Tak Sekadar Pintar, Sekolah Rakyat Dibentuk Cetak Siswa Tangguh dan Mandiri

AKURAT.CO Pemerintah menggelar Training of Trainers (ToT) Manajemen bagi tenaga pengajar dan sumber daya manusia (SDM) Sekolah Rakyat di SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah.
Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas pendidik dalam membentuk karakter, keterampilan, serta jiwa kebangsaan siswa Sekolah Rakyat.
Agus Jabo menegaskan, pembentukan karakter menjadi fokus utama karena latar belakang siswa Sekolah Rakyat yang beragam.
“Mereka harus punya karakter. Begitu masuk Sekolah Rakyat, mereka harus kita bentuk supaya memiliki karakter kebangsaan yang kuat,” kata Agus Jabo, dikutip pada Minggu (15/2/2026).
Menurutnya, karakter kebangsaan tidak hanya penting bagi siswa Taruna Nusantara, tetapi juga bagi siswa Sekolah Rakyat.
Ia menekankan pentingnya menumbuhkan rasa cinta tanah air, solidaritas sosial, serta semangat kebersamaan antar sesama anak bangsa.
Kegiatan ToT ini diikuti total 1.360 peserta, terdiri dari 70 orang dosen, widyaiswara, dan tim teknis menteri; 3 tenaga ahli menteri; 13 Pejabat Pembuat Komitmen Sekolah Rakyat; 30 panitia; 1.157 siswa SMA Taruna Nusantara; serta 80 pamong.
Agus Jabo menjelaskan, para peserta ToT dipersiapkan untuk merancang konsep pembelajaran yang mampu melahirkan siswa Sekolah Rakyat yang terampil, cerdas, dan berkarakter.
“Tujuannya agar anak-anak kita menjadi pribadi yang mampu mandiri secara ekonomi, tidak kembali pada lingkaran kemiskinan, serta dapat mengangkat derajat keluarganya dan bangsa secara umum,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan Sekolah Rakyat tidak hanya ditentukan oleh sarana dan prasarana, tetapi juga kualitas SDM yang mendampingi siswa selama 24 jam dalam sistem pendidikan berasrama.
Baca Juga: UMKM Jabar Sambut Rencana Gentengisasi Gagasan Presiden Prabowo
Kolaborasi dengan Taruna Nusantara
Agus Jabo turut menyampaikan apresiasi kepada Kepala SMA Taruna Nusantara, Mayjen TNI M I Gogor, atas kerja sama dalam penyelenggaraan pelatihan tersebut.
Menurutnya, Sekolah Rakyat dan Taruna Nusantara memiliki kesamaan konsep sebagai sekolah berasrama.
“Kami sangat membutuhkan kesempatan untuk belajar dan berbagi pengalaman dari sekolah yang telah berjalan dan berpengalaman bertahun-tahun,” katanya.
Ia berharap pelatihan ini mampu melahirkan trainer yang akan membekali para guru dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat dengan wawasan, materi, dan konsep pengelolaan pendidikan berasrama yang efektif.
Tantangan Sekolah Berasrama
Sementara itu, Kepala SMA Taruna Nusantara, Mayjen TNI M I Gogor, menekankan bahwa pengelolaan sekolah berasrama memiliki kompleksitas tersendiri.
“Kita tidak hanya mengelola ruang kelas, tetapi juga kehidupan 24 jam para siswa dan pamong. Ada pembentukan karakter, disiplin, kepemimpinan, kemandirian, dan kebangsaan. Semua itu menuntut kemampuan manajerial yang kuat serta keteladanan dari para pendidik,” ujarnya.
Melalui ToT ini, ia berharap para widyaiswara dan pengajar dapat saling berbagi praktik terbaik untuk diterapkan di berbagai wilayah Indonesia.
Gogor juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Taruna Nusantara sebagai tuan rumah.
“Kami percaya kolaborasi antara Kementerian Sosial dan lembaga pendidikan dapat terus diperkuat demi kemajuan pendidikan dan pelayanan sosial di Indonesia,” tuturnya.
Baca Juga: Tanah Bergerak di Semarang, Gibran Tekankan Keselamatan Masyarakat Paling Utama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









