Akurat

Mensos Ambil Ikrar Wali Asrama dan Asuh Sekolah Rakyat, Siap Bimbing Siswa Sepenuh Hati

Siti Nur Azzura | 17 Januari 2026, 13:47 WIB
Mensos Ambil Ikrar Wali Asrama dan Asuh Sekolah Rakyat, Siap Bimbing Siswa Sepenuh Hati

AKURAT.CO Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengambil ikrar para wali asrama dan wali asuh Sekolah Rakyat se-Jawa Timur, untuk bekerja sepenuh hati dalam mengasuh dan membimbing siswa Sekolah Rakyat.

Pengambilan ikrar tersebut berlangsung dalam acara Bimbingan Teknis Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat se-Jawa Timur di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Jumat (16/1/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 26 Kepala Sekolah Rakyat, 91 Wali Asrama, dan 86 Wali Asuh dari berbagai wilayah di Jawa Timur. 

Pria yang akrab dipanggil Gus Ipul itu meminta seluruh wali asrama dan wali asuh berdiri, mengangkat tangan, dan mengucapkan ikrar bersama sebagai bentuk komitmen moral dalam menjalankan amanah pengasuhan.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Tahap II Dikebut, PU Targetkan Selesai Juni 2026

"Saya, Wali Asrama dan Wali Asuh Sekolah Rakyat seluruh Jawa Timur, siap bekerja dengan baik sesuai pedoman yang telah ditentukan, siap bekerja dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati untuk mengasuh dan membimbing siswa-siswa Sekolah Rakyat agar menjadi agen perubahan dan sungguh-sungguh mampu memutus mata rantai kemiskinan," ucap Gus Ipul yang diikuti serentak oleh seluruh wali asrama dan wali asuh, Sabtu (17/1/2026). 

Dia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekolah biasa, melainkan instrumen negara untuk pengentasan kemiskinan melalui pendidikan yang terintegrasi dengan perlindungan, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial.

"Sekolah Rakyat ini dirancang khusus. Anak-anak yang hadir di sini adalah the invisible people, yang penderitaannya tidak terlihat. Asa atau harapan adalah harta terakhir mereka, dan tugas kita adalah menjaga serta menguatkan asa mereka," ujarnya. 

Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Prof. Muhammad Nuh, yang turut hadir menekankan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat sangat ditentukan oleh kesetiaan para pendidik dalam mendampingi anak-anak.

"Yang paling mahal dalam mengurusi Sekolah Rakyat ini adalah kesetiaan. Kesetiaan yang melampaui tugas dan tanggung jawab formal," kata Prof. Nuh.

Baca Juga: Gibran Pastikan Sekolah Rakyat Buka Akses Pendidikan yang Setara di Papua

Dia juga menegaskan bahwa setiap anak Sekolah Rakyat memiliki keunikan yang harus ditemukan dan diasah, melalui pendidikan berbasis karakter dan kecakapan hidup yang diperkuat dengan sistem berasrama.

Sejumlah siswa Sekolah Rakyat se-Jawa Timur turut memeriahkan acara dengan menampilkan bakat mereka, mulai dari menyanyikan lagu Laskar Pelangi, pembacaan puisi, hingga pidato dalam bahasa Indonesia, Inggris, Jepang, dan Arab.

Hingga saat ini, sebanyak 166 Sekolah Rakyat rintisan telah dibuka di berbagai wilayah Indonesia. Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak, yakni 26 sekolah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.