Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Pelanggaran Pemilu di Kuala Lumpur
Citra Puspitaningrum | 27 Februari 2024, 21:38 WIB

AKURAT.CO Bareskrim Polri menyampaikan data terkini terkait dugaan pelanggaran pemilu di Kuala Lumpur, Malaysia, dalam jumpa pers di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, pada Selasa (27/2/2024).
Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandani mendapati dua pelanggaran pemilu, pertama pemalsuan data dan daftar pemilih. Kedua, mengurangi dan menambah data pemilih.
"Itu yang sementara ini dilaksanakan penyidikan. Proses-proses yang dilaksanakan ini, kita profesional. Kita terus bersama-sama dengan instansi terkait dengan semua unsur Gakkumdu dan kementerian terkait untuk melakukan penyidikan lebih lanjut," kata Brigjen Djuhandani di Kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (27/2/2024).
Dia memastikan, proses penyidikan dalam mengusut tindak pidana pemilu di Kuala Lumpur akan diselesaikan dengan tuntas. Pihaknya, meminta publik untuk menunggu hasil akhir penyidikan dan akan segera diumumkan tujuh hari ke depan.
"Sampai hari ini, kita punya batasan waktu tujuh hari. Ini akan terus kita kejar. Kita yakinkan proses ini akan bejalan sampai tuntas," jelasnya.
Lebih lanjut, dia menuturkan, KPU bersama Bawaslu juga sudah membenahi data daftar pemilih tetap yang menjadi akar masalah dugaan kecurangan pemilu di Kuala Lumpur, Malaysia.
"Kita sudah sesuaikan data yang sebenarnya, di mana tindak pidana yang kita temukan sebelumnya adalah penggelembungan data di luar semestinya. Ini sudah kita sesuaikan, kita koordinasikan dengan KPU dan Bawaslu," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








