Matahari dan memiliki permukaan berbatu. Anggotanya adalah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.

Planet luar berukuran jauh lebih besar dan sebagian besar tersusun atas gas. Karena jaraknya yang sangat jauh dari Matahari, suhunya amat dingin hingga sebagian gas berubah wujud menjadi cair. Planet-planet ini meliputi Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.


Planet Kerdil dan Perubahan Klasifikasi Pluto

Planet kerdil merupakan kategori yang relatif baru dalam astronomi dan resmi diakui pada tahun 2006. Objek ini mengorbit Matahari dan berbentuk hampir bulat, tetapi belum membersihkan jalur orbitnya dari benda lain.

Pluto, yang dahulu dikenal sebagai planet kesembilan, kini masuk kelompok planet kerdil karena orbitnya memotong lintasan Neptunus. Selain Pluto, contoh planet kerdil lainnya adalah Ceres, Eris, Makemake, dan Haumea. Ceres sendiri sebelumnya diklasifikasikan sebagai asteroid besar sebelum statusnya diperbarui.


Asteroid dan Sabuk Asteroid

Asteroid, yang juga disebut planetoid atau planet minor, merupakan benda langit berbatu yang ukurannya jauh lebih kecil dibanding planet. Sebagian besar asteroid berada di wilayah antara orbit Mars dan Jupiter, yang dikenal sebagai Sabuk Asteroid.

Di tata surya diperkirakan terdapat setidaknya 100.000 asteroid dengan diameter sekitar 2 hingga 750 kilometer. Ceres, yang kini tergolong planet kerdil, pernah tercatat sebagai asteroid terbesar dengan diameter sekitar 940 kilometer.


Komet, “Bintang Berekor” dari Es

Komet adalah benda langit yang tersusun dari es padat dan debu, serta mengelilingi Matahari dalam orbit yang sangat lonjong. Ketika mendekati Matahari, panas menyebabkan es pada komet menguap dan membentuk ekor bercahaya yang dapat terlihat dari Bumi. Inilah alasan komet sering disebut sebagai bintang berekor.


Meteoroid, Meteor, dan Meteorit: Apa Bedanya?

Meteoroid merupakan serpihan batuan kecil yang umumnya berasal dari Sabuk Asteroid. Saat tertarik gravitasi Bumi dan memasuki atmosfer, peristiwa itu disebut meteor atau bintang jatuh.

Sebagian besar meteoroid terbakar sebelum mencapai permukaan. Namun, jika ada yang berhasil menembus atmosfer dan jatuh ke Bumi, benda tersebut dinamakan meteorit.


Sabuk Kuiper dan Wilayah Misterius di Ujung Tata Surya

Di luar orbit Neptunus terdapat wilayah luas yang dikenal sebagai Sabuk Kuiper. Daerah ini dihuni oleh berbagai objek dingin berupa es dan batuan kecil, termasuk beberapa planet kerdil serta komet mati.

Lebih jauh lagi, para ilmuwan meyakini adanya Awan Oort, sebuah “selubung” berbentuk bola yang mengelilingi tata surya pada jarak ekstrem. Wilayah ini dianggap sebagai sumber utama banyak komet periode panjang. Ketika terganggu oleh gravitasi benda lain, komet dapat keluar dari Awan Oort dan meluncur menuju bagian dalam tata surya.


Satelit Alam dan Satelit Buatan

Satelit adalah benda langit yang mengorbit planet atau objek lain yang lebih besar. Selain bergerak mengelilingi planetnya, satelit juga berotasi pada poros sendiri.

Ada dua jenis satelit, yakni satelit alam dan satelit buatan. Bulan merupakan contoh satelit alam Bumi, sementara banyak planet lain juga memiliki pengiring serupa. Satelit buatan dibuat dan diluncurkan manusia untuk berbagai kebutuhan, seperti komunikasi, pemantauan cuaca, hingga navigasi. Di Indonesia, satelit Palapa dikenal sebagai salah satu contoh untuk layanan radio dan televisi.


Kesimpulan: Sistem Tata Surya yang Penuh Ragam

Karakteristik sistem tata surya menunjukkan betapa beragamnya objek yang mengelilingi Matahari. Dari bintang raksasa sebagai sumber energi utama, planet berbatu dan gas raksasa, asteroid, komet, hingga wilayah jauh seperti Sabuk Kuiper dan Awan Oort, semuanya membentuk sebuah sistem kosmik yang dinamis dan terus dipelajari.

Kalau kamu tertarik dengan perkembangan ilmu astronomi dan eksplorasi luar angkasa, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Asal Mula Bumi Menurut Sains: Kisah Panjang Evolusi Sebuah Planet

Baca Juga: Bagaimana Hubungan Antara Bumi, Bulan dan Matahari dalam Sistem Tata Surya Kita? Simak 5 Fakta Berikut

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan sistem tata surya?

Sistem tata surya adalah kumpulan benda langit yang berpusat pada Matahari, termasuk planet, planet kerdil, asteroid, komet, meteoroid, satelit, Sabuk Kuiper, dan Awan Oort.

2. Mengapa Matahari menjadi pusat tata surya?

Karena gravitasi Matahari sangat besar sehingga mampu menahan planet dan benda langit lainnya untuk tetap mengorbit di sekelilingnya.

3. Berapa jumlah planet dalam sistem tata surya?

Saat ini terdapat delapan planet, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

4. Apa perbedaan planet dalam dan planet luar?

Planet dalam berada dekat Matahari dan berbatu, sedangkan planet luar berukuran lebih besar, tersusun dari gas, dan memiliki suhu sangat dingin.

5. Mengapa Pluto tidak lagi disebut planet?

Pluto tidak memenuhi salah satu kriteria planet karena belum membersihkan jalur orbitnya dari benda langit lain, sehingga diklasifikasikan sebagai planet kerdil.

6. Apa saja contoh planet kerdil?

Beberapa planet kerdil yang dikenal adalah Pluto, Ceres, Eris, Makemake, dan Haumea.

7. Apa itu asteroid dan di mana letaknya?

Asteroid adalah benda langit berbatu berukuran kecil yang sebagian besar berada di antara orbit Mars dan Jupiter dalam wilayah yang disebut Sabuk Asteroid.

8. Apa perbedaan meteoroid, meteor, dan meteorit?

Meteoroid adalah batuan kecil di luar angkasa. Ketika masuk ke atmosfer Bumi disebut meteor, dan jika sampai ke permukaan Bumi disebut meteorit.

9. Mengapa komet disebut bintang berekor?

Karena saat mendekati Matahari, es pada komet menguap dan membentuk ekor bercahaya yang terlihat dari Bumi.

10. Apa itu Sabuk Kuiper?

Sabuk Kuiper adalah wilayah di luar orbit Neptunus yang berisi benda-benda es, batuan kecil, serta beberapa planet kerdil.

11. Apa fungsi Awan Oort dalam tata surya?

Awan Oort diyakini sebagai sumber banyak komet periode panjang yang berasal dari bagian terluar tata surya.

12. Apa yang dimaksud dengan satelit?

Satelit adalah benda langit yang mengorbit planet atau objek lain, baik alami seperti Bulan maupun buatan manusia untuk komunikasi dan penelitian.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.