Akurat

Di Lapangan Indonesia Bersatu, Ribut di Medsos Tak Ada Gunanya

Leo Farhan | 21 Desember 2025, 13:07 WIB
Di Lapangan Indonesia Bersatu, Ribut di Medsos Tak Ada Gunanya

AKURAT.CO Aktivis sekaligus YouTuber Ferry Irwandi menilai kondisi penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di lapangan sangat berbeda dengan gambaran di media sosial. Menurutnya, di lokasi bencana justru terlihat semangat persatuan dan saling membantu antarwarga.

“Kalau dilapangan Om. Gue bisa ngomong kayak gini. Lapangan dan sosial media itu 180 derajat berbeda gitu. Di lapangan itu benar-benar lu ngelihat Indonesia itu bersatu gitu,” ujar Ferry, dikutip dari Podcast Close The Door Deddy Corbuzier, Jumat (19/12).

Ferry meminta pihak-pihak yang kerap membuat kegaduhan di media sosial untuk turun langsung ke lapangan agar memahami situasi sebenarnya. Ia menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah kerja nyata pemerintah dan relawan dalam merespons kebutuhan warga terdampak.

“Makanya itu cuma bilang ke pihak-pihak lain turunlah 5 hari di situ, ga akan bisa ngomong apapun gitu. 5 hari ya. 5 hari aja. Sosial media dan lapangan itu beda,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan pengalaman langsung saat berada di lokasi bencana bersama timnya. Ferry menyebut warga terdampak menyambut mereka dengan terbuka dan penuh kehangatan.

“Dan semuanya itu welcome om. Semuanya itu benar-benar welcome,” lanjutnya.

“Makanya aku mau ngomong di sini kan?, dari awal dan sampai di podcast ini pun, aku ga berusaha sliding apapun gitu,” sebut Ferry.

Ia menilai tantangan penanganan bencana saat ini semakin kompleks dengan derasnya arus informasi di media sosial. Meski demikian, ia menegaskan semua pihak di lapangan tengah bekerja keras agar masyarakat terdampak dapat kembali beraktivitas secara normal.

“Gue ngebayangin, orang-orang harus tau ini gak bisa dilakukan secara instan. Relawan-relawan pun udah pada tumbang,” ucapnya.

Di akhir pernyataannya, Ferry mengajak seluruh pihak untuk bersatu dan menghentikan konflik yang tidak perlu di media sosial.
“Makanya, tidak ada gunanya sekarang ribut atau memelihara konflik yang nggak penting itu antar sisi. Karena ini panjang lho waktunya,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.