Untuk Mewujudkan Sekolah Ramah Anak Seorang Guru Penggerak Menyusun Rencana Perubahan dengan Apa?

AKURAT.CO Sekolah ramah anak adalah konsep pendidikan yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan holistik anak.
Seorang guru penggerak yang berperan dalam menginisiasi perubahan ini dapat menggunakan pendekatan “inkuiri apresiatif” untuk mengidentifikasi dan memanfaatkan kekuatan yang ada di sekolah.
1. Apa Itu Inkuiri Apresiatif?
Inkuiri apresiatif adalah pendekatan yang menekankan pada pencarian dan penguatan hal-hal positif yang telah ada dalam sebuah organisasi atau komunitas.
Daripada berfokus pada masalah dan kekurangan, inkuiri apresiatif berusaha menemukan kekuatan, potensi, dan prestasi yang bisa menjadi fondasi untuk perubahan yang lebih baik.
2. Mengidentifikasi Kekuatan Sekolah
Sebelum merancang rencana perubahan, guru penggerak perlu mengidentifikasi kekuatan sekolah yang dapat mendukung terwujudnya sekolah ramah anak. Pertanyaan yang perlu dijawab meliputi:
- Apa yang dipahami oleh komunitas sekolah sebagai sekolah ramah anak?
- Siapa saja yang akan terlibat dalam program sekolah ramah anak ini?
- Apa saja kekuatan sekolah saat ini yang dapat membantu mewujudkan sekolah ramah anak?
Kesimpulan
Dengan pendekatan inkuiri apresiatif, kita dapat memahami dan memanfaatkan kekuatan yang ada di sekolah untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak-anak.
Semua pihak di sekolah, termasuk kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua, perlu berkolaborasi untuk mewujudkan visi sekolah ramah anak.
Semoga artikel ini memberikan wawasan tentang pentingnya pendekatan inkuiri apresiatif dalam menciptakan sekolah ramah anak!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November







