Akurat

Sambangi Kantor KONI, Erick Thohir Minta Masukan Deregulasi 191 Aturan Menpora

Hervin Saputra | 4 Desember 2025, 16:51 WIB
Sambangi Kantor KONI, Erick Thohir Minta Masukan Deregulasi 191 Aturan Menpora
 
AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat memberikan masukan terkait program deregulasi aturan yang saat ini tengah difinalisasi.
 
Permintaan itu disampaikan Erick Thohir saat melakukan kunjungan kerja bertemu Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, di kantornya di bilangan Senayan, Jakarta, Kamis (4/12).
 
"Kami meminta masukan terkait deregulasi 191 aturan menteri yang sedang kami jalankan," kata Erick Thohir kepada pewarta usai pertemuan.
 
 
Sebanyak 191 peraturan menteri (Permen) yang diterbitkan sejak 2009 akan disederhanakan menjadi lima sampai 20 aturan pokok. Hal tersebut dilakukan karena banyak regulasi yang dinilai sudah tidak relevan lagi. 
 
Salah satu Permen yang terdampak adalah Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 tentang Standar Pengelolaan Organisasi Olahraga Prestasi yang sebelumnya sempat memicu polemik di kalangan pemangku kepentingan olahraga.
 
"Program deregulasi ini ditargetkan tuntas Desember. Awal tahun depan baru kami buka ruang diskusi dengan publik dan stakeholder olahraga," kata Erick.
 
Selain membahas deregulasi, pertemuan Menpora dan KONI juga mengarah pada konsolidasi program olahraga nasional. Keduanya sepakat menyiapkan agenda bersama untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia pada tahun-tahun mendatang.
 
 
Erick menekankan pentingnya menyiapkan cabang olahraga prioritas pada PON (Pekan Olahraga Nasional) untuk bisa membangun jalur prestasi yang berkelanjutan menuju SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
 
"Insyaallah tahun depan kita mulai membuat program bersama untuk kebaikan ekosistem olahraga nasional. Kami mendukung transformasi yang dilakukan Pak Marciano di KONI," ucap Erick.
 
Sejumlah agenda lain turut menjadi bahasan, mulai dari persiapan PON 2028 di NTT–NTB yang akan fokus pada cabang Olimpiade, hingga evaluasi PON dua tahunan seperti PON Bela Diri 2025 di Kudus. 
 
Ada pula pembahasan rencana penyelenggaraan PON Pantai 2026 di Jakarta, serta rencana PON Indoor dan PON Remaja pada 2027.
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H